BACAAJA, SEMARANG – Kalau dulu toko buku identik dengan suasana sunyi dan orang datang cuma buat beli buku lalu pulang, sekarang suasananya beda banget di Gramedia Jalma Pandanaran, Semarang.
Tempat ini pelan-pelan berubah jadi spot nongkrong baru anak muda yang nyaman buat baca buku, nugas, meeting kecil, sampai sekadar cari suasana adem di tengah penatnya aktivitas.
Konsep baru yang dibawa Gramedia lewat “Jalma” memang terasa lebih fresh. Nama “Jalma” sendiri diambil dari bahasa Sunda dan Jawa yang berarti manusia.
Bacaaja: Perpus Rasa Kafe, Pemkot Siap Bikin Warga Betah Baca
Bacaaja: Mahasiswa Internasional Ikut Nongkrong di Perpustakaan Desa Campuranom
Sesuai namanya, tempat ini dibuat bukan cuma jadi toko buku, tapi juga ruang buat orang-orang datang, ngobrol, belajar, dan menikmati waktu dengan lebih santai.
Begitu masuk ke area Gramedia Jalma, vibes-nya langsung terasa beda. Interiornya lebih hangat, modern, dan nggak kaku seperti toko buku pada umumnya.
Rak buku masih jadi pusat perhatian, tapi sekarang dipadukan dengan area duduk cozy, sudut baca nyaman, ruang komunitas, sampai kafe yang bikin pengunjung betah berlama-lama.
Perubahan itu juga dirasakan langsung oleh Candra Kurniawan (22). Ia mengaku cukup kaget setelah melihat tampilan baru Gramedia Jalma dibanding sebelum direnovasi.
“Sekarang rasanya lebih hidup. Dulu ya toko buku biasa aja, sekarang jadi nyaman banget buat nongkrong,” katanya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Candra, konsep seperti ini cocok banget buat mahasiswa yang sering cari tempat nugas selain kampus atau coffee shop.
“Kayaknya bakal makin banyak mahasiswa ke sini. Ada tempat duduk nyaman, ada kopi juga. Jadi nggak bosan. Bisa baca buku, nugas, atau sekadar nongkrong santai,” ujarnya sambil tertawa.
Hal serupa juga dirasakan Intan Dwi Indriawati (24), mahasiswa Universitas Diponegoro. Ia mengaku suasana baru Gramedia Jalma bikin kegiatan membaca terasa jauh lebih menyenangkan.
“Betah banget baca di sini. Mungkin karena suasananya baru juga, tapi memang sekarang jauh lebih nyaman dibanding dulu,” ungkapnya.
Menurut Intan, tempat seperti ini bikin orang jadi pengen lebih lama menikmati buku tanpa buru-buru pulang.
“Coba aja datang sekali. Rasain sendiri vibes-nya. Enak banget buat baca atau sekadar cari suasana baru,” katanya.
Di tengah kebiasaan orang yang sekarang lebih sering scroll media sosial atau main gadget, hadirnya Gramedia Jalma terasa seperti angin segar. Pengunjung nggak cuma datang buat beli buku, tapi juga bisa menikmati waktu dengan lebih santai tanpa merasa dikejar-kejar.
Selain area baca yang nyaman, Gramedia Jalma juga punya ruang komunitas, kafe, koleksi buku lengkap, sampai produk kreatif seperti alat tulis dan mainan edukatif. Bahkan ada reading pod khusus anak-anak supaya budaya membaca bisa mulai dikenalkan sejak kecil.
Buat sebagian orang, ini mungkin cuma renovasi toko buku biasa. Tapi buat banyak pengunjung, Gramedia Jalma berhasil bikin toko buku terasa lebih dekat, lebih hangat, dan lebih relevan dengan gaya hidup anak muda sekarang.
Di sini, buku bukan lagi sekadar barang buat dibeli. Tapi juga jadi alasan buat nongkrong, ngobrol, belajar, sampai healing tipis-tipis di tengah ramainya kota. (dul)

