BACAAJA, SEMARANG– Seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Jateng periode 2027-2031 baru masuk tahap Computer Assisted Test (CAT), tapi sudah ada dua peserta yang harus angkat kaki dari arena seleksi.
Bukan karena nilai jelek. Bukan pula karena gagal menjawab soal. Keduanya gugur karena tidak hadir mengikuti CAT yang digelar di Laboratorium Komputer Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Senin (21/9/2026).
Dari 56 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi administrasi, hanya 54 peserta yang datang dan mengikuti ujian. Mereka mengerjakan soal pilihan ganda dan esai sesuai kompetensi yang diujikan.
Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KI Jateng, Dhoni Widianto membenarkan dua peserta tersebut tidak hadir hingga ujian selesai. “Hal ini tidak memengaruhi jalannya ujian. Sesuai jadwal, Computer Assisted Test (CAT) berlangsung dari pukul 09.00-11.00 WIB. Dua peserta yang tidak hadir dinyatakan langsung gugur,” tuturnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (22/9/2026).
Baca juga: Pattiro Laporkan Komisi Informasi Jateng yang Telat Tangani Sengketa Informasi
Dengan begitu, aturan seleksi kali ini cukup sederhana. Sudah lolos administrasi bukan berarti otomatis aman sampai tahap berikutnya. Peserta tetap harus hadir ketika jadwal ujian tiba.
CAT berlangsung di Laboratorium Komputer Gedung D Fakultas Kesehatan Udinus. Menurut Dhoni, pelaksanaan ujian berjalan lancar. Bahkan, sejumlah peserta menyelesaikan soal sebelum waktu ujian berakhir.
Dhoni mengatakan hasil tes potensi ditargetkan diumumkan pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026. Pengumuman dilakukan setelah Tim Seleksi menerima hasil tes dari Udinus.
“Pengumuman hasil tes potensi rencananya akan diumumkan pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026, setelah menerima hasil dari Udinus. Selanjutnya, pengumuman hasil bisa diakses melalui laman jatengprov.go.id,” katanya.
Memiliki Integritas
Untuk pelaksanaan CAT, Tim Seleksi bekerja sama dengan Udinus yang dinilai memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan tes berbasis komputer. Dhoni mengatakan kerja sama tersebut diharapkan membuat proses seleksi berjalan objektif dan menghasilkan calon komisioner KI yang memiliki integritas.
“Kami meyakini dengan adanya kerja sama ini dapat menghasilkan calon-calon komisioner Komisi Informasi yang betul-betul berintegritas, dan hasilnya bisa objektif,” bebernya.
Sementara itu, salah seorang peserta asal Boyolali, Pardiman mengaku cukup optimistis mengikuti tahapan CAT. Persiapannya pun bukan baru dilakukan menjelang ujian. Pardiman mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi sejak empat tahun lalu. Dia juga tengah menempuh studi doktoral di bidang ilmu politik.
“Layanannya (sistem ujian) cukup bagus. Kalau saya cukup optimistis. Kalau melihat keterbukaan informasi publik, menurut saya yang perlu ditingkatkan adalah di pemerintah desa,” ujar Pardiman.
Baca juga: Kursi Komisi Informasi Jateng Dibanjiri Peminat
Dari pantauan di lokasi, peserta seleksi datang dari latar belakang yang cukup beragam. Ada dosen, advokat, hingga pewarta yang ikut berebut kesempatan menjadi bagian dari Komisi Informasi Jawa Tengah periode 2027-2031.
Kini, dari 56 peserta yang semula lolos administrasi, tersisa 54 orang yang melanjutkan proses seleksi setelah dua peserta gugur karena tidak hadir CAT. Pada akhirnya, seleksi ini memberi pelajaran paling sederhana: sebelum sibuk menjawab soal, pastikan dulu hadir di ruang ujian. Sebab dalam CAT kali ini, yang tidak muncul bukan cuma kehilangan waktu, tapi langsung kehilangan kesempatan. (tebe)

