Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Krisis Identitas Seorang Santri Ketika Menjadi Mahasiswa Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Krisis Identitas Seorang Santri Ketika Menjadi Mahasiswa Baru

Redaktur Opini
Last updated: Januari 23, 2026 9:39 am
By Redaktur Opini
3 Min Read
Share
SHARE

Kurniawan Seno Aji adalah mahasiswa Akidah dan Filsafat Islam, UIN Walisongo Semarang.

Di kampus, mereka harus hidup tanpa pengawasan, harus mendisiplinkan dan menertibkan diri sendiri.

 

Ketika tahun ajaran baru tiba, pada saat mahasiswa baru berbondong-bondong memasuki dunia baru dan dinamika baru baginya, pada saat itulah seorang mahasiswa ditantang untuk menghadapi tantangan “dunia baru”. Ceritanya akan jadi lain bagi seorang santri.

Bagi seorang santri lulusan pondok pesantren yang kemudian ia menjadi mahasiswa baru, kemungkinan besar ia akan mengalami culture shock. Mereka harus menghadapi dinamika baru yang berbeda dengan sebelumnya.

Dulu mereka menjalani kehidupan penuh pengawasan, ketertiban, hingga kedisiplinan. Mulai dari bangun pagi, berangkat sekolah tepat waktu, dan ketertiban dan kedisiplinan lain dari pagi tiba hingga malam. Kebiasaan tersebut membentuk mereka menyadari identitas mereka sebagai santri.

Saat masuk di dunia baru bernama kampus, mereka biasanya mulai mengalami krisis identitas. Mahasiswa baru yang dulu seorang santri mengalami kebingungan dalam menyikapi kehidupan kampus. Mereka menganggap bahwa nilai-nilai atau bahkan budaya yang mereka bawa dari pesantren berbeda dengan dunia kampus.

Di kampus, mereka harus hidup tanpa pengawasan, harus mendisiplinkan dan menertibkan diri sendiri. Mereka mengalami kebingungan dalam menentukan pegangan nilai sebagai pedoman diri. Dunia kampus sama sekali berbeda dari pesantren. Dampaknya, mereka mengalami krisis identitas yang nyata.

Erik Erikson (1902-1994) seorang psikolog Jerman-Amerika yang terkenal dengan teorinya tentang perkembangan psikososial, menyebut krisis identitas sebagai momen bagi seseorang menganalisis dan mengeksplorasi diri dari cara yang berbeda (Cherry, 2016). Pada masa eksplorasi itu, seorang mahasiswa baru akan melihat perspektif lain selain sudut pandangnya.

Maka dari itu, pada saat menjalani proses menganalisis dan meksplorasi diri itu, mereka harus menjalani fenomena-fenomena di dunia kampus. Setiap mahasiswa baru dapat menemukan identitasnya di dunia kampus dan menyatu dengan setiap dinamika yang terjadi. Di sana mereka menemukan atau memilih identitas yang harus disandang sebagai sebuah pegangan sesuai dengan kehendak diri sendiri.

Menurut Erikson,“identity is never established as an achivement” (Erikson, 1968: 24). Identitas bukan suatu ending dari sebuah proses atau pencapaian. Identitas bukanlah hasil akhir. Identitas adalah sesuatu proses yang dinamis, dapat berubah, dan akan selalu berkembang.

Identitas merupakan “forever to-rerecived sense of reality of the self within social reality” (1968: 221). Maka setiap santri yang kemudian memasuki level baru menjadi mahasiswa baru, ia harus berprogres untuk menemukan versi diri yang lebih baik. Ia harus bisa berdaptasi sebagai seorang santri yang harus berhadapan dengan lingkungan yang tidak pernah berhenti berubah.(*)

 

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Lewat KDMP, Negara Justru Bersaing dengan Rakyatnya Sendiri

Cerita Kelam Petani di Pundenrejo

Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan

Sebelum Menikah Prioritas Saya adalah Menghafal Alquran

Bagaimana Film “Na Willa” Memotret Pola Pengasuhan dan Pendidikan Anak?

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Indonesia Gabung Dewan Keamanan Trump Bayar Rp16,9 Triliun? Nurut Banget Sama Amerika
Next Article Meluruskan Pandangan Keliru terkait Konseling ke Psikolog

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEKECEWAAN - Sejumlah awak media menaruh id card dan peralatan liputan di lantai sebagai bentuk protes dan kekecewaan setelah dilarang meliput Menkeu Purbaya di Muladi Dome Undip, Jumat (3/7/2026). (dul)

Apa yang Ditakutkan? Heboh, Wartawan Dilarang Meliput dan Wawancara Menkeu di Undip

Ilustrasi krisis air bersih saat kekeringan melanda. Peneliti menyebut, kekeringan bukan karena kemarau semata, melainkan karena rusaknya lingkungan oleh ulah manusia.

Kerusakan Lingkungan di Balik Ancaman Krisis Air, Peneliri: Bukan Lagi Sekadar soal Kemarau

Dana UMKM Diduga Tertahan Rp3 Triliun, Andhika Satya Desak DPR Panggil TikTok

Pemekaran Brebes, DPRD Jateng Mulai Susun Peta Jalan

Diduga Aniaya Perempuan, Oknum Polisi Tegal Jalani Pemeriksaan Internal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kabupaten Magelang meluncurkan program angkutan sekolah gratis yang bukan hanya menjawab persoalan transportasi, tapi juga menyentuh aspek keselamatan pelajar, akses pendidikan, dan keberlanjutan angkutan umum.
Opini

Inovasi Pro Rakyat: Kabupaten Magelang Wujudkan Angkutan Pelajar Gratis

September 18, 2025
Opini

NU di Kanan, Muhammadiyah di Kiri, di Tengah-Tengahnya Seorang Perempuan Bingung Mau Ikut Mana

Februari 3, 2026
Opini

Perempuan, Cantik Aja Nggak Cukup!

Februari 13, 2026
Opini

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

Juni 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Krisis Identitas Seorang Santri Ketika Menjadi Mahasiswa Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?