BACAAJA, SEMARANG – Air mata Bella Puspita Sari tak terbendung. Suaranya bergetar, kalimatnya terputus-putus, saat ia mencoba bercerita tentang dua anaknya yang kini jauh dari pelukannya.
Sudah lebih dari sebulan Bella mendekam di Lapas Perempuan Semarang. Waktu yang terasa panjang, apalagi bagi seorang ibu dengan anak 5 bulan dan 6 tahun.
“Kalau kangen sama anak itu ya pastilah,” ucap Bella usai sidang pengajuan Peninjauan Kembali atas kasus penggelapan yang menjeratnya, Senin (4/5/2026).
Bacaaja: Kisah Pilu Bella, Audit Janggal Antarkan Dia ke Penjara dan Dipaksa Pisah dari Bayinya
Bacaaja: Keluarga Eks-Sekda Klaten Menangis di Ruang Sidang, Jaka Sawaldi Divonis 2 Tahun Penjara
Ia mengaku tak kuat jika harus berbicara langsung dengan anaknya yang besar. Bahkan sekadar mendengar suara pun, ia memilih menghindar.
“Saya enggak berani tanya, saya enggak berani ngobrol juga sama anak saya yang besar karena saya enggak sanggup,” imbuh Bella sambil menangis.
Setiap hari, ia hanya bisa menitip kabar lewat orang tua dan suaminya. Ia memastikan anak-anaknya dalam kondisi baik, meski hatinya terus dihantui rasa rindu.
“Paling cuman saya tanya lewat orang tua saya tiap hari,” katanya lirih.
Anaknya yang kecil kini berusia sekitar 5 bulan. Di usia itu, sang bayi masih sangat butuh ibunya, tapi harus terpisah karena keadaan.
Menurutnya, hubungan dengan anak sulungnya sangat dekat. Itu yang membuat perpisahan ini terasa makin menyakitkan.
“Apalagi meninggalkan anak saya yang besar yang dia dekat sekali sama saya jadi saya enggak bisa,” lanjutnya.
Namun momen paling menyayat terjadi saat ia sempat bertemu anaknya. Waktu yang singkat justru meninggalkan luka lebih dalam.
“Saya sampai lupa itu wajah anak saya yang kecil karena kan saya tinggal sudah lebih dari 1 bulan. Saya tanya, ‘Itu anak saya?’” katanya sambil meneteskan air mata.
Bella mengaku sempat blank. Perasaan campur aduk antara rindu, sedih, dan tak percaya harus menjalani situasi seperti ini.
Kini kedua anaknya dirawat oleh orang tua serta suaminya. Ia hanya bisa berharap mereka tetap kuat tanpa kehadirannya.
Di balik semua itu, Bella merasa dirinya menjadi korban kriminalisasi. Ia yakin tidak bersalah dalam perkara yang menjeratnya.
Harapan kini digantungkan pada upaya PK yang tengah diajukan. Ia ingin mendapatkan keadilan, sekaligus kembali ke rumah untuk memeluk anak-anaknya lagi. (bae)

