Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Banjir Lereng Muria Bukan Takdir Ilahi, Walhi Sorot Krisis Lingkungan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Banjir Lereng Muria Bukan Takdir Ilahi, Walhi Sorot Krisis Lingkungan

R. Izra
Last updated: Januari 14, 2026 3:07 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
OPERASI PENCARIAN: Sejumlah personel Tim SAR Kudus melakukan pencarian bocah Ismi Najiba Ulya (5) yang terseret arus anak Sungai Perak wilayah Desa Gondangmanais, Bae, Kudus, Senin (12/1/2026). (Foto: Basarnas)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Banjir yang kembali merendam Pati, Kudus, dan Jepara dinilai bukan sekadar bencana alam. Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah, Nur Colis, menyebut banjir ini buah dari krisis ekologis yang dibiarkan terlalu lama.

Menurutnya, kerusakan daerah aliran sungai sudah terjadi bertahun-tahun. Alih fungsi lahan, tutupan vegetasi yang terus berkurang, sampai aktivitas ekstraktif bikin alam kehilangan kemampuan mengatur air.

“Ketika DAS rusak, alam tidak lagi kuat menahan dan mengalirkan air dengan normal,” kata Nur Colis, Rabu (14/1/2026).

Bacaaja: Tiga Tewas dan Belasan Ribu Warga Terdampak Bencana Banjir-Longsor di Muria Raya
Bacaaja: Banjir Bandang dan Longsor Landa Jepara hingga Putus Akses Jalan, Warga Terisolasi

Masalahnya tidak berhenti di situ. Tata ruang yang tidak berpihak pada keselamatan warga ikut memperparah situasi. Pembangunan lebih sibuk mengejar PAD dan menarik investor.

Pertimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan sering dikesampingkan. Akibatnya, kawasan hulu rusak dan wilayah hilir tidak tertata dengan aman.

“Kalau hulunya hancur dan hilirnya semrawut, banjir jadi konsekuensi yang harus ditanggung masyarakat,” ujarnya. Dan itu terus berulang dari tahun ke tahun.

Nur Colis menegaskan, banjir tidak boleh lagi dianggap kejadian rutin. Pemerintah, baik daerah maupun pusat, diminta berhenti menormalisasi bencana.

Banjir harus dijadikan peringatan serius untuk pembenahan struktural. Salah satunya dengan menjadikan pemulihan DAS sebagai agenda utama.

Perlindungan kawasan hulu, rehabilitasi ekosistem, dan penataan wilayah hilir yang adil disebut sebagai kunci. Tanpa itu, banjir hanya akan berganti lokasi dan korban.

Ia juga mengingatkan, penanganan banjir jangan cuma berhenti di respons darurat. Bantuan sesaat dinilai tidak menyentuh akar masalah.

“Harus ada evaluasi kebijakan tata ruang dan pengendalian investasi yang merusak lingkungan,” tegasnya. Masyarakat terdampak juga perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Nur Colis berharap, langkah serius ini bisa menghentikan siklus banjir yang terus berulang. Kalau tidak, warga lagi-lagi jadi pihak yang paling dirugikan. (bae)

You Might Also Like

Iran Gak Tinggal Diam, Balas Serangan Israel-AS: Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Tumbal Pernikahan Anak Dedi Mulyadi, 3 Orang Tewas Desak-desakan

Man Mums Jadi Tren Baru Pengusir Sepi di China, Peluk Sepuasnya Bayar Rp110 Ribu

Pemprov Perkuat Sekolah Inklusi buat Penyandang Disabilitas

Tarling, Ngaji Bareng, dan Sedikit “Wejangan”: Malam Nuzulul Qur’an Versi Agustina

TAGGED:banjirgunung muriaheadlinejeparakerusakan lingkungankuduslereng muriapanturapatiwalhi jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo Respati Ardi menerima audiensi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Surakarta di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (14/1/2026). Respati Bidik Predikat Kota Layak Anak Solo Naik Level hingga Paripurna
Next Article Puncak Gunung Slmaet. Syafiq Ditemukan di Watu Langgar Gunung Slamet, Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Evakuasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

WNFC 2025, Parade Kreativitas dari Wonosobo si Jantung Jawa ke Panggung Dunia

Juni 9, 2025
Tangkapan layar channel YouTube Ganjar Pranowo.
Opini

Siswa SD di Ngada Bundir, Ganjar: Ini Bukan Tragedi Personal, tapi Jeritan Sunyi Generasi

Februari 12, 2026
Unik

Jejak Terakhir Bersama Sang Suami, Kenangan Terindah Najwa Shihab

Mei 21, 2025
Unik

Bobby Kertanegara Dapat Sorotan Tajam!! Ketika Kucing Presiden Mendapat Perlakuan Berlebihan

Juli 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Banjir Lereng Muria Bukan Takdir Ilahi, Walhi Sorot Krisis Lingkungan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?