Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028

T. Budianto
Last updated: Oktober 8, 2026 5:43 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PERAIH MEDALI: Tiga atlet sepak takraw asal Jawa Tengah yang sukses berkontribusi meraih medali di Asian Games 2026. (Foto: KONI Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Raihan satu medali perak dan tiga perunggu dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ternyata belum bikin sepak takraw Jawa Tengah puas. Justru sebaliknya, hasil itu seperti alarm untuk naik level.

Usai membawa pulang empat medali, Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jateng mulai mengarahkan pandangan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Targetnya pun bukan sekadar ikut bertanding atau numpang lewat di podium. Tiga medali emas dipatok.

Ketua Umum Pengprov PSTI Jateng, Agung Hariyadi mengatakan, penampilan atlet Jateng di level Asia menjadi tambahan motivasi untuk mempersiapkan tim menghadapi PON mendatang.

“PON 2028 menjadi sasaran berikutnya. Kami menargetkan tiga medali emas dan tentu berharap para atlet yang tampil di Asian Games bisa menjadi bagian penting dari tim Jateng,” ujarnya.

Baca juga: Empat Atlet Takraw Jateng Buktikan PPLOP Tak Sekadar Nama

Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, empat atlet Jateng memang punya kontribusi nyata untuk Indonesia. Yudha Aswinatama asal Demak berhasil meraih medali perak nomor quadrant event putra. Sedangkan tiga perunggu dipersembahkan Dini Mitasari, M Ubaidur Rohman, dan Frisca Kharisma.

Empat medali tersebut menunjukkan satu hal: Jateng masih punya stok atlet yang bisa bersaing di level tinggi. Tapi tentu saja, modal medali saja tidak cukup.

Agung menilai persiapan menuju PON harus dilakukan sejak jauh-jauh hari. Pengalaman bertanding di level Asia juga menjadi bekal penting, terutama untuk menghadapi tekanan pertandingan dan lawan dengan kualitas yang tidak bisa dianggap enteng.

Dini Mitasari bahkan mengakui persaingan di Asian Games cukup ketat. Thailand dan Korea Selatan menjadi dua negara yang menurutnya punya kekuatan besar di sepak takraw.

Lebih Panjang

Yang menarik, persiapan menuju Asian Games kali ini hanya sekitar tiga bulan. Padahal, dalam kondisi normal, persiapan bisa jauh lebih panjang, bahkan mencapai 10 bulan.

“Persiapan kami kali ini sekitar tiga bulan. Biasanya bisa lebih lama, bahkan sampai 10 bulan. Dengan persiapan yang terbatas, kami bersyukur tetap bisa membawa pulang medali,” kata Dini.

Artinya, kalau waktu persiapan lebih panjang, ruang untuk berkembang juga sebenarnya masih terbuka lebar. Begitu pula dengan Yudha Aswinatama. Tampil untuk pertama kalinya di Asian Games, atlet asal Demak itu langsung mampu membawa pulang medali perak.

Tampil di panggung Asia, menghadapi lawan-lawan tangguh, lalu pulang dengan medali tentu menjadi modal berharga untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Baca juga: Atlet Jateng Sabet 11 Medali di Asian Games 2026

Kini pekerjaan rumah PSTI Jateng adalah menjaga agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai cerita manis selepas Asian Games. Evaluasi harus jalan. Regenerasi harus jalan. Pembinaan juga harus jalan.

Sebab target tiga emas PON 2028 jelas bukan target yang bisa dikejar dengan modal semangat sehari dua hari. Atlet perlu disiapkan, kompetisi diperbanyak, kualitas pelatih dijaga, dan jam terbang terus ditambah.

Empat atlet sudah menunjukkan bahwa Jateng bisa bersaing di Asia. Berikutnya tinggal membuktikan apakah tiga emas PON 2028 hanya akan menjadi target di atas kertas atau benar-benar berubah menjadi kenyataan.

Karena dalam olahraga, target itu gratis diucapkan. Yang mahal adalah proses untuk mewujudkannya. Dan medali emas, tentu saja, tidak bisa dicetak hanya dari baliho bertuliskan “target juara”. (tebe)

You Might Also Like

Pemprov Jaga 1,5 Juta Hektare Sawah di Jateng

Aduh Mengkhawatirkan! Kim Jong Hyeok Diisukan Jadi Wasit Laga Jepang vs Indonesia

Pemprov Terjunkan Dokter Speling ke Lokasi Bencana

Kabar Terbaru Riyandi Usai Dilarikan ke RS, Persis Lega

APBD Jateng 2026 Dirombak, Anggaran Pembangunan Diperbesar

TAGGED:koni jatengpemprov jatengpsti jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura
Next Article Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kasus Bullying di Pemalang Disorot, Pemprov: CCTV Jangan Cuma Jadi Pajangan

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2003–2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A., meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. (Dok. Maarif NU Jawa Tengah)

Kiai Adnan, Mantan Ketua PWNU Jateng dan Sosok Akademisi Itu Telah Wafat

Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028

Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Nggak Cuma Jalur Mudik, Akses ke Tempat Wisata Juga Disulap Jadi Mulus

Maret 14, 2026
Sepak Bola

Frank Van Kempen Resmi Nahkodai Timnas Indonesia U-20, PSSI Siapkan Jalan ke Piala Dunia 2027

Juli 5, 2025
Info

Forsan Jateng Mau Bikin Pesantren Makin Aman

Mei 26, 2026
Olahraga

Pexi Jateng Dukung Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Xiangqi Asia 2028

Oktober 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?