Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Prihatin Kesehatan Mental di Papua, Psikolog Putri Lulusan SCU Ingin Mengabdi di Tanah Kelahiran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Prihatin Kesehatan Mental di Papua, Psikolog Putri Lulusan SCU Ingin Mengabdi di Tanah Kelahiran

Eka Setiawan
Last updated: Januari 29, 2026 8:59 am
By Eka Setiawan
4 Min Read
Share
Faradiba Anugerah Kaay (tiga dari kiri) di Kampus SCU Bendan Kota Semarang, Rabu (28/1/2026). Foto: Eka Setiawan
Faradiba Anugerah Kaay (tiga dari kiri) di Kampus SCU Bendan Kota Semarang, Rabu (28/1/2026). Foto: Eka Setiawan
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sebanyak 47 calon psikolog lulusan Soegijapranata Catholic University (SCU) angkatan pertama akan diambil sumpah profesi psikolog, Kamis (29/1/2026). Di antara mereka ada putri asli Wamena, Provinsi Papua Pegunungan.

Namanya Faradiba Anugrah Kaay. Fara sapaan akrabnya, tergerak untuk mengambil profesi psikolog sebab melihat daerah asalnya di Papua Pegunungan khususnya di Wamena yang menurutnya masih sangat membutuhkan tenaga psikolog.

“Saya lulus S1 dari UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana – Salatiga), kemudian sempat kerja di Papua, tapi melihat kondisi di sana (kampung halaman) hati saya tergerak untuk mengambil profesi psikologi mengingat Wamena salah satu daerah konflik,” kata Fara di Kampus SCU Bendan, Kota Semarang, Rabu (28/1/2026) kepada wartawan.

Dia bercerita, di Papua Pegunungan ada 8 kabupaten, namun belum ada psikolog. Satu-satunya yang ada adalah seorang psikiater. Menurutnya, satu tenaga itu sangat kurang, apalagi jika seseorang datang ke psikiater solusinya adalah diberi obat.

“Padahal mereka yang terkena gangguan kesehatan mental butuh pendampingan psikolog. Misalnya saja, ada anak kelas 4 SD di sana (Papua Pegunungan) sudah konsumsi ganja, kemudian ada kasus gangguan kesehatan mental lain, ini perlu pendampingan psikolog,” sambungnya.

Menurutnya, pendampingan seperti itu juga sangat dibutuhkan di Papua Pegunungan khususnya Wamena yang punya jejak konflik. “Jadi bukan hanya pembangunan fisik tapi pembangunan non-fisik juga diperlukan,” lanjut dia.

Berbekal kondisi itu, Fara akhirnya memutuskan kembali ke Jawa Tengah menempuh pendidikan profesi psikologi di SCU. Kampus SCU ini sendiri merupakan 1 dari 19 kampus di Indonesia yang memiliki Prodi Pendidikan Profesi Psikologi.

Dia jadi angkatan pertama Prodi Profesi Psikologi SCU, yakni di semester genap 2023/2024. Kuliahnya tak bisa dibilang mudah, sebab di sela-sela kuliah dia yang sudah menikah sempat hamil dan melahirkan.

Fara (kiri) saat bercerita kepada wartawan. Foto: Eka Setiawan
Fara (kiri) saat bercerita kepada wartawan. Foto: Eka Setiawan

Mahasiswa lainnya yang akan diambil sumpah profesi psikolog adalah Ellena Ayu Susanto alias Ellen, asli Semarang. Saat praktik di lapangan, dia kerap mendampingi anak-anak muda di Kota Semarang yang terlibat kenakalan remaja.

“Biasanya sebutannya kreak ya, mereka itu remaja-remaja rentan yang perlu didampingi ke arah yang betul, didampingi untuk membuat keputusan,” jelas Ellen.

Perubahan Pendidikan Psikolog

Rektor SCU Robertus Setiawan Aji Nugroho bercerita proses pendidikan psikologi mengalami perubahan besar menyusul ditetapkannya UU nomor 23 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Layanan Psikologi (UU PLP). Perubahan itu meliputi adanya pendidikan jalur akademik dan profesi dalam pendidikan psikologi.

Perubahan dimulai dari jenjang profesi yang dikenal dengan Sarjana Plus berubah menjadi jenjang Magister Psikologi Profesi (jenjang akademik dan profesi) pada tahun 2004 dan akhirnya kembali lagi menjadi jenjang Profesi Psikolog Umum pada tahun 2022. Saat ini hanya terdapat 19 Prodi Pendidikan Profesi Psikolog di seluruh Indonesia, salah satunya di Fakultas Psikologi (FPsi) SCU.

