Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Psikolog: Bullying Terus Berulang karena Pelaku Tak Mendapat Sanksi Tegas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Psikolog: Bullying Terus Berulang karena Pelaku Tak Mendapat Sanksi Tegas

T. Budianto
Last updated: Oktober 8, 2026 4:20 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KOMENTARI BULLYING: Psikolog Laurencia Rizki Marhendrawati yang biasa disapa Kiki memberi analisis mengenai kasus bullying, saat ditemui di tempat kerjanya RSJD Dr Amino Gondohutomo, Kamis (8/10/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kasus bullying atau perundungan terhadap anak sekolah kembali terjadi. Psikolog menilai perundungn sulit berhenti jika pelaku tidak mendapat tindakan tegas yang menimbulkan efek jera.

Di Pemalang, seorang siswa kelas 2 SD meninggal dunia pada 30 September 2026 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar sembilan hari. Keluarga menyebut korban sempat bercerita tentang dugaan kekerasan oleh kakak kelas.

Sementara di Ungaran, Kabupaten Semarang, seorang siswa kelas 4 SD diduga menjadi korban perundungan oleh dua teman sekelasnya pada 23 September 2026. Korban disebut mengalami trauma.

Psikolog Laurencia Rizki Marhendrawati alias Kiki memberi analisis mengapa kasus bullying terus ada, bahkan terulang. “Jawabannya adalah bisa saja karena tidak ada tindakan yang tegas,” ujar Kiki yang merupakan psikolog klinis di RSJD Dr. Amino Gondohutomo saat ditemui, Kamis (8/10/2026).

Baca juga: Agustina Minta Tiap Sekolah Punya Forum Anti-Perundungan

Menurutnya, sekolah perlu memiliki aturan yang jelas mengenai sanksi bagi pelaku. Salah satu bentuknya, pelaku yang sudah dua kali mendapat laporan bullying dapat dikenai sanksi berat hingga dikeluarkan dari sekolah.

“Harusnya tegas. Misalnya di sekolah itu dibuat peraturan, dua kali mendapat laporan bully, (pelaku) dikeluarkan,” ujar Kiki. Dia menilai persoalan menjadi lebih rumit ketika sekolah justru memilih menutupi kasus. Kondisi tersebut membuat perilaku pelaku tidak benar-benar dihentikan dan korban berpotensi terus mengalami tekanan.

Oknum Pelaku

Bahkan, katanya, pelaku bullying tidak selalu berasal dari kalangan siswa. Ada kemungkinan perilaku tersebut dilakukan oknum dari lingkungan sekolah, termasuk guru atau pengasuh di lembaga pendidikan tertentu.

Selain soal penanganan di sekolah, Laurencia melihat ada persoalan lain yang ikut membentuk perilaku anak, yakni lingkungan keluarga. Menurut dia, anak yang tumbuh dalam pola asuh penuh kekerasan atau sering melihat konflik di rumah bisa membawa pengalaman tersebut ke lingkungan sosialnya.

“Kalau orang tuanya membully anaknya, ya anaknya (berpotensi) jadi pembully,” ujar psikolog yang juga praktik di Halodoc.com itu. Menurut Kiki, bullying juga bisa menjadi rantai yang terus berulang.

Baca juga: Wagub Taj Yasin: Kampus Harus Jadi Markas Toleransi, Bukan Ajang Perundungan

Anak yang pernah mengalami perundungan dapat melakukan hal serupa kepada orang lain yang dianggap lebih lemah. “Enggak mungkin pembuli ini membully atasannya atau kakak kelasnya atau teman sebayanya yang kelihatan sangar,” ujarnya.

Sebab kalau sekolah sibuk menjaga nama baik sementara korban sibuk menyembuhkan traumanya, bullying tidak benar-benar hilang. Ia cuma pindah tempat, menunggu korban berikutnya. Dan kalau setiap kasus kembali selesai dengan kalimat “anak-anak namanya juga bercanda”, mungkin yang perlu bercanda bukan anaknya. Yang sedang bercanda justru keseriusan orang dewasa dalam melindungi mereka. (bae)

You Might Also Like

Kabar Baik dari Grobogan: Ratusan Warga Diduga Keracunan Sudah Pulih

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

PSIS Masuk Fase Krusial: Tiga Laga Tandang, Satu Kandang

Disomasi Bekas Sekjen PBNU soal Dugaan Suap Muktamar NU, Gus Lilur: Saya Menunggu Dipidana

Curhat Alumni Viral, Dugaan Perundungan Guru SMAN Bantul Diusut Serius Sekarang

TAGGED:headlinekp3aiperundunganpsikolog
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PCNU Laporkan Dugaan Suap Muktamar ke-35 NU ke KPK
Next Article Empat Atlet Takraw Jateng Buktikan PPLOP Tak Sekadar Nama

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gowes Sambil Menikmati Hidden Gem Kaki Lawu, 600 Pesepeda Serbu Tour de Surakarta 2026

Mendagri Bongkar Celah Calo Haji, Biometrik Jadi Andalan

Kompolnas Sentil Polres Cilegon, 19 Siswa Kena Gas Air Mata

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, DPR Soroti Disiplin TNI

Ketuk Pintu Langit, 550 Orang Minta Hujan di Banjarnegara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua DPR RI Puan Maharani saat memberikan keteranan kepada awak media, Selasa (26/8/2025). Foto: dok.
Nasional

Puan Maharani Suarakan Perjuangan Royalti Lagu: Biar Musisi Gak Cuma Dapat Tepuk Tangan

Agustus 26, 2025
KOLASE FOTO DUA TOKOH NU -- Kiri ke kanan: Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Info

Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Titip Salam ke Saiful: “Assalamualaikum, Salam Buat Gus Ipul Ya”

Mei 9, 2026
Fokus

Budaya Lokal Semarang Makin Tenggelam di Timeline

April 21, 2026
TERDAMPAK ASAP: Warga tetap beraktivitas melintasi Jalan Untung Suropati depan SMAN 7 Semarang meski ada asap kebakaran TPA Jatibarang, Sabtu (3/10/2026). (bae)
Info

Puluhan Warga Batuk hingga Sesak Napas Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatibarang

Oktober 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Psikolog: Bullying Terus Berulang karena Pelaku Tak Mendapat Sanksi Tegas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?