Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

T. Budianto
Last updated: Oktober 8, 2026 5:55 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
FOTO BERSAMA: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Kedokteran Hewan FK Unnes foto bersama warga usai kegiatan di Desa Seworan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, MAGELANG– Kalau urusan kurban biasanya yang ramai adalah soal sapi mana yang paling besar atau domba mana yang paling gemuk. Tapi ada satu hal yang kadang luput dari perhatian: sehat nggak hewannya, bersih nggak prosesnya, dan aman nggak dagingnya?

Nah, pertanyaan itu yang coba dijawab Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (Unnes) lewat pendampingan warga Desa Seworan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Bukan sekadar datang, kasih penyuluhan, lalu pulang. Program yang berlangsung April hingga Agustus 2026 itu menyasar kesehatan ternak sampai urusan daging kurban yang nantinya masuk ke piring warga.

Tim tersebut dipimpin drh Irma Dian Nurani, SKH, M.Sc, bersama dosen dan mahasiswa Unnes. Menurut Irma, kesehatan ternak dan keamanan pangan sebenarnya satu paket. Ternaknya sehat, prosesnya benar, dagingnya juga diharapkan aman dikonsumsi.

Baca juga: Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan ternak, menerapkan sanitasi yang baik, serta memastikan daging qurban yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya.

Pendampingan dimulai dari hal yang sering dianggap sepele: kandang. Peternak diberikan edukasi mengenai manajemen kesehatan ternak, kebersihan kandang, pengelolaan limbah, sampai cara mencegah penyakit. Sebab, kandang yang kotor bukan cuma bikin hidung protes. Ada risiko penyakit zoonosis, alias penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia.

Tim Unnes kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan ternak, pemberian obat cacing, hingga penyuntikan vitamin. Tujuannya jelas. Infeksi parasit dikendalikan, daya tahan tubuh ternak dijaga, dan kondisi hewan tetap prima. Jadi bukan sekadar prinsip “kelihatannya sehat, berarti sehat.”

Menjelang Iduladha, fokus pendampingan bergeser ke pelaksanaan kurban. Panitia kurban diberikan pemahaman soal teknik penyembelihan halal, higiene dan sanitasi, sampai kesejahteraan hewan. Tim juga membantu menyediakan peralatan pendukung seperti pisau sembelih, alat pengulitan, dan perlengkapan penanganan daging.

Hewan Kurban

Setelah itu, dokter hewan Unnes turun melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem. Total ada 19 hewan kurban yang diperiksa. Rinciannya dua sapi dan 17 domba.

Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum hewan disembelih. Setelah penyembelihan, pemeriksaan postmortem dilakukan dengan melihat kondisi organ dan bagian tubuh hewan untuk memastikan daging yang dihasilkan layak dan aman dibagikan. Dengan kata lain, daging kurban tidak cukup hanya berstatus “habis disembelih”. Ada proses panjang sebelum akhirnya sampai ke tangan warga.

Pendampingan ternyata belum selesai setelah daging dipotong. Warga penerima daging juga diberikan edukasi mengenai daging ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Masyarakat diberi pemahaman tentang cara memilih, menyimpan, sampai mengolah daging agar tidak terkontaminasi dan tidak menimbulkan risiko penyakit akibat pangan.

Baca juga: Bu Maria Riang-Gembira Dipinang Berondong di Nikah Massal Unnes

Irma berharap pengetahuan tersebut tidak berhenti ketika kegiatan pendampingan selesai. “Kami berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri dan berkelanjutan, mulai dari pemeliharaan ternak, kebersihan kandang, hingga penanganan daging setelah penyembelihan,” katanya.

Sebab, urusan kesehatan ternak dan keamanan pangan bukan pekerjaan musiman yang cuma muncul ketika kalender mulai mendekati Iduladha. Harapannya, kebiasaan menjaga kebersihan kandang, memperhatikan kesehatan hewan, dan menangani daging secara benar bisa terus dilakukan sehari-hari.

Program ini pun menjadi bagian dari kontribusi Unnes dalam mendukung kesehatan masyarakat, kesejahteraan hewan, sekaligus keamanan pangan asal hewan. Karena pada akhirnya, daging kurban itu bukan cuma soal dapat bagian. Ada perjalanan panjang dari kandang sampai piring yang juga harus dipikirkan.

Jadi kalau tahun depan masih ada yang bilang, “Tenang, yang penting sapinya gemuk,” mungkin perlu dijawab pelan-pelan: Gemuk itu bonus. Sehat, bersih, halal, dan aman? Nah, itu baru urusan serius. (tebe)

You Might Also Like

DPRD Jateng: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena SPMB

UGM Kenalkan Beras Presokazi, Inovasi Pangan yang Bantu Cegah Stunting

Jangan Keliru, Tiga Sekolah Ini Beda Jalur

Mahasiswa USM Angkat Isu Sosial Lewat Film Dokumenter, Dibedah Jurnalis Reuters

Guru PAUD Jateng Belajar AI, Nawal Yasin: Jangan Cuma Jadi Penonton Teknologi

TAGGED:fk unnespengabdian masyarakatpeternak jatengtri dharma perguruan tinggi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028
Next Article Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2003–2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A., meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. (Dok. Maarif NU Jawa Tengah) Kiai Adnan, Mantan Ketua PWNU Jateng dan Sosok Akademisi Itu Telah Wafat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kasus Bullying di Pemalang Disorot, Pemprov: CCTV Jangan Cuma Jadi Pajangan

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2003–2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A., meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. (Dok. Maarif NU Jawa Tengah)

Kiai Adnan, Mantan Ketua PWNU Jateng dan Sosok Akademisi Itu Telah Wafat

Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028

Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi pengangguran.
Pendidikan

Lulusan Kampus dan Gen Z Nyumbang Pengangguran Paling Banyak pada 2025

September 18, 2025
Pendidikan

Bocah SD Boyolali Bikin NASA Angkat Topi

Juli 29, 2026
Pendidikan

Guru Hukum Siswa Suruh Makan Lumpur, Sekolah Mendadak Riuh Didatangi Orangtua

Mei 9, 2026
Pendidikan

Kampus Swasta Ketar-ketir Tak Dapat Mahasiswa

Juni 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?