BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang membawa misi wajib bangkit saat menjamu Deltras FC pada pekan ke-16 Championship 2025/2026. Bermain di kandang sendiri, Stadion Jatidiri, Sabtu (17/1/2026) malam pukul 19.00 WIB, Laskar Mahesa Jenar tak mau lagi terpeleset.
Pelatih PSIS Jafri Sastra terang-terangan menyebut kemenangan sebagai harga mati. Tiga poin jadi satu-satunya cara untuk mulai menjauh dari zona merah yang belakangan bikin resah suporter.
“Persiapan kami cukup bagus. Segala kekurangan, termasuk masalah chemistry, sudah kami perbaiki. Yang pasti, kami siap menghadapi laga besok,” ujar Jafri, Jumat (16/1/2026).
Baca juga: PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan
Meski targetnya jelas, Jafri menegaskan anak asuhnya tak boleh lengah. Deltras datang ke Semarang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih hasil positif di laga sebelumnya. Secara klasemen, tim berjuluk The Lobster juga bukan lawan kaleng-kaleng.
“Kalau lihat papan klasemen, mereka tim yang kuat. Kami harus kerja ekstra keras. Sekarang setiap pertandingan seperti final, jadi harus fight untuk tiga poin,” tegasnya.
Nada serupa datang dari perwakilan pemain PSIS, Rangga Sumarna. Menurutnya, laga kontra Deltras harus dijalani dengan fokus penuh dari menit awal sampai peluit akhir. “Besok seperti laga final. Semua pemain harus kerja keras supaya tiga poin bisa kami dapatkan,” ucap Rangga.
Siap Tanding
Dari kubu tamu, Deltras FC datang dengan kondisi tim yang relatif siap. Pelatih Widodo Cahyono Putro memastikan mayoritas pemainnya dalam keadaan fit, meski dua nama dipastikan absen.
“Amar Faadzilah tidak bisa main karena akumulasi kartu, sementara Rian Lopez masih cedera,” jelas Widodo saat konferensi pers pralaga. Widodo juga menyatakan respek terhadap PSIS yang dinilainya mengalami perubahan signifikan, terutama dengan kehadiran beberapa pemain baru.
“Kami respek sama PSIS. Dengan perubahan pemain, pasti mereka punya strategi dan permainan baru,” ujar pelatih berlisensi AFC A Pro itu. Meski demikian, Deltras tetap mengusung ambisi mencuri poin di Jatidiri. Widodo meminta para pemainnya memahami peran masing-masing, terutama saat tampil tandang.
Soal kemungkinan menurunkan pemain asing anyar, Widodo menyebut keputusan masih bergantung pada kesiapan administrasi dan adaptasi pemain. “Kalau suratnya sudah beres dan adaptasinya siap, kemungkinan bisa diturunkan. Tapi kita lihat sampai besok pagi,” katanya.
Sementara itu, pemain Deltras asal Sulawesi Selatan, Panggih Prio, menegaskan timnya sudah mempersiapkan diri sejak di Sidoarjo. “Target kami tiga poin, tapi itu harus lewat kerja keras, saling support, dan tidak lupa berdoa,” ujarnya.
Baca juga: Terkendala Administrasi, Tiga Pemain Asing PSIS Gagal Tampil
Di putaran kedua ini, Deltras juga membawa amunisi baru: Giovani (winger), Muhammad Rafli (gelandang), dan Yuki Takatoku (gelandang serang), yang siap meramaikan persaingan.
Bagi Mahesa Jenar, laga ini bukan soal statistik atau gengsi. Ini soal pilihan hidup: menang dan mulai bernapas lega, atau kalah dan terus akrab dengan zona merah. Sabtu malam nanti, Jatidiri bukan cuma stadion, tapi ruang ujian mental. (tebe)

