BACAAJA, SEMARANG – Meet & Greet Densus siap digelar di sekolah-sekolah se-Jawa Tengah. Program ini diawali dari SMAN 6 Semarang yang ditunjuk sebagai pilot project sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme di kalangan pelajar.
Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Kusno, menyebut pihaknya menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, isu radikalisme dan terorisme memang tak bisa dianggap sepele di dunia pendidikan.
“Ini program yang sangat penting. Dari Dinas Pendidikan tentu kami berkepentingan dan berusaha memfasilitasi, karena kita harus menyadari betul bahaya radikalisme dan terorisme,” kata Kusno, Selasa (10/2/2026).
Bacaaja: Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang
Bacaaja: Meet & Greet Densus, Siswa SMAN 6 Siap Jadi Penyebar Virus Baik Cegah Radikalisme
Pemilihan SMAN 6 Semarang bukan tanpa alasan. Sekolah ini jadi titik awal gerakan di Kota Semarang sebelum program diperluas ke daerah lain.
“Kenapa SMA 6 dulu, karena ini menjadi titik awal untuk Kota Semarang. Dari sinilah nanti kita terus bergerak ke kabupaten kota di Jawa Tengah,” ujarnya.
Tahap lanjutan sudah disiapkan. Enam kabupaten/kota bakal jadi sasaran berikutnya sebelum program ini makin meluas.
“Nanti insyaallah ada enam kabupaten kota dulu. Dari situ akan berkembang lagi,” lanjut Kusno.
Target akhirnya jelas, semua SMA di Jawa Tengah. Tapi caranya bukan dengan mendatangi satu per satu sekolah.
“Targetnya sebenarnya semua sekolah. Tapi sistemnya diseminasi, jadi tidak harus berkunjung ke semuanya,” jelasnya.
Lewat pola ini, sekolah yang ditunjuk akan menularkan materi ke sekolah lain di wilayahnya. Harapannya, semua siswa SMA di Jawa Tengah paham dan ikut terlibat dalam upaya pencegahan sejak dini.
Program sosialisasi ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari Densus 88, Kesbangpol Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, sekolah-sekolah, hingga bacaaja.co sebagai pelaksana.
Kegiatan ini juga didukung sponsor bank bjb, Telkomsel, Uncle Bao, dan Larisa. (bae)


