BACAAJA, SEMARANG- Universitas Diponegoro (Undip) buka suara usai namanya ikut terseret dalam polemik pengusiran jurnalis saat kuliah umum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sikap resmi itu disampaikan Undip, Sabtu (4/7/2026), sehari setelah Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Jateng-DIY melontarkan kecaman atas intimidasi yang terjadi di Muladi Dome, Jumat (3/7/2026).
“Undip menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami rekan-rekan media selama pelaksanaan kegiatan tersebut,” kata Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik, Undip, Nurul Hasfi.
Baca juga: BEM Undip Cegat Menkeu Purbaya, Serahkan Diponegoro Menggugat
Tapi ya begitu, kalimat maaf itu tak berdiri sendirian. Habis minta maaf, Undip sambil berkilah kalau urusan mekanisme acara, protokol, sampai akses media, disusun bareng dengan tim protokol Kementerian Keuangan.
Dengan kata lain, Undip berdalih, meski tuan rumah, tapi soal pagar-pagar peliputan bukan murni keputusan kampus. Ada kementerian yang ikut pegang setir.
“Dalam posisi sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan, Undip menghormati dan mengikuti mekanisme kegiatan yang menjadi ketentuan dari protokoler kementerian,” jelasnya.
Penghapusan Foto
Undip juga menanggapi kabar soal jurnalis yang diminta menghapus foto dan video hasil liputan. Dalam versinya, kampus mengaku tak terlibat. “Berdasarkan informasi yang kami peroleh hingga saat ini, tidak terdapat indikasi keterlibatan pegawai atau staf Undip,” imbuhnya.
Soal doorstop yang juga sempat bikin ribut, Undip bilang mereka sebenarnya sudah berupaya koordinasi dengan protokoler kementerian. Hanya saja, skenario itu disebut tak memungkinkan karena acara harus tetap jalan sesuai mekanisme yang sudah diatur sejak awal.
Meski begitu, Undip mengklaim di akhir acara beberapa jurnalis tetap sempat mewawancarai Menteri Purbaya. Undip menegaskan tidak mentoleransi intimidasi maupun kekerasan terhadap jurnalis. Kampus juga berjanji bakal melakukan evaluasi internal kalau nanti ditemukan ada pelanggaran dari pegawai atau unsur yang berada di bawah kewenangannya.
Baca juga: Apa yang Ditakutkan? Heboh, Wartawan Dilarang Meliput dan Wawancara Menkeu di Undip
Kampus menyebut kejadian ini bakal jadi bahan evaluasi buat acara-acara berikutnya. Hubungan dengan pers, kata mereka, tetap penting karena media dianggap sebagai mitra strategis untuk menyebarkan informasi ke publik.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah jurnalis di Semarang mengaku mengalami penghalangan saat meliput kuliah umum Menteri Purbaya di Undip. Ada jurnalis yang sempat masuk ke lokasi, lalu diminta keluar. Ada juga yang mengaku diminta menghapus dokumentasi yang sudah diambil.
Belum lagi akses doorstop yang sempat seret, bikin jurnalis harus muter-muter cari celah buat menemui narasumber. Setelah acara selesai, para wartawan bahkan sempat “kucing-kucingan” mencari posisi Menteri Purbaya. Mereka mencegat di beberapa pintu sampai akhirnya bisa melakukan wawancara singkat di area basement.
Permintaan maaf memang langkah awal yang baik. Namun bagi jurnalis, yang lebih dibutuhkan bukan sekadar kata “maaf”, melainkan kepastian bahwa ruang kerja pers tetap terbuka. Sebab, ketika akses informasi dipersempit, yang kehilangan bukan hanya wartawan, tetapi juga publik yang berhak tahu. (bae)

