Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dikecam soal Pengusiran Jurnalis, Undip Minta Maaf tapi sambil Berkilah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dikecam soal Pengusiran Jurnalis, Undip Minta Maaf tapi sambil Berkilah

Polemik dugaan penghalangan kerja jurnalis saat kuliah umum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Universitas Diponegoro akhirnya direspons pihak kampus.

T. Budianto
Last updated: Juli 4, 2026 12:22 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DICEGAT MEDIA: Menkeu Purbaya dicegat sejumlah awak media di area basement usai memberikan kuliah umum di Muladi Dome, Jumat, (3/7/2026). (Foto: Dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Universitas Diponegoro (Undip) buka suara usai namanya ikut terseret dalam polemik pengusiran jurnalis saat kuliah umum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sikap resmi itu disampaikan Undip, Sabtu (4/7/2026), sehari setelah Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Jateng-DIY melontarkan kecaman atas intimidasi yang terjadi di Muladi Dome, Jumat (3/7/2026).

“Undip menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami rekan-rekan media selama pelaksanaan kegiatan tersebut,” kata Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik, Undip, Nurul Hasfi.

Baca juga: BEM Undip Cegat Menkeu Purbaya, Serahkan Diponegoro Menggugat

Tapi ya begitu, kalimat maaf itu tak berdiri sendirian. Habis minta maaf, Undip sambil berkilah kalau urusan mekanisme acara, protokol, sampai akses media, disusun bareng dengan tim protokol Kementerian Keuangan.

Dengan kata lain, Undip berdalih, meski tuan rumah, tapi soal pagar-pagar peliputan bukan murni keputusan kampus. Ada kementerian yang ikut pegang setir.

“Dalam posisi sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan, Undip menghormati dan mengikuti mekanisme kegiatan yang menjadi ketentuan dari protokoler kementerian,” jelasnya.

Penghapusan Foto

Undip juga menanggapi kabar soal jurnalis yang diminta menghapus foto dan video hasil liputan. Dalam versinya, kampus mengaku tak terlibat. “Berdasarkan informasi yang kami peroleh hingga saat ini, tidak terdapat indikasi keterlibatan pegawai atau staf Undip,” imbuhnya.

Soal doorstop yang juga sempat bikin ribut, Undip bilang mereka sebenarnya sudah berupaya koordinasi dengan protokoler kementerian. Hanya saja, skenario itu disebut tak memungkinkan karena acara harus tetap jalan sesuai mekanisme yang sudah diatur sejak awal.

Meski begitu, Undip mengklaim di akhir acara beberapa jurnalis tetap sempat mewawancarai Menteri Purbaya. Undip menegaskan tidak mentoleransi intimidasi maupun kekerasan terhadap jurnalis. Kampus juga berjanji bakal melakukan evaluasi internal kalau nanti ditemukan ada pelanggaran dari pegawai atau unsur yang berada di bawah kewenangannya.

Baca juga: Apa yang Ditakutkan? Heboh, Wartawan Dilarang Meliput dan Wawancara Menkeu di Undip

Kampus menyebut kejadian ini bakal jadi bahan evaluasi buat acara-acara berikutnya. Hubungan dengan pers, kata mereka, tetap penting karena media dianggap sebagai mitra strategis untuk menyebarkan informasi ke publik.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah jurnalis di Semarang mengaku mengalami penghalangan saat meliput kuliah umum Menteri Purbaya di Undip. Ada jurnalis yang sempat masuk ke lokasi, lalu diminta keluar. Ada juga yang mengaku diminta menghapus dokumentasi yang sudah diambil.

Belum lagi akses doorstop yang sempat seret, bikin jurnalis harus muter-muter cari celah buat menemui narasumber. Setelah acara selesai, para wartawan bahkan sempat “kucing-kucingan” mencari posisi Menteri Purbaya. Mereka mencegat di beberapa pintu sampai akhirnya bisa melakukan wawancara singkat di area basement.

Permintaan maaf memang langkah awal yang baik. Namun bagi jurnalis, yang lebih dibutuhkan bukan sekadar kata “maaf”, melainkan kepastian bahwa ruang kerja pers tetap terbuka. Sebab, ketika akses informasi dipersempit, yang kehilangan bukan hanya wartawan, tetapi juga publik yang berhak tahu. (bae)

You Might Also Like

Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Glamping Maut Temanggung: Butuh 5 Hari

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemprov Gencarkan “Kencan Bumil”

Dewan Pers Dukung Uji Materi UU Pers: Biar Wartawan Gak Lagi Was-Was Saat Liputan

Gelombang PHK Massal Mengintai, 2 Pabrik Otomotif di Jatim Berencana Pindah ke Vietnam

Penumpang: Bus Listrik Oke, Tapi Jangan Cuma Ganti Mesin

TAGGED:AJIheadlinemenkeu purbayaPWIundip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Widodo Siapkan Mahesa Jenar Hadapi Persebaya
Next Article Bandara Ahmad Yani Kini Ikut Nguri-uri Tari Tradisional

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Kelakuan! Dua Oknum Polisi Nyaris Dihajar Massa, Ketahuan Peras Warga Gresik dengan Dalih Judol

ILUSTRASI - Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki gunung di atas ketinggian. (ai)

Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo, Respati Ardi.
Info

Solo Masuk Top 3 Pelayanan Publik Terbaik Nasional, Respati: Bukti Kerja Keras Pemkot

Maret 6, 2026
Kakek Masir dengan tangan diborgol, digiring jaksa menuju penjara.
Viral

Cerita Kakek Masir Dituntut 2 Tahun Penjara Gegara Mikat Burung Cendet

Desember 13, 2025
Sirkular

BUMN Kompak! PLN IP & PGE Gaspol Kembangkan Energi Panas Bumi

Agustus 20, 2025
Timnas Indonesia U-23 gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Korea Selatan di Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (9/9).
Sepak Bola

Gagal ke Piala Asia U-23, Timnas Indonesia U-23 Takluk 0-1 dari Korea Selatan di Sidoarjo

September 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dikecam soal Pengusiran Jurnalis, Undip Minta Maaf tapi sambil Berkilah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?