“Di sini pendidikan psikologi tak bisa dibilang di bawah ya, tapi salah satu one of the top, bisa dilihat dari animo yang mendaftar, track record pendidikan sudah 42 tahun dan bertahan,” kata Aji sapaan Rektor SCU di lokasi yang sama.

Di Prodi Pendidikan Profesi Psikolog SCU mahasiswanya telah menempuh pendidikan 3 semester. Terbagi; semester pertama teori, semester kedua praktik layanan psikologi dai lapangan dan berikutnya menjalani serangkaian uji kompetensi Profesi Psikologi Umum dengan Himpunan Psiokolgi Indonesia (HIMPSI) dan dinyatakan layak sebagai psikolog.

“Kelulusan para psikolog angkatan 1 ini jadi penanda babak baru sejarah panjang prodi profesi Psikolog SCU, kualitasnya sesuai dengan kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Dekan Fakultas Psikologi SCU Kristiana Haryanti mengemukakan ada perbedaan kemagisteran dengan profesi psikologi.

“Mirip seperti kedokteran, Profesi Psikologi harus dari S1 Psikologi, kemudian diambil sumpah profesi, sama seperti kedokteran,” tandasnya.

You Might Also Like

Beasiswa Santri? Gus Yasin Kasih Sinyal Tegas: Jangan Coba-coba Titip Nama!

Puan Buka Suara Soal Kasus FH UI: “No Excuse!”

Luthfi Sidak SPMB: “No Titip-Titip, No Jastip!”

Nyaris Gantung Seragam, Kini Bisa Sekolah Gratis

Kursi SD Jogja Masih Banyak Kosong, Sekolah Putar Otak Cari Murid

TAGGED:papua pegununganPsikolog SCUpsikolog unika soegijapranataUnika Soegijapranata SemarangWamena
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PASAR MODAL - Ilustrasi pasar saham atau Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG Ambrol Purbaya Murka! Perintahkan BEI Beresin Saham Gorengan Sebelum Maret
Next Article IHSG KEMBALI RONTOK - Ilustrasi bursa saham kembali nyungsep. IHSG kembali rontok. IHSG Rontok! Dua Hari Berturut Kena Trading Halt, Ekonomi Indonesia Bakal Ambruk?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho. (ist)

Ojol Bakal Masuk UMKM, Mas Dewan RI Andhika Minta Pemerintah Perhatikan Jaminan Sosial Pengemudi

PERTAJAM STRATEGI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Sambut Pasar PLTS Atap Makin Luas, PLN Icon Plus Pertajam Strategi lewat PV Academy

TAK BERJARAK - Bupati Temanggung, Agus Setyawan (Agus Gondrong) ngobrol akrab bersama warga pada Festival Lembutan Bansari ke-7 Tahun 2026 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Cara Bupati Temanggung Jamin Kesehatan Warga: Balinkes Sediakan Bantuan Hingga Rp2,4 Juta per Orang

PESTA BUAH--Gajah Sumatera di Semarang Zoo bernama Zella menyantap tumpengan buah saat Hari Gajah Sedunia. (ist)

Hari Gajah Sedunia, Zella Semarang Zoo Pesta Tumpengan Buah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DIKEKANG - Ilustrasi pola asuh yang telalu mengekan anak. (ist)
Pendidikan

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Juli 13, 2026
Pendidikan

PAUD Jateng Lagi Naik Daun, Anak-anak Makin Rajin Masuk Sekolah

Desember 19, 2025
SEPAKAT IMPOR PANGAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Prabowo sepakat membuka kran impor pangan, daging dan susu sapi, dari Prancis. (BPMI Sekretariat Presiden)
Pendidikan

Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Kelas Sekolah Indonesia

Mei 29, 2026
Surat perjanjian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi klausul “tanggung risiko sendiri” bikin geger netizen. Dari risiko keracunan hingga denda Rp80 ribu untuk wadah makan hilang, semuanya dibebankan ke orang tua. Foto: dok
InfoPendidikan

Surat Sakti MBG: Orang Tua Tanggung Risiko, Negara Cuci Tangan?

September 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Prihatin Kesehatan Mental di Papua, Psikolog Putri Lulusan SCU Ingin Mengabdi di Tanah Kelahiran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?