Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Fajar 2026 Bikin Omzet UMKM Naik Berkali Lipat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Fajar 2026 Bikin Omzet UMKM Naik Berkali Lipat

Ekonomi syariah kini bukan lagi sekadar soal label halal. Di Jateng, konsep itu mulai berkembang menjadi ekosistem bisnis yang membuka pasar baru, menggerakkan UMKM, hingga mendukung pariwisata ramah muslim.

T. Budianto
Last updated: Agustus 7, 2026 9:31 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
STAN UMKM: Wagub Jateng, Taj Yasin mengunjungi salah satu stan UMKM Festival Jawa Tengah Syariah (Fajar) 2026 di Queen City Mall Semarang, Kamis, (6/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Festival Jawa Tengah Syariah (Fajar) 2026 kembali digelar sebagai ajang penguatan ekosistem halal di Jateng. Berlangsung di Queen City Mall Semarang pada 6-9 Agustus 2026, festival ini tak hanya menghadirkan produk halal, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pengembangan ekonomi syariah di Jateng merupakan hasil kolaborasi panjang antara Pemprov Jateng dan Bank Indonesia. Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, arah pengembangan ekonomi halal akan terus diperkuat pada 2027, seiring dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan dan sektor pariwisata ramah muslim.

“Kami bekerja sama dengan Bank Indonesia sudah lama untuk menumbuhkan ekonomi syariah,” kata Gus Yasin usai membuka Fajar 2026, Kamis (6/8/2026). Ia menjelaskan, penguatan ekosistem halal dilakukan dari hulu hingga hilir.  Mulai dari pembangunan rumah potong hewan halal di Kabupaten Magelang, rumah potong ayam di Kabupaten Jepara yang melibatkan pondok pesantren, hingga pengembangan kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Menurutnya, keberadaan pusat kuliner bersertifikat halal, fasilitas ibadah yang nyaman, dan layanan yang ramah muslim akan menjadi nilai tambah bagi Jateng dalam menarik wisatawan, termasuk dari negara-negara Timur Tengah. “Kalau kita bicara pariwisata yang ramah muslim, ya salah satunya tadi kawasan food court-nya ini ada sertifikat halalnya, ada keterjaminannya, lalu tempat ibadahnya bagus,” ujarnya.

Baca juga: UMKM Syariah Jateng Siap Naik Panggung

Gus Yasin menegaskan, tujuan utama pengembangan ekonomi syariah bukan hanya mengejar nilai transaksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. “Fajar 2026 juga merangkul UMKM. Saya senang karena tumbuhnya bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, M Noor Nugroho menjelaskan, Fajar 2026 mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain”.

Menurutnya, penguatan rantai nilai halal dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sertifikasi rumah potong hewan dan unggas, penggilingan, hingga pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM. “Kalau sisi supply dan demand ini bertemu, mudah-mudahan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah,” ujarnya. Manfaat festival tersebut juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha.

Omzet Melonjak

Roni Abdul Ghoni, pemilik Toros Farm Sulaimaniyah asal Magelang, mengaku omzet usahanya melonjak signifikan setiap mengikuti Fajar. Jika pada hari biasa penjualannya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari, selama festival omzetnya bisa melonjak menjadi Rp5 juta hingga Rp10 juta per hari.”Festival seperti ini sangat membantu UMKM karena produk kami semakin dikenal masyarakat,” katanya.

Hal serupa dirasakan Aris Agung Nugroho, pemilik Dawet Ayu Durian Pak Sarjohadi asal Banjarnegara. Ia mengaku sudah empat kali mengikuti festival tersebut sebagai sarana memperluas pasar produk khas daerahnya. “Kami berharap event seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun kedelapan ini, Fajar menghadirkan sejumlah program baru, mulai dari Inspirational Talk bersama pelaku usaha dan pemerintah daerah, Halal Experience yang menghadirkan 18 tenant kuliner dan sembilan stan edukasi, hingga Halal Value Chain Hub yang menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan sertifikasi halal.

Baca juga: Rupiah Lagi Loyo, Jateng Pilih Rawat UMKM

Selain itu, tersedia pula Financial Hub yang memberikan layanan konsultasi keuangan, edukasi perlindungan konsumen, layanan OJK, aplikasi pembukuan SIAPIK, hingga informasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Festival juga dilengkapi Sustainable Hub yang mengangkat konsep fesyen berkelanjutan. Fajar 2026 menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Jawa sebelum berlanjut ke Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 pada Oktober mendatang. Sertifikat halal memang penting, tapi yang paling membuat UMKM tersenyum tetap satu: pembeli yang datang ramai-ramai. Sebab, label di kemasan baru benar-benar bermakna kalau kasir juga ikut sibuk menghitung omzet. (tebe)

You Might Also Like

Musrenbang Ganti Mode: Tak Lagi Bagi-bagi Anggaran, Tapi “Belanja Masalah”

224 Ribu Calon Siswa Lolos SPMB Jateng 2025

Pangeran Arab Saudi Tewas Overdosis dalam Kamar Hotel Mewah di London

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 90 Ton Kratom

Final Islah! PBNU Adem Lagi, Gus Yahya & Gus Ipul Kembali Gojegan

TAGGED:headlinepemprov jatengumkm jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article LIHAT PAMERAN--Dubes Prancis dan Wali Kota Semarang melihat dan mendengar paparan soal pameran Arthur Rimbaud di Lawang Sewu, Kamis (6/8/2026) sore. (bae) Agustina Buka Pameran di Lawang Sewu: Jejak Penyair Legendaris Prancis Arthur Rimbaud Lintasi Jawa
Next Article Presiden Prabowo Subianto. (ist) Dua Warga Jabar Ditangkap Gegara Unggah dan Komentari Konten Pidato Prabowo soal Nuklir Iran

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Uang Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu Kolektor

Seniman senior Yogyakarta Susilo Nugroho, yang dikenal luas lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarsa.

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

Jepang Kekurangan Tenaga Sopir

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Bupati Temanggung, Agus Setyawan atau yang akrab disapa Agus Gondrong, berhasil meraih Tropi Abyakta dalam Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kompleks Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Senin (9/2/2026).
Info

Bupati Temanggung Boyong Tropi Abyakta PWI, Agus Gondrong: Kado untuk Seniman Lokal

Februari 10, 2026
LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)
Info

Tiga Calon Manajer KDMP Meninggal saat Latihan Dasar Militer, DPR: Evaluasi Total!

Juni 25, 2026
Info

Lebaran, Sepuluh Puskesmas di Semarang Tetap Standby

Maret 20, 2026
Info

Nunggak Sewa Rusun, 62 Penghuni Dipanggil Satpol PP

Agustus 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Fajar 2026 Bikin Omzet UMKM Naik Berkali Lipat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?