Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Juara Sertifikasi Tanah Wakaf, Mohammad Saleh: Jangan Berhenti Sebelum Tuntas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jateng Juara Sertifikasi Tanah Wakaf, Mohammad Saleh: Jangan Berhenti Sebelum Tuntas

Kalau solar buat melaut macet, yang ikut berhenti bukan cuma mesin kapal, tapi juga dapur para nelayan. Itulah yang sempat terjadi di SPBUN Pelabuhan Jongor, Kota Tegal.

T. Budianto
Last updated: Juni 23, 2026 5:17 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh mengapresiasi capaian Provinsi Jateng yang menjadi wilayah dengan tingkat sertifikasi tanah wakaf tertinggi secara nasional.

Namun menurutnya, prestasi tersebut bukan garis finis, melainkan awal untuk menuntaskan seluruh proses legalisasi aset wakaf. Saleh berharap percepatan sertifikasi terus dipacu sehingga seluruh tanah wakaf di Jateng dapat memiliki sertifikat resmi sebelum akhir 2026.

Berdasarkan data hingga pertengahan 2026, sebanyak 73.864 bidang tanah wakaf atau sekitar 73 persen dari total tanah wakaf di Jateng telah mengantongi sertifikat.

“Capaian ini patut kita syukuri karena memberikan kepastian hukum terhadap aset-aset keagamaan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat,” ujar Saleh. Menurut Ketua DPD Partai Golkar Jateng tersebut, sertifikasi bukan sekadar urusan administrasi pertanahan.

Baca juga: Jateng Juara Urusan Tanah Wakaf, 73 Persen Sudah Bersertifikat

Legalitas menjadi benteng penting agar aset wakaf tidak memicu sengketa, tumpang tindih kepemilikan, ataupun penyalahgunaan di masa mendatang. “Sertifikasi tanah wakaf bukan sekadar administrasi pertanahan, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap aset keagamaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” katanya.

Ia menilai keberhasilan Jateng tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kantor Pertanahan, Kementerian Agama, hingga organisasi keagamaan yang aktif mendampingi proses sertifikasi di lapangan.

Meski menjadi yang tertinggi di Indonesia, Saleh mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang cukup besar. Saat ini sekitar 27 ribu bidang tanah wakaf, baik berupa masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya, masih belum memiliki sertifikat.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Foto: Ist)

Langkah Percepatan

Karena itu, ia meminta percepatan program sertifikasi tidak mengendur. “Capaian yang ada patut diapresiasi, tetapi percepatan sertifikasi harus terus dilanjutkan agar seluruh tanah wakaf memiliki kepastian hukum yang jelas,” tegasnya.

Saleh juga mendukung target Kementerian ATR/BPN yang menargetkan tingkat sertifikasi tanah wakaf mencapai sedikitnya 95 persen dalam tiga tahun mendatang. Bahkan, ia berharap Jateng bisa melampaui target tersebut dengan menuntaskan seluruh bidang tanah wakaf hingga mendekati 100 persen.

Menurutnya, berbagai hambatan di lapangan harus segera dicari jalan keluarnya. Mulai dari wakif yang telah meninggal dunia, batas tanah yang belum jelas, hingga belum adanya nadzir yang terdaftar secara resmi.

“Permasalahan-permasalahan tersebut membutuhkan pendampingan dan koordinasi yang baik agar proses sertifikasi dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, Saleh mendorong sosialisasi kepada masyarakat terus diperluas agar kesadaran mengenai pentingnya legalitas tanah wakaf semakin meningkat.

Baca juga: Gus Yasin Ajak Perbankan di Jateng Ikut “Patungan Sosial” Lewat Wakaf

Ia optimistis, jika seluruh pihak terus bergerak bersama, Jateng tidak hanya mempertahankan predikat sebagai provinsi dengan sertifikasi tanah wakaf tertinggi, tetapi juga menjadi daerah pertama yang berhasil menuntaskan perlindungan hukum terhadap seluruh aset wakafnya.

“Tanah wakaf merupakan aset umat yang harus dijaga. Sertifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan keberadaan dan pemanfaatannya tetap terlindungi bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Tanah wakaf dibangun untuk ibadah yang manfaatnya bisa bertahan puluhan bahkan ratusan tahun. Ironis jika bangunannya kokoh, tetapi status hukumnya masih rapuh. Sebab aset umat tak cukup hanya dijaga dengan niat baik, melainkan juga dengan kepastian hukum. (tebe)

You Might Also Like

Penemuan Mayat saat Banjir Purwoyoso Bikin Geger, Tertimbun Tumpukan Sampah

Jateng Guyub Desak Tambang Bermasalah Ditutup dan Kriminalisasi Warga Dihentikan

Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

Golkar Dukung Pilkada Lewat DPRD, Sepakat Usulan Cak Imin

TAGGED:headlinenelayan jatengpemkab tegalpemprov jatengspbun jongor
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ini Cara Luthfi Bikin Solar Ngalir di SPBUN Jongor
Next Article Pemerintah Diminta Tangani Timbulsloko Sebelum Bicara Giant Sea Wall

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi perbincangan sehari-hari dengan dialek khas Semarangan.

Lima Umpatan Khas Wong Semarang, Mana Paling Populer?

Kemenkum Jateng Audit Notaris di Tegal dan Brebes

Ilustrasi pengangguran yang sedang mencari pekerjaan.

BPS: Kerja 1 Jam per Minggu Bukan Kategori Pengangguran

Bisnis Depo Peti Kemas Tanjung Emas Makin Gemuk, KPPU Cium Dominasi Tiga Pemain Besar

SAMBUTAN WISUDA: Rektor Untag Semarang, Prof. Dr. dr. Suparjo, M.P. memberi sambutan dalam Wisuda ke-94 di MAJT, Rabu (4/11/2026). (bae)

Prodi Baru Untag Semarang: Pendidikan Arsitektur hingga Doktor Ilmu Manajemen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KOSTUM UNIK--Pelari bersayap mengikuti Soekarno Run SOC 2026 di Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae)
Info

Peri Bersayap hingga Trio Manekin Ikut Ramaikan Soekarno Run 2026

Juni 28, 2026
JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)
Info

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

September 9, 2026
Pendidikan

Ospek Maba UPGRIS Angkat Konflik Agraria, Caping Jadi Simbol Sikap

September 22, 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. (Foto: Ist)
Info

Lima Kelurahan di Semarang Dibayangi Krisis Air Bersih, Agustina Beber Langkah Penanganan

Juli 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Juara Sertifikasi Tanah Wakaf, Mohammad Saleh: Jangan Berhenti Sebelum Tuntas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?