Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura

T. Budianto
Last updated: Oktober 8, 2026 5:26 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SEMAKIN TERENDAM: Salah satu warga Dukuh Pandansari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak di depan rumahnya yang semakin terendam air laut, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Giant Sea Wall masih jadi proyek besar yang bakal membentang di Pantura Jawa. Tapi sebelum tembok raksasa itu berdiri, pemerintah ternyata tidak mau cuma duduk menunggu sambil melihat abrasi, rob, dan banjir datang bergantian. Ada pasukan yang mau diturunkan lebih dulu: mangrove.

Badan Otorita Pengelola Pantura (BOPPJ) bersama Pemprov Jateng akan memasifkan penanaman mangrove di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Rencananya, kegiatan tersebut segera dilakukan dengan melibatkan masyarakat.

Rencana itu disampaikan Wakil Kepala BOPPJ, Fadil Imran saat audiensi dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (8/10/2026). Fadil mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan ekologis sekaligus pemberdayaan masyarakat di kawasan Pantura.

“Presiden sudah memerintahkan BOPPJ untuk mengoptimalkan perlindungan ekologis dan pengembangan ekonomi masyarakat di Pantura. Salah satu wilayah yang menjadi titik untuk dikelola adalah di Kota Semarang, Demak, dan Kendal,” kata Fadil.

Baca juga: Sayung Masuk Prioritas Giant Sea Wall Sepanjang 298 Km

Jadi, urusannya bukan sekadar menanam pohon lalu foto bersama. Masyarakat dan komunitas lokal justru dinilai punya peran penting karena mereka yang sehari-hari berhadapan langsung dengan kondisi pesisir. “Giant Sea Wall dalam konsep besarnya adalah pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah praktik baik pengelolaan mangrove di Jateng juga ikut dibahas. Salah satunya datang dari Kabupaten Brebes. Tokoh pemuda Mohammad Bangkit disebut berhasil menggerakkan Pokdarwis Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes. Model seperti ini dinilai bisa menjadi contoh bahwa menjaga pesisir tidak harus selalu menunggu proyek besar turun dari pemerintah.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyebut langkah BOPPJ tersebut sejalan dengan program Mageri Segoro yang selama ini telah dilakukan di kawasan pesisir Jateng.

Wilayah pesisir Jateng memang bukan area kecil. Panjang garis pantainya mencapai 1.127,85 kilometer. Rinciannya, Pantura sekitar 651,47 kilometer, Pantai Selatan 343,50 kilometer, dan Karimunjawa 132,88 kilometer. Artinya, yang harus dijaga bukan cuma garis pantainya.

Bergantung Kondisi

Di belakang garis tersebut ada permukiman, tambak, nelayan, kawasan industri, infrastruktur, hingga kehidupan masyarakat yang setiap hari bergantung pada kondisi pesisir.

“Tentu saja program BOPPJ itu selaras dengan program Jateng. Kita punya program Mageri Segoro yang itu sudah melibatkan seluruh komponen masyarakat,” kata Luthfi.

Masalah Pantura juga ternyata tidak sesederhana air laut naik lalu masuk rumah. Abrasi dan erosi membuat garis pantai mundur. Belum lagi banjir, rob, penurunan muka tanah, sedimentasi, dan berbagai persoalan lain yang saling berkelindan.

Karena itu, menurut Luthfi, perlindungan Pantura harus dilakukan secara terpadu. Untuk jangka panjang, ada Giant Sea Wall sepanjang Pantura Jawa yang masuk dalam proyek strategis nasional.

Khusus Jawa Tengah, proyek tersebut direncanakan membentang sekitar 274,7 kilometer, melewati Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati hingga Rembang.

Baca juga: Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan

Tapi sekali lagi, sebelum tembok raksasa itu berdiri, masyarakat diminta tidak menunggu. Mangrove, cemara, hingga pohon kelapa diharapkan mulai ditanam dan dirawat sejak sekarang.

“Sebelum adanya Giant Sea Wall berdiri, harapannya masyarakat sudah terbiasa dengan penanaman mangrove, cemara, kemudian kelapa nyiur dan sebagainya. Sehingga upaya pencegahan sejak dini ini diberikan sebelum proyek Giant Sea Wall dilaksanakan,” kata Luthfi.

Sebab, kalau menunggu Giant Sea Wall selesai baru sibuk menjaga pesisir, bisa jadi laut sudah lebih dulu bilang: “Maaf, saya keburu masuk.” Tembok raksasa boleh jadi solusi jangka panjang. Tapi alam jelas tidak kenal istilah “proyek masih proses.” (tebe)

You Might Also Like

Siasat Perajin Tempe agar Harga Tak Naik di Tengah Himpitan Lesunya Rupiah

Dana UMKM Diduga Tertahan Rp3 Triliun, Andhika Satya Desak DPR Panggil TikTok

Indra Kenz Terseret Skandal Kontainer Lapas Cibinong, Bebas Bersyarat Dicabut

Muharram Datang Bawa Semangat Baru, Pintu Amal Kian Terbuka

Main Sore Berujung Luka, Tiga Bocah Buleleng Diserang Anjing Misterius

TAGGED:giant sea wallheadlinepemprov jatengsayung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. Arif, Kepercayaan Nusron, Buka Suara soal Dugaan Dana Muktamar NU
Next Article Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kasus Bullying di Pemalang Disorot, Pemprov: CCTV Jangan Cuma Jadi Pajangan

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2003–2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A., meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. (Dok. Maarif NU Jawa Tengah)

Kiai Adnan, Mantan Ketua PWNU Jateng dan Sosok Akademisi Itu Telah Wafat

Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028

Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
Info

Kabar Duka dari Sumatera saat Natal Tiba, Korban Jiwa Tembus 1.129 Orang

Desember 25, 2025
KOLASE FOTO TERSANGKA KORUPSI MBG - Kiri ke kanan: Eks-Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.
Hukum

Korupsi MBG! Selain Dadan, 2 Purnawirawan Jenderal Ikut Ditahan Kejagung

Juni 3, 2026
Ilustrasi petugas mengekuasi korban kecelakaan bus. (grafis/wahyu)
Info

Fakta Baru Kecelakaan Bus di Tol Krapyak: Pengemudi Sopir Cadangan, Korban Jadi 16 Orang

Desember 22, 2025
SAKSI SIDANG--Para saksi sedang diperiksa dalam sidang kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, Jumat (21/8/2026). (bae)
Hukum

Duit ‘Haram’ Bupati Fadia Arafiq Mengalir ke Golkar Pekalongan, Ruben: untuk Kegiatan Partai

Agustus 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?