Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pertamina NRE Berminat Kembangkan Nuklir, Target Dirikan PLTN di Pulau Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sirkular

Pertamina NRE Berminat Kembangkan Nuklir, Target Dirikan PLTN di Pulau Ini

Pertamina NRE berencana mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Sumtara dan Kalimantan. Jaringan listrik nuklir ditargetkan masuk jaringan PLN pada 2032-2033.

R. Izra
Last updated: Juli 10, 2025 10:17 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
Ilustrasi cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
SHARE

NARAKITA, JAKARTA – Pemerintah berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berkapasitas 500 Megawatt (MW) setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Seiring hal itu PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) akan turut mengembangkan PLTN.

Pertamina RNE berencana mendirikan PLTN di Pulau Sumatra dan Kalimatan.

Ditargetkan, jaringan listrik tenaga nuklir sudah masuk jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada tahun 2032-2033.

Rencana tersebut tertuang dalam Rencana Usaha Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2035.

Untuk PLTN di Sumatra target kapasitasnya 250 MW dan Kalimantan sebesar 250 MW.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan, pihaknya tertarik ikut menggarap proyek PLTN itu.

Apalagi, hal ini bisa mendorong kontribusi Pertamina NRE dalam proyek pemerintah.

“Iya [berminat] karena kan kami juga ingin selalu berkontribusi. Kami kan gitu. Apapun juga yang diharapkan oleh pemerintah yang ada di RUPTL, apalagi kami sebagai bagian dari [perusahaan] energi baru dan terbarukan,” kata John di Karawang, Jawa Barat, baru-baru ini.

Kendati demikian, John mengatakan, semua keputusan ada di tangan pemerintah.

Artinya, jika pemerintah memang menghendaki bekarja sama dengan Pertamina NRE, maka pihaknya juga terbuka.

Hal ini termasuk potensi bergabungnya Pertamina NRE dalam pembangunan PLTN, apakah masuk di hulu atau di hilir.

“Tentu saja nanti pemerintah yang memutuskan, apakah [Pertamina NRE] akan berkolaborasi dengan PLN atau lainnya, tidak masalah,” kata John.

Lebih lanjut, John menuturkan, pihaknya melakukan kajian ihwal nuklir, baik dari teknologi yang digunakan, lokasi pengembangan PLTN, maupun sumber energi yang akan digunakan.

Hal ini seiring dengan upaya pemerintah yang masih menyiapkan regulasi pengembangan PLTN.

Adapun, sejumlah negara yang dipelajari oleh Pertamina NRE terkait pengimplementasian PLTN, yaitu Rusia, China, Kanada, Swiss, dan Amerika Serikat (AS).

“Jadi dari pemerintah membahas regulasinya, dari kami mencari teknologinya macam-macam mau dari mana,” ucap John.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan aturan terkait pengolahan uranium atau thorium sebagai bahan baku PLTN di Kalimantan.

Adapun, potensi energi nuklir berupa uranium atau thorium itu ditemukan di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Potensi uranium di Kabupaten Melawi menurut Atlas Geologi Sumber Daya Mineral dan Energi Kalimantan Barat sebesar 24.112 ton.

Namun, pemanfaatan nuklir sebagai energi primer masih menunggu adanya kebijakan dari pemerintah yang didukung studi kelayakan pembangunan PLTN.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, pihaknya masih menata perizinan di wilayah usaha radioaktif tersebut.

Sebab, pemberian izin usaha pertambangan, apalagi uranium atau thorium harus ketat.

Oleh karena itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) pun dilibatkan.

Yuliot pun mengatakan, pihaknya saat ini terus mempelajari penggunaan teknologi untuk PLTN tersebut yang bakal menggunakan konsep small modular reactor (SMR) sebagaimana di China dan Rusia. (*)

You Might Also Like

IEU-CEPA Jadi Pintu Masuk Produk Hijau RI ke Pasar Eropa

Wamentan Ajak Peternak Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi Terbarukan

Jateng Serius Jadi Pusat Industri Hijau, Luthfi: Ekonomi Masa Depan Ada di Sini!

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

PLN Terangi Sekolah Papua Tengah dengan Super Sun

TAGGED:listrik nuklirpembangkit listrik tenaga nuklirpertamina pltnpertamina rne dirikan pltnpltn kalimantanpltn sumatra
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Real Madrid dicukur 4 gol tanpa balas oleh PSG, dalam semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, di Stadion Metlife, New Jersey, Kamis (10/7/2025) dini hari WIB. Madrid Menangis di Kaki Enrique, PSG Bantai Pasukan Xabi 4 Gol Tanpa Balas
Next Article Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa tidak memenuhi panggilan KPK sebaagi saksi korupsi dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021 2022 Hari Ini Khofifah Diperiksa KPK soal Korupsi Dana Hibah di Polda Jatim

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sidang Nadiem Makin Panas, Tuntutan Belasan Tahun Bikin Geger

Jawaban Dibilang Salah, Lomba MPR Malah Berujung Gugatan Panjang

OC Kaligis Laporkan Menkes ke Polda Metro Jaya, Ternyata Terkait Hal Ini

Gerobak Pinggir Jalan Hancur, Disikat Mobil MBG Owi Pulang Tinggalkan Anak Masih Balita

Jakarta Belum Jadi Pensiun Sebagai Ibu Kota Negara, Putusan MK Malah Bikin Ramai Lagi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi pembagkit listrik tenaga angin, untuk memaksimalkan EBT.
Sirkular

75 Persen Pembangkit Listrik PLN Berasal dari EBT pada 2034, Simak Rinciannya

Juni 9, 2025
Ilustrasi Anugerah Adipura
Sirkular

Menteri LH: Daerah yang Gagal Kelola Sampah ‘Dianugerahi’ Predikat Kota Kotor

Juni 23, 2025
Kondisi perkampungan di wilayah pesisir Senmarang, di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Semarang Utara. Tambak yang tidak lagi produktif, dan ancaman genangan rob yang menghantui sehari-hari. Foto: BAE
Sirkular

Adaptasi Warga Pesisir Semarang-Demak Mencari Penghidupan di Tengah Rob

Juli 20, 2025
Pemerhati lingkungan pesisir dari Universitas Katholik Sugijopranoto (Unika) Semarang Hotmauli Sidabalok, saat menjelaskan masalah lingkungan yang terjadi di pesisir Semarang-Demak, Sabtu (19/7/2025). Foto: BAE
Sirkular

Pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Menambah Tumpukan Masalah di Pesisir

Juli 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pertamina NRE Berminat Kembangkan Nuklir, Target Dirikan PLTN di Pulau Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?