Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemerintah Diminta Tangani Timbulsloko Sebelum Bicara Giant Sea Wall
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pemerintah Diminta Tangani Timbulsloko Sebelum Bicara Giant Sea Wall

Giant Sea Wall memang digadang-gadang jadi solusi besar mengatasi rob di Pantura. Tapi bagi warga Dukuh Timbulsloko, Demak, persoalannya bukan lagi soal rencana masa depan.

T. Budianto
Last updated: Juni 23, 2026 5:28 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TANGGUL LAUT: Konstruksi Tol Semarang-Demak yang akan terintegrasi dengan mega proyek Giant Sea Wall. (Foto: Kementerian PU)
SHARE

BACAAJA, DEMAK- Aliansi Rakyat Miskin Semarang Demak (ARMSD) meminta pemerintah memprioritaskan penanganan wilayah pesisir yang sudah berada dalam kondisi darurat.

Menurut mereka, kawasan seperti Dukuh Timbulsloko di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, membutuhkan langkah cepat, tanpa harus menunggu proyek Giant Sea Wall terwujud.

Permintaan itu disampaikan ARMSD dalam pernyataan sikap terkait rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di Pantura Jawa.  Koordinator ARMSD Ahmad Marzuki mengatakan, sebagian warga di jaringan mereka sudah hidup di tengah genangan air laut.

Baca juga: Warga Pantura Minta Giant Sea Wall Jangan Cuma Untungkan Pemodal

Salah satu contohnya adalah warga di Dukuh Timbulsloko yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi. “Dukuh Timbulsloko dan beberapa dukuh lain di Sayung sudah lama terabrasi, dan rumah-rumah warga yang bertahan sudah lama berada di atas air laut (disebut geladak),” kata Marzuki, Selasa (23/6/2026).

Kondisi itu membuat kehidupan warga semakin berat. Rumah-rumah yang masih bertahan kini berdiri di atas geladak, sementara air laut menjadi bagian dari keseharian mereka.

Terdampak Rob

Menurut ARMSD, saat rob datang, air laut bisa langsung masuk ke rumah warga. Tidak hanya itu, akses jalan di dalam dukuh juga kerap terdampak karena sebagian terbuat dari kayu geladak.

“Kalau air laut naik, air laut menggenangi lantai rumah warga. Kadang-kadang jalan dukuh, yang juga terbuat dari kayu geladak, terendam dan disapu oleh air laut,” ujarnya.

Dalam situasi seperti itu, ARMSD menilai warga saat ini hanya berusaha bertahan. Mereka khawatir kondisi akan semakin memburuk jika penanganan darurat terus tertunda.

Karena itu, organisasi tersebut meminta pemerintah tidak menjadikan Giant Sea Wall sebagai satu-satunya jawaban untuk persoalan pesisir. Menurut mereka, ada kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.

Baca juga: Gus Yasin Sebut Giant Sea Wall Semarang Demak akan Dibikin Lebih Panjang, sampai Mana?

“Kasus-kasus darurat seperti Timbulsloko, dalam pandangan kami, perlu penanganan darurat dan cepat dari pemerintah, tidak perlu menunggu proyek Giant Sea Wall,” tegas Marzuki. ARMSD berharap pemerintah memberi perhatian lebih kepada wilayah-wilayah yang saat ini sudah mengalami dampak paling parah akibat abrasi dan rob.

Sulit membicarakan proyek raksasa yang baru akan dibangun, ketika ada warga yang setiap pagi membuka pintu rumah dan langsung disambut air laut. Sebab bagi mereka, rob tidak pernah menunggu rapat selesai ataupun proyek dimulai. (bae)

You Might Also Like

Jejak Longsor Cilacap dan Upaya Tanpa Henti Tim SAR

Polda Jabar Telusuri Tragedi di Pernikahan Anak Gubernur Dedi Mulyadi

Indonesia Siap Guncang Dunia Basket, Jadi Tuan Rumah Dua Turnamen FIBA 3×3 Internasional

Usai Lebaran, Jateng Siap Gas Bangun Dry Port

Kader Banteng Tetap Serahkan Koin Patungan meski Hasto Sudah Bebas, Untuk Apa?

TAGGED:giant sea wallheadlinepemkab demakpemprov jatengrob pantura
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jateng Juara Sertifikasi Tanah Wakaf, Mohammad Saleh: Jangan Berhenti Sebelum Tuntas
Next Article Biar Turis Nggak Cuma Lewat, Waka DPRD Jateng Dorong Destinasi Satu Jalur Aglomerasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

228 Ribu Siswa Lolos SPMB Jateng

80 Juta Dolar buat Hak Siar Piala Dunia? DPR Minta TVRI Buka-bukaan

Nilai Lolos Jalur Prestasi SMAN 3 Semarang Turun

Biar Turis Nggak Cuma Lewat, Waka DPRD Jateng Dorong Destinasi Satu Jalur Aglomerasi

Pemerintah Diminta Tangani Timbulsloko Sebelum Bicara Giant Sea Wall

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TABRAKAN--KA Harina menabrak truk boks yang terobos palang perlintasan kereta di Semarang, Senin (22/6/2026) sore. (ist)
Info

‘Ciuman Kecil’ KA Harina untuk Truk Boks yang Nekat Terobos Palang di Semarang

Juni 22, 2026
Daerah

Nggak Ada Kembang Api, Simpang Lima Tetap Nyala karena Doa dan Solidaritas

Januari 2, 2026
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Info

Wali Kota Denpasar Buka-bukaan! Penonaktifan BPJS Kesehatan Itu Instruksi Presiden

Februari 13, 2026
Politik

PDIP Masih Keukeuh: Biar Capek ke TPS, yang Penting Rakyat Ikut Milih

Desember 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemerintah Diminta Tangani Timbulsloko Sebelum Bicara Giant Sea Wall
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?