Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Petuah Sururi Mangrove: saat Dirawat, Alam Membayar Balik dengan Rezeki bagi Keluarga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Lakon Lokal

Petuah Sururi Mangrove: saat Dirawat, Alam Membayar Balik dengan Rezeki bagi Keluarga

R. Izra
Last updated: Januari 6, 2026 3:20 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Banyak orang mengira kerja lingkungan tidak punya masa depan ekonomi.

Namun, kisah Sururi menunjukkan sebaliknya: saat lingkungan diberi ruang, ekonomi akan mengikuti.

Dari awal ia menanam mangrove, Sururi menyadari bahwa kerja sosial ini harus berkelanjutan secara ekonomi.

“Kalau tidak masuk ekonomi, saya mau makan apa? Mau bayar bank dari mana?” katanya.

Bacaaja: Sururi Profesor Mangrove Semarang: Wariskan Kelestarian Alam untuk Anak-Cucu
Bacaaja: Kenalan Sama Pak Sururi, Orang Biasa dengan Aksi Luar Biasa Jaga Pesisir Semarang

Dengan model bisnis sederhana, ia menjual bibit mangrove: bibit kosong Rp3.000 dan bibit paket tanam Rp5.000 dengan jaminan hidup satu tahun.

Ini bukan hanya soal jual beli bibit. Ia menetapkan standar bahwa setiap bibit harus hidup, dan siap menanggung jika ada yang mati.

Budaya tanggung jawab semacam itu membuat banyak pihak, dari CSR perusahaan hingga komunitas, mulai percaya dan berinvestasi pada penanamannya.

Dari pembibitan, usaha mangrove ini mampu menjadi sumber pendapatan tetap. Dalam satu bulan, penjualan bisa mencapai puluhan ribu bibit.

Uang itu bukan hanya menghidupi keluarga, tetapi juga membantu anak-anaknya menyelesaikan kuliah hingga S1.

Sururi punya enam anak, dan semua lulus kuliah. Dua di antaranya kini menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Anak lainnya bekerja di sektor swasta dengan penghasilan stabil.

“Ilmu dulu, harta akan mengikuti,” begitu falsafah Jawa yang ia pegang dan buktikan dalam kehidupan nyata.

Tantangan tentu tetap ada. Pandemi sempat membuat pasar mangrove anjlok drastis sampai tiga bulan tanpa pesanan.

Bibit numpuk dan penjualan jatuh. Tetapi ia tak menyerah. Bibit tetap ditanam, meski harus mengurangi makan jadi dua kali sehari demi tetap bayar angsuran.

Kisah Sururi menunjukkan bahwa kerja lingkungan yang tulus dan profesional bukan hanya memberi dampak ekologis, tetapi juga menghidupi keluarga dan membuka ruang penghidupan baru bagi banyak orang. (dul)

You Might Also Like

Puisi Tak Kenal Nama: Cerita Triyanto Soal Meja Redaksi yang Sering Bikin Penyair Tersinggung

Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri

Ketika AI Ikut Nulis, Sastra Masih Perlu Manusia? Simak Kata Sastrawan Semarang

Cerita Mak Jah Bertahan di Tengah Laut, Rumah Apung untuk Terus Jaga Mangrove Sayung

Cilacap Nandur Harapan di Tepi Laut, Wow Ini Caranya

TAGGED:kelestarian alamlakon lokalmangroveprofesor mangrovesururi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ribuan Perangkat Desa se-Indonesia Kumpul di Boyolali
Next Article Kudus Jadi Medan Tempur Kejurprov Xiangqi Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

HADANG MOBIL--Ribuan massa pendukung Sudewo, Bupati Pati nonaktif, menghadang mobil tahanan yang mengangkut junjungannya di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/6/2026). (bae)

Eksepsi Sudewo Ditolak Hakim, Massa Pendukung Ngamuk Cegat Mobil Tahanan

Ngaji Pancasila: IKAL Lemhannas Ajak Anak Muda Jadikan Pancasila Gaya Hidup

MINTA MAAF--Pengawal tahanan KPK, Rusli minta maaf kepada massa jika tangannya tak sengaja mengenai Sudewo, Senin (29/6/2026). (bae)

Isu Sudewo Dipukul Bikin Pendukung Marah, Pengawal KPK Minta Maaf: Bukan Maksud Saya Sengaja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sururi, pendekar penggerak penanaman mangrove di pesisir Semarang.
Lakon Lokal

Kenalan Sama Pak Sururi, Orang Biasa dengan Aksi Luar Biasa Jaga Pesisir Semarang

Januari 4, 2026
HUTAN MANGROVE: Warga Dusun Bedono, Saiful Rohman mendayung perahu menunjukkan hutan mangrove pelindung pesisir, Kamis (25/12/2025). (Foto: bae)
Info

Data Mangrove Jateng Nggak Sinkron, Selisih Luasannya Capai Ribuan Hektar

Juni 5, 2026
Sastrawan kawakan asal Semarang, Triyanto Triwikromo.
Lakon Lokal

Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Januari 3, 2026
HUTAN MANGROVE: Warga Dusun Bedono, Saiful Rohman mendayung perahu menunjukkan hutan mangrove pelindung pesisir, Kamis (25/12/2025). (Foto: bae)
Tumbuh

Salut, Warga Bedono Terus Tanam Mangrove Demi Lindungi Pesisir

Desember 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Petuah Sururi Mangrove: saat Dirawat, Alam Membayar Balik dengan Rezeki bagi Keluarga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?