Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Embung Karangjati Bikin Petani Blora Nggak Bergantung Langit
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Embung Karangjati Bikin Petani Blora Nggak Bergantung Langit

Dulu petani di Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora cuma bisa nengok ke atas, berharap hujan datang tepat waktu. Sekarang, mereka bisa nengok ke embung. Saat ini di Karangjati, Blora, dua kolam raksasa resmi jadi “tabungan air” baru yang siap bikin sawah tetap hidup meski kemarau lagi galak-galaknya.

T. Budianto
Last updated: Maret 3, 2026 2:44 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
RESMIKAN EMBUNG: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi didampingi Bupati Blora, Arief Rohman meresmikan Embung Karangjati di Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Senin (2/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, BLORA- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meresmikan Embung Karangjati di Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Senin (2/3/2026). Kehadiran embung ini langsung disambut penuh harap oleh petani dan warga sekitar. Bukan cuma soal bangunan air, tapi soal masa depan panen.

Di lokasi tersebut dibangun dua embung: Embung Utara dan Embung Selatan. Embung Utara punya dimensi 78×68 meter persegi dengan kapasitas tampungan sekitar 18.678 meter kubik. Sementara Embung Selatan lebih besar, berdimensi 138×93 meter persegi dengan volume tampungan mencapai 49.320 meter kubik.

Baca juga: Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau

Total anggaran pembangunannya sekitar Rp8,5 miliar. Fungsinya? Mengairi 40 hektare lahan pertanian, jadi sumber air baku saat kemarau, sekaligus membuka peluang UMKM di sekitarnya buat ikut tumbuh.

“Embung ini nanti dapat menghidupi 40 hektare lahan pertanian dan bisa sampai tiga kali panen. Kemudian bisa meningkatkan UMKM di wilayah kita,” ujar Luthfi usai peresmian.

Kalau sebelumnya petani di Karangjati cuma bisa tanam padi sekali setahun karena mengandalkan tadah hujan, kini peluang tiga kali panen bukan lagi mimpi.

Lokasi Baru

Melihat potensi itu, Luthfi mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jateng untuk terus mencari lokasi baru pembangunan embung di 2026. Pada 2025 saja, Pemprov Jateng sudah membangun sekitar 10 embung di berbagai kabupaten/kota dengan total anggaran Rp43 miliar.

Targetnya jelas: produktivitas padi Jateng bisa tembus 9,5 hingga 10,5 juta ton pada 2026. “Tahun 2026 ini kita tingkatkan kembali, karena ini betul-betul mengaktifkan lagi ekonomi rakyat,” katanya, didampingi Kepala DPUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro.

Bupati Blora, Arief Rohman mengaku bersyukur embung yang sudah dinanti sejak 2017 akhirnya berdiri. Awalnya proyek ini sempat masuk dalam daftar proyek strategis nasional, tapi respons cepat Pemprov Jateng membuat pembangunannya bisa rampung lebih dulu.

Baca juga: Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih

Menurutnya, embung ini akan memperkuat posisi Blora dalam mendukung ketahanan pangan 2026. Apalagi, Blora tercatat sebagai daerah dengan produksi ternak terbesar di Jateng, jagung terbesar kedua, dan padi keenam.

Perwakilan kelompok tani Sidodadi, Karyono (52), tak bisa menyembunyikan rasa lega. Selama ini, sawah mereka murni mengandalkan hujan. Tanam dua kali setahun sering gagal karena air tak cukup. “Dengan bantuan embung ini bisa menanam sampai tiga kali,” ujarnya optimistis.

Kini, harapan petani Karangjati nggak lagi digantungin di awan. Air sudah disimpan, sawah siap digarap, ekonomi pelan-pelan digerakkan. Karena di Blora, ternyata yang bikin panen melimpah bukan cuma hujan deras, tapi juga keseriusan bikin “celengan air” buat masa depan. (tebe)

You Might Also Like

Jateng Mau Jadi Pusat Industri atau Lumbung Pangan? Mana yang Dikorbankan, Biar Publik Menilai

KONI Jateng Gaspol: Bidik “Prestasi Emas 2032”

Simak Jadwal Festival Balon Udara di Wonosobo dan Pekalongan

Foto Prabowo-Gibran jadi Sasaran Amukan Massa di Depan Gubernuran Jateng

9 Juta Orang Jateng Terima Manfaat MBG

TAGGED:embung karangjatipemkab blorapemprov jatengpetani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo, Respati Ardi. Menu MBG Ramadan di Solo Ramai Disorot Warga, Respati Minta BGN Turun Tangan
Next Article Musrenbang Ganti Mode: Tak Lagi Bagi-bagi Anggaran, Tapi “Belanja Masalah”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pejabat di lingkungan Pemkab Pati mengikuti sosialisasi pemberantasan korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (17/4/2026).

KPK Sebut Celah Korupsi Masih Terbuka Lebar di Pati, Siapa Hendak Bermain Lagi?

Koleksi berbagai macam keris yang dipamerkan dalam Pagelaran Nasional Syawalan Pusaka 2026 bertajuk “Telusur Jejak Pusaka Mataram Kuno” di Pendopo Pengayoman, Jumat (17/4/2026).

Agus Gondrong Ajak Gen Z Temanggung Kenali Keris: Bukan Mistis, tapi Warisan Budaya!

Basecamp pendakin ke Puncak Suroloyo Gunung Ungaran via Nyantnyono yang lagi banyak diminati pendaki. (dul)

Trek Menantang, Ini Alasan Jalur Baru ke Puncak Suroloyo via Nyatnyono Jadi Favorit Pendaki

Pekerja media SM didampingi penasihat hukumnya dari LBH Semarang menilik berkas anjuran tripartit dari Disnaker Kota Semarang. (ist)

Pekerja Media Suara Merdeka Kecewa, Tawaran Solusi Disnaker Dianggap Nggak Adil

Ilustrasi OTT KPK.

KPK Sentil Program MBG: Dominasi BGN Rawan Konflik, Potensi Korupsi Terbuka Lebar!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Lari Trail Berujung Duka, Peserta Tumbang di Sentul

Maret 30, 2026
Mahasiswa Semarang turun jalan tolak KUHAP baru yang dinilai menginjak-injak HAM, Jumat (21/11).
Info

Mahasiswa Semarang Turun Jalan, Tolak KUHAP: Ini Nginjek-injek HAM

November 21, 2025
Tumbuh

Pemprov Dorong Transformasi Sampah Jadi Energi

Februari 24, 2026
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengaku banyak aduan masuk dari warga terkait menu MBG saat Ramadan yang dinilai tak penuhi standar gizi.
Info

Banyak Aduan Menu MBG saat Ramadan, Wali Kota Solo Respati Minta BGN Lakukan Evaluasi

Februari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Embung Karangjati Bikin Petani Blora Nggak Bergantung Langit
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?