Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ketika AI Ikut Nulis, Sastra Masih Perlu Manusia? Simak Kata Sastrawan Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Lakon Lokal

Ketika AI Ikut Nulis, Sastra Masih Perlu Manusia? Simak Kata Sastrawan Semarang

R. Izra
Last updated: Januari 4, 2026 12:31 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Sastrawan kawakan asal Semarang, Triyanto Triwikromo (kiri), saat berbincang dengan host Lakon Lokal.
Sastrawan kawakan asal Semarang, Triyanto Triwikromo (kiri), saat berbincang dengan host Lakon Lokal.
SHARE

SEMARANG, BACAAJA — Sekarang ini, menulis puisi atau cerpen tidak selalu harus duduk lama sambil mikir keras.

Tinggal ketik beberapa perintah, kecerdasan buatan bisa langsung menyusun teks yang rapi dan enak dibaca.

Situasi ini bikin banyak orang bertanya: kalau mesin sudah bisa menulis, sastra masih perlu manusia?

Bacaaja: Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?
Bacaaja: Kerjo Aneh-aneh: Bakul Jamu Unik, Jualan Sambil Nyanyi dan Live TikTok

Pertanyaan itu juga muncul dalam obrolan sastrawan Triyanto Triwikromo di program Lakon Lokal Bacaajadotco. Menurut Triyanto, kehadiran AI dalam dunia sastra adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Mesin akan terus belajar, meniru gaya, bahkan memproduksi teks sastra dalam jumlah besar.

Namun, bagi Mas Tri, persoalannya bukan pada kecanggihan AI.

“Sastra itu bukan sekadar hasil akhir,” kurang lebih begitu pandangannya.

Ada proses panjang di balik sebuah tulisan: pengalaman hidup, kegelisahan, ingatan, dan keberanian untuk salah. Hal-hal yang tidak lahir dari data semata.

AI bisa menyusun kalimat yang logis dan indah, tapi ia tidak hidup dalam tubuh manusia. Ia tidak punya trauma, tidak mengalami kehilangan, dan tidak menanggung risiko sosial dari apa yang ditulisnya.

Di titik inilah, menurut Triyanto, perbedaan antara tulisan mesin dan tulisan manusia menjadi jelas.

AI bukan musuh

Meski begitu, Triyanto tidak menempatkan AI sebagai musuh. Ia justru melihat teknologi sebagai alat yang bisa dimanfaatkan selama tidak menggantikan kerja batin penulis.

AI boleh membantu riset, merapikan struktur, atau mempercepat pekerjaan teknis. Tapi urusan rasa, sikap, dan keberpihakan tetap harus datang dari manusia.

Ia juga mengingatkan, bahaya terbesar bukan pada AI yang semakin pintar, melainkan manusia yang semakin malas berpikir dan merasakan.

Jika semua diserahkan pada mesin, sastra berisiko berubah jadi sekadar produk cepat, rapi, tapi hampa.

Di tengah derasnya teknologi, Trianto memilih sikap sederhana: tetap menulis sebagai manusia. Dengan segala keterbatasannya.

Karena selama manusia masih punya cerita, kegelisahan, dan luka, sastra menurutnya belum akan kehabisan alasan untuk hidup. (dul)

You Might Also Like

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

Antrean BBM Mengular di Semarang, Isu Harga Naik Bikin Warga Panic Buying

Gudang Rahasia Semarang Simpan Ratusan Ribu Pil Terlarang

Kopi Taubat: Varian Kopi yang Anti Bikin Kantong Bocor, Lagi Ramai di Semarang

BREAKING NEWS: Pasar Kanjengan Semarang Terbakar, 480 Kios Hangus

TAGGED:AImas trimenulis sastrasastrawanSemarangtriyanto triwikromo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Militer Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Kacau! Amerika Tangkap Presiden Venezuela, Picu Perang Dunia Ketiga?
Next Article Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap militer Amerika Serikat (AS). Blak-blakan! Alasan Trump Serang Venezuela: Mari Kita Hasilkan Uang!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

Blue Fire Papandayan Bukan Sekadar Api Biru, Ini Penjelasan Badan Geologi

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ajukan Pengunduran Diri, Begini Penjelasannya

Pilkades Purbalingga Siapkan Anggaran Pengamanan Rp1,3 Miliar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kecelakaan beruntun dipicu truk yang ugal-ugalan hingga tabrak mobil dan motor di Turunan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). (ist)
Info

Ngeri! Truk Ugal-ugalan Picu Kecelakaan Beruntun di Silayur, Polisi Ungkap Kondisi Korban

April 10, 2026
TURNAMEN FF--Pamflet turnamen FF di Warmindo Mayoritas, Semarang. (ist)
Olahraga

Jangan Ketinggalan! Turnamen FF Semarang Dibuka Lagi, Slot Cuma Buat 64 Tim

Mei 16, 2026
Mbak Ita (kerudung pink) konsultasi sama penasihat hukumnya untuk menyikapi putusan hakim, Rabu (27/8/2025). (bae)
Hukum

Hot News! Mbak Ita Semarang Dihukum 5 Tahun Penjara, Plus Didenda Rp 300 Juta

Agustus 27, 2025
Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Unik

Tukang Cukur Cabul ‘Pemangsa’ Anak SD di Semarang Dituntut 6 Tahun Penjara

Maret 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ketika AI Ikut Nulis, Sastra Masih Perlu Manusia? Simak Kata Sastrawan Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?