Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jembatan Serayu Banyumas Ditutup Lama, Warga Wajib Putar Arah Lebih Jauh, Ini Jadwalnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Jembatan Serayu Banyumas Ditutup Lama, Warga Wajib Putar Arah Lebih Jauh, Ini Jadwalnya

Kebijakan tersebut diambil karena jembatan akan menjalani rehabilitasi besar-besaran. Selama proses pengerjaan berlangsung, aktivitas lalu lintas di atas jembatan dihentikan demi menjaga keselamatan pekerja proyek maupun pengguna jalan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 16, 2026 8:13 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Jembatan Sungai Serayu di Banyumas.
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS – Penutupan total Jembatan Serayu di ruas Kaliori-Banyumas mulai berlaku sejak Senin, 15 Juni 2026. Kondisi ini membuat salah satu jalur utama penghubung Banyumas dan kawasan sekitarnya untuk sementara tak bisa dilalui seluruh jenis kendaraan hingga 30 Juli 2026.

Kebijakan tersebut diambil karena jembatan akan menjalani rehabilitasi besar-besaran. Selama proses pengerjaan berlangsung, aktivitas lalu lintas di atas jembatan dihentikan demi menjaga keselamatan pekerja proyek maupun pengguna jalan.

Bagi warga yang setiap hari melintasi jalur Kaliori menuju Banyumas atau sebaliknya, penutupan ini tentu membawa perubahan cukup signifikan. Pengendara kini harus menyesuaikan rute perjalanan dan memperhitungkan waktu tempuh yang lebih panjang.

Jembatan Serayu selama ini menjadi salah satu urat nadi transportasi penting di wilayah Banyumas. Selain menjadi penghubung aktivitas ekonomi, jalur tersebut juga banyak digunakan masyarakat untuk keperluan pendidikan, pekerjaan, hingga distribusi barang.

Dalam proyek kali ini, pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap struktur jembatan. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi jembatan tetap aman digunakan dalam jangka panjang.

Data teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan bahwa jembatan sepanjang 127,80 meter dengan lebar 8 meter itu akan mendapatkan sejumlah perbaikan penting pada bagian konstruksi utama.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi pergantian lantai jembatan sepanjang 69,30 meter. Selain itu, sejumlah komponen penunjang seperti baja ikatan angin, angkur, dan elastomer juga akan diganti.

Tidak hanya fokus pada struktur utama, proyek ini juga menyasar sistem perlindungan jembatan. Karet penahan gempa serta dinding penahan tanah di sekitar area jembatan akan diperbaiki agar lebih kuat menghadapi berbagai kondisi.

Pada tahap berikutnya, pekerjaan menyentuh bagian permukaan jalan. Aspal lama akan dikeruk menggunakan metode Cold Milling Machine sebelum diberi lapisan baru yang lebih nyaman dan aman bagi pengendara.

Sambungan jembatan atau expansion joint juga masuk daftar komponen yang diperbarui. Beberapa titik beton yang mengalami kerusakan akan ditangani melalui pekerjaan patching.

Agar struktur baja lebih awet, tim pelaksana juga melakukan sand blasting dan pengecatan ulang pada sejumlah bagian konstruksi. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko korosi yang bisa memengaruhi kekuatan jembatan.

Selama masa penutupan, pemerintah bersama petugas lalu lintas telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil pribadi.

Pengendara dari arah Patikraja maupun Purwokerto yang hendak menuju Buntu atau Sampang dapat memanfaatkan jalur Patikraja-Rawalo. Setelah melewati Jembatan Cindaga, perjalanan bisa dilanjutkan melalui Jalan Kebasen hingga menuju kawasan SPBU Sampang atau perempatan Buntu.

Alternatif lainnya tersedia melalui jalur dalam kawasan Banyumas. Pengguna jalan dapat melintasi Jalan Papringan, Karangtengah, Bhayangkara, hingga tersambung ke Jalan Raya Kebasen.

Jalur tersebut diproyeksikan mampu mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar titik penutupan utama yang berada di dekat Jembatan Serayu.

