BACAAJA, JAKARTA – Kucing sering jadi kambing hitam soal urusan punya momongan. Di masyarakat masih banyak yang percaya, kalau mau cepat punya anak, jangan pelihara kucing. Alasannya klasik: bulu kucing dianggap membawa penyakit yang bikin mandul.
Tapi, benarkah begitu? Jawabannya: nggak sesederhana itu. Bahkan cenderung keliru.
Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Dr drh Leni Maylina, menegaskan bahwa memelihara kucing tidak menyebabkan kemandulan secara langsung.
Bacaaja: Vaksin Rabies Gratis di Solo! 1.100 Dosis Siap Lindungi Hewan & Warga
Bacaaja: Bumil Wajib Tahu! 6 Model Tunik Batik 2025 yang Bikin Kehamilan Tetap On Point
“Isu yang sering beredar itu sebenarnya berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucingnya,” jelas Dr Leni, dikutip dari laman IPB University, Sabtu (10/1/2026).
Gak semua kucing bawa toksoplasma
Toxoplasma gondii adalah parasit super kecil yang cuma bisa dilihat lewat mikroskop. Tapi yang sering disalahpahami, tidak semua kucing terinfeksi parasit ini.
Bahkan, menurut berbagai penelitian, jumlah kucing yang membawa toksoplasma tergolong sangat rendah, apalagi kucing rumahan yang jarang keluar.
“Prevalensinya sangat kecil, terutama pada kucing yang dipelihara di dalam rumah,” ujar Dr Leni.
Kucing biasanya terinfeksi kalau makan daging mentah atau berburu tikus yang sudah membawa kista parasit.
Kalau itu terjadi, kucing bisa mengeluarkan parasit lewat kotorannya, dalam bentuk yang disebut ookista.
Tapi ada catatan penting. Kotoran kucing nggak langsung menular.
Ookista yang keluar dari kotoran kucing tidak langsung berbahaya. Ia butuh waktu sekitar 1–5 hari untuk berubah menjadi bentuk yang infektif.
Artinya, membersihkan litter box setiap hari itu kunci utama.
“Karena itu, kebersihan kandang dan kotoran kucing sangat penting,” jelasnya.
Menariknya lagi, kucing yang sudah pernah terinfeksi biasanya membentuk antibodi. Jadi kemungkinan menularkan lagi di kemudian hari justru semakin kecil.
Makanan yang lebih sering jadi biang masalah
Hal yang sering bikin kaget: sumber utama toksoplasmosis pada manusia bukan dari kucing, tapi dari makanan.
“Lebih dari 80 persen kasus toksoplasmosis pada manusia berasal dari makanan,” kata Dr Leni.
Yang paling berisiko antara lain:
- Daging yang dimasak tidak matang
- Sayur dan buah yang tidak dicuci bersih
Jadi kalau masih suka makan setengah matang atau malas cuci sayur, risikonya justru lebih besar dibanding sekadar pelihara kucing.
Toksoplasma bikin mandul? begini faktanya
Soal kemandulan, Dr Leni menegaskan tidak ada bukti ilmiah bahwa toksoplasmosis menyebabkan mandul secara langsung.
Namun, pada ibu hamil, infeksi toksoplasma memang bisa berbahaya, terutama di trimester awal, karena berisiko menyebabkan keguguran atau gangguan pada janin.
Namun, apakah lantas perempuan yang ingin hamil harus menjauh dari kucing? Jawabannya: nggak perlu.
Perempuan yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil tidak harus menyingkirkan kucing dari rumah. Yang penting adalah menjaga kebersihan.
Tips aman versi dokter:
- Hindari kontak langsung dengan kotoran kucing
- Pakai sarung tangan saat membersihkan litter box
- Cuci tangan sebelum makan
- Jangan memberi kucing daging mentah
- Rutin periksa ke dokter hewan
“Jangan takut memelihara kucing. Yang penting kebersihan dan perawatan yang benar,” pungkas Dr Leni.
Jadi, kalau masih ada yang bilang kucing bikin mandul, mungkin yang perlu dicek bukan kucingnya—tapi fakta dan kebiasaan makannya. (*)


