Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Empat Atlet Takraw Jateng Buktikan PPLOP Tak Sekadar Nama
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Empat Atlet Takraw Jateng Buktikan PPLOP Tak Sekadar Nama

T. Budianto
Last updated: Oktober 8, 2026 4:41 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAMBUT ATLET: Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jateng, Aria Chandra Destianto menyambut kedatangan atlet sepak takraw Jateng yang meraih prestasi di Asian Games 2026 di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin, (5/10/2026). (Foto: KONI Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Ada kalanya hasil pembinaan olahraga tidak perlu banyak teori. Cukup lihat siapa yang berdiri di podium. Empat atlet sepak takraw Jateng berhasil membawa pulang medali dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Yang bikin bangga, mereka bukan atlet yang tiba-tiba muncul ketika panggung internasional sudah terbuka.

Mereka ditempa sejak usia pelajar melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah. Empat nama itu yakni Yudha Aswinatama dari Demak, Dini Mitasari dan M Ubaidur Rohman dari Jepara, serta Frisca Kharisma dari Banyumas.

Yudha berhasil menyabet medali perak dari nomor quadrant event putra. Sementara Dini, Ubaidur, dan Frisca masing-masing ikut menyumbangkan medali perunggu. Total ada empat medali dari sepak takraw yang masuk ke kantong kontingen Indonesia.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jateng, Aria Chandra Destianto menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet sejak usia pelajar bisa menghasilkan prestasi hingga level Asia.

Baca juga: Dua Atlet PSE Semarang Bawa Pulang Medali Asian Games 2026

“Empat medali dari sepak takraw menjadi kebanggaan bagi Jawa Tengah. Yang membanggakan, atlet-atlet ini merupakan hasil pembinaan PPLOP Jawa Tengah,” ujar Aria.

Buat Aria, prestasi tersebut bukan sekadar kabar bagus yang selesai setelah seremoni penyambutan atlet. Justru ini menjadi semacam rapor untuk sistem pembinaan yang sudah berjalan.

Sebab, membentuk atlet tidak bisa seperti memasak mi instan. Masuk pembinaan hari ini, besok langsung jadi juara. Ada proses panjang, latihan berulang, pertandingan, evaluasi, sampai akhirnya seorang atlet siap menghadapi tekanan di level internasional.

Aria menilai keberhasilan empat atlet tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan secara berjenjang mulai membuahkan hasil. Karena itu, keberlanjutan pembinaan menjadi pekerjaan berikutnya.

Terus Didampingi

Atlet yang sudah menunjukkan potensi harus terus didampingi agar tidak berhenti hanya karena pernah meraih medali. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berjenjang mulai membuahkan hasil di level internasional,” katanya.

Pesan serupa datang dari Ketua Umum Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jateng, Agung Hariyadi. Ia mengapresiasi perjuangan para atlet sekaligus mengingatkan agar capaian di Asian Games tidak membuat pembinaan berhenti di titik nyaman.

“Ini menjadi bukti bahwa tradisi prestasi sepak takraw Jateng masih terjaga. Namun, hasil ini tidak boleh membuat kami cepat puas. Pembinaan harus terus ditingkatkan agar ke depan bisa naik podium dengan medali emas,” ujar Agung.

Kalimat “belum puas” itu memang penting. Sebab, empat medali memang patut dirayakan. Tetapi olahraga tidak mengenal kata selesai. Hari ini perunggu, besok harus mengejar perak. Setelah itu, target berikutnya tentu emas.

Baca juga: Atlet Jateng Sabet 11 Medali di Asian Games 2026

Agung berharap keberhasilan Yudha, Dini, Ubaidur, dan Frisca bisa menjadi pemantik semangat bagi atlet-atlet muda Jateng lainnya yang kini masih menjalani proses pembinaan.

Mereka bisa melihat bahwa perjalanan dari bangku pelajar menuju panggung olahraga internasional bukan sekadar cerita motivasi. Ada jalannya. Ada sistemnya. Dan ada proses panjang yang harus dilewati.

Selain mengejar prestasi internasional, pembinaan atlet juga dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan nasional, termasuk PON 2028. Artinya, setelah Asian Games selesai, pekerjaan rumah berikutnya sudah menunggu. Karena prestasi hari ini seharusnya bukan garis akhir, melainkan bahan bakar untuk mengejar prestasi berikutnya.

Empat atlet ini membuktikan bahwa bibit juara memang bisa tumbuh sejak bangku pelajar. Tinggal jangan sampai setelah mereka sukses, semua orang baru sibuk mengaku ikut “membina”.

Sebab atlet tidak tumbuh dari seremoni, tepuk tangan, atau spanduk ucapan selamat. Mereka tumbuh dari latihan, fasilitas, pelatih, kompetisi, dan pembinaan yang konsisten, jauh sebelum medali akhirnya menempel di leher. (tebe)

You Might Also Like

Ospek Maba UPGRIS Angkat Konflik Agraria, Caping Jadi Simbol Sikap

Akibat Demo 25 Agustus – 1 September 2025: Bikin Ekonomi Indonesia Goyang

NIK Jadi Identitas Tunggal, Warga Tak Lagi Repot Fotokopi KTP

Jadi Tuan Rumah, Luthfi Targetin Jateng Juara Umum Pomnas XIX

Pengakuan Emak-emak Massa Bayaran Demo Dukung MBG: Dapat Uang Jajan, Seratus

TAGGED:asian games 2026dispora jatengheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Psikolog: Bullying Terus Berulang karena Pelaku Tak Mendapat Sanksi Tegas
Next Article Psikolog Ajak Korban Bullying Berani Bercerita dan Minta Bantuan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2003–2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A., meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. (Dok. Maarif NU Jawa Tengah)

Kiai Adnan, Mantan Ketua PWNU Jateng dan Sosok Akademisi Itu Telah Wafat

Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028

Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Arif, Kepercayaan Nusron, Buka Suara soal Dugaan Dana Muktamar NU

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi kendaraan taktis (rantis) Baracudda milik Polri, dengan pengawalan ketat Brimob.
Hukum

Polisi Geledah Lokasi ke-13, Polda Metro Jaya Dijaga Ketat Brimob

Juli 10, 2026
Info

Temui Warga Mangkang, Agustina Fokus Benahi RTLH dan Pengairan

Juli 11, 2026
Info

Perpus Rasa Kafe, Pemkot Siap Bikin Warga Betah Baca

Februari 4, 2026
Sepak Bola

Perang Mental di Batakan

Maret 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Empat Atlet Takraw Jateng Buktikan PPLOP Tak Sekadar Nama
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?