Meski demikian, pengendara tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena beberapa ruas alternatif memiliki lebar jalan yang lebih terbatas dibanding jalur utama.

Untuk kendaraan besar seperti truk, bus antarkota, maupun kendaraan logistik berat, aturan yang diterapkan jauh lebih ketat. Mereka tidak diperbolehkan menggunakan jalur alternatif yang biasa dipakai kendaraan kecil.

Kendaraan berat dari arah Purwokerto dan wilayah barat diarahkan menuju Banyumas-Sokaraja. Selanjutnya kendaraan melintas melalui Jembatan Linggamas dan Jalan Panican sebelum menuju koridor Purbalingga-Klampok.

Sementara kendaraan besar yang datang dari arah Banjarnegara dan Purbalingga diarahkan melalui kawasan Klampok. Dari titik tersebut perjalanan diteruskan menuju Buntu melalui ruas jalan yang telah ditentukan.

Pengaturan ini dibuat untuk menjaga keamanan pengguna jalan sekaligus mencegah kerusakan pada jalan-jalan lokal yang tidak dirancang menampung kendaraan bertonase besar.

Selama masa rehabilitasi berlangsung, potensi kepadatan lalu lintas diperkirakan meningkat terutama pada jam berangkat kerja dan jam pulang aktivitas masyarakat.

Karena itu, pengguna jalan disarankan berangkat lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang di sejumlah titik peralihan rute.

Petugas dari Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Banyumas juga akan melakukan pengawasan di lapangan guna memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar.

Rambu-rambu pengalihan telah dipasang pada sejumlah persimpangan strategis untuk membantu pengendara menemukan jalur yang sesuai dengan tujuan perjalanan mereka.

Masyarakat diharapkan mematuhi seluruh petunjuk yang ada serta mengikuti arahan petugas. Dengan kerja sama semua pihak, proses rehabilitasi Jembatan Serayu diharapkan berjalan lancar dan nantinya menghadirkan jalur yang lebih aman, kuat, serta nyaman digunakan kembali setelah akhir Juli 2026. (*)

You Might Also Like

Semarang di Usia 479: Antara Harapan Warga dan Tantangan Kota

Wali Kota Semarang Lepas Pawai Taaruf MTQ Nasional dengan Kibaran Bendera

Jakarta Semarang Makin Dekat, Kereta Jadi Andalan Banyak Orang

Sudah Direkomendasikan, Belum Dikerjakan: Silayur Masih Jadi “Lintasan Uji Nyali”

PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang

TAGGED:banyumas purwokertojembatanjembatan serayu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang
Next Article Berani Lewat Jalur Tikus, Belasan Pendaki Semeru Kena Razia 4 Buron

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERMINTAAN MAAF: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik isu kepemilikan tanah oleh negara. Permintaan maaf tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (ist)

4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?

KEBAKARAN--Lahan di sekitar rel kereta jalur Kapuan-Cepu wilayah Daop 4 Semarang terbakar pada Minggu (6/9/2026). (ist)

5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada

SENGKETA - Sengketa Taman Sriwedari memanas setelah rencana pendirian Sekber ahli waris mendapat penolakan.

Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi wilayah dilanda kekeringan saat musim kemarau panjang.
Fokus

Empat Daerah Ini Paling Rawan Kekeringan saat Kemarau di Jateng, Mana Saja?

Juli 3, 2026
Fokus

Aktivis Lingkungan Ingatkan Risiko Limbah Baterai Bus Listrik

Juni 22, 2026
Pendidikan

Dari Bambu ke Beton, Jalan Sekolah Kini Lebih Aman, Ini yang Dilakukan Polres Banjarnegara

Desember 20, 2025
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat memberi keterangan kepada awak media, Sabtu (12/9/2026). (dul)
Fokus

Bukan Cuma Seremoni, Agustina Ajak Warga Semarang Ramai-ramai Nyanyikan Mars MTQ

September 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jembatan Serayu Banyumas Ditutup Lama, Warga Wajib Putar Arah Lebih Jauh, Ini Jadwalnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?