Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Purna Cipta Hysteria: Kampung, Identitas Kota yang Sering Terlupakan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Lakon Lokal

Purna Cipta Hysteria: Kampung, Identitas Kota yang Sering Terlupakan

R. Izra
Last updated: Maret 23, 2026 6:56 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Periset dan Pengelola Program Hysteria, Purna Cipta Nugraha.
Periset dan Pengelola Program Hysteria, Purna Cipta Nugraha.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Di tengah laju pembangunan kota yang semakin cepat, kampung kerap kali hanya dipandang sebagai ruang tinggal biasa. Gang sempit, rumah berhimpitan, dan aktivitas harian warga sering dianggap sebagai hal yang “biasa saja”.

Padahal, jika dilihat lebih dekat, kampung justru menyimpan identitas yang membentuk wajah kota itu sendiri.

Hal ini dibahas dalam program Lakon Lokal di kanal YouTube Bacaajadotco yang dipandu oleh Widyanuari Eko Putra bersama narasumber Purna Cipta Nugraha.

Dalam obrolan tersebut, Purna menegaskan bahwa kampung bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang penuh dengan sejarah, budaya, dan praktik ekonomi lokal.

“Banyak yang lupa bahwa di level kota, kampung itu sebenarnya pusat identitas kota,” ujarnya, di Lakon Lokal di kanal YouTube Bacaajadotco.

Menurutnya, setiap kampung memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh kawasan lain. Ada kampung yang dikenal dengan kerajinan tertentu, ada yang kuat di tradisi budaya, hingga ada yang menjadi pusat aktivitas ekonomi tertentu.

Ia memberi contoh sederhana namun menarik. Ada kampung kecil di Semarang yang hanya terdiri dari dua RT, tetapi mampu menjadi salah satu penghasil daging kambing terbesar di kota tersebut.

“Misalnya ada kampung cuma dua RT, tapi produksi daging kambing terbesar di Semarang. Itu kan luar biasa,” jelasnya, di Lakon Lokal di kanal YouTube Bacaajadotco. Yang tayang Senin (10/11/2025)

Namun sayangnya, banyak cerita seperti ini tidak pernah tercatat. Tidak ada dokumentasi, tidak masuk dalam narasi besar kota, bahkan sering kali tidak diketahui oleh warganya sendiri.

Akibatnya, kampung perlahan kehilangan identitasnya. Ketika pembangunan datang tanpa mempertimbangkan aspek lokal, kampung bisa berubah, bahkan hilang, tanpa meninggalkan jejak yang berarti.

Di titik inilah pentingnya melihat kampung bukan hanya sebagai ruang fisik, tetapi sebagai bagian dari memori kolektif kota. (dul)

You Might Also Like

Sururi ‘Profesor Mangrove’ Semarang: Wariskan Kelestarian Alam untuk Anak-Cucu

Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Ketika AI Ikut Nulis, Sastra Masih Perlu Manusia? Simak Kata Sastrawan Semarang

Puisi Tak Kenal Nama: Cerita Triyanto Soal Meja Redaksi yang Sering Bikin Penyair Tersinggung

Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung

TAGGED:hysteriaidentitaskampunglakon lokalpurna cipta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Yaqut Tahanan Rumah, MAKI Ngegas: Kok Bisa Beda Sama Lukas?
Next Article Ilustrasi chip memori. Saat ini, krisis chip memori global sedang melanda, membuat harga gadget berpotensi naik tinggi. Krisis Memori Chip Diramal sampai 2030, Alamat Harga Gadget Makin Melambung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MAIN PADEL--Elsa dan rekannya sedang bermain padel di Gets Coutrs Semarang. (bae)

Fomo Berujung Hobi, Padel Makin Digemari Anak Muda Semarang

Sisakanlah Satu Ruang Merdeka di Kepala Kita

Presiden Prabowo Subianto. (ist)

Dua Warga Jabar Ditangkap Gegara Unggah dan Komentari Konten Pidato Prabowo soal Nuklir Iran

Fajar 2026 Bikin Omzet UMKM Naik Berkali Lipat

LIHAT PAMERAN--Dubes Prancis dan Wali Kota Semarang melihat dan mendengar paparan soal pameran Arthur Rimbaud di Lawang Sewu, Kamis (6/8/2026) sore. (bae)

Agustina Buka Pameran di Lawang Sewu: Jejak Penyair Legendaris Prancis Arthur Rimbaud Lintasi Jawa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Bima Eka Sakti saat berbincang dengan Bacaaja.co dalam podcast Lakon Lokal.
Lakon Lokal

Plot Twist Bima Sakti: dari ASN ke Calon Bupati, Kini Bangun 4 Cabang Best Pangkas Rambut

Februari 23, 2026
'Profesor Mangro' dari Semarang, Sururi.
Lakon Lokal

Petuah Sururi Mangrove: saat Dirawat, Alam Membayar Balik dengan Rezeki bagi Keluarga

Januari 6, 2026
Penyedia jasa bersih-bersih rumah via aplikasi 'rewangono', Dwi Wulandari, punya segudang cerita.
Kerjo Aneh-aneh

Dari Jasa Bersih-bersih Lewat Aplikasi, Mbak Dwi Punya Segudang Cerita

Januari 13, 2026
Sururi, pendekar penggerak penanaman mangrove di pesisir Semarang.
Lakon Lokal

Kenalan Sama Pak Sururi, Orang Biasa dengan Aksi Luar Biasa Jaga Pesisir Semarang

Januari 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Purna Cipta Hysteria: Kampung, Identitas Kota yang Sering Terlupakan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?