BACAAJA, SOLO – Status Kota Layak Anak (KLA) Solo belum mau berhenti di tengah jalan. Wali Kota Solo, Respati Ardi, pasang target tinggi: tahun 2026 Solo bisa tembus predikat Utama, bahkan Paripurna.
Optimisme itu disampaikan Respati usai menerima audiensi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Surakarta di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (14/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Pemkot Solo bareng APSAI ngebahas strategi biar Solo makin ramah buat anak-anak dan juga penyandang disabilitas.
Bacaaja: Banjarnegara Jalani Verifikasi Lapangan, Teguhkan Komitmen sebagai Kabupaten Layak Anak
Bacaaja: Bayi di Aceh Makan Mi Instan, Wartawan Menangis Saksikan Anak-anak Kelaparan
“Bersama APSAI, kita targetkan tahun ini naik ke Utama, bahkan Paripurna. Bismillah, kita gas. Tapi ya harus ada kebijakan yang benar-benar berdampak, bukan cuma formalitas,” kata Respati.
Respati juga menyoroti peran perusahaan di Solo. Menurutnya, dunia usaha punya andil besar buat bikin kota ini makin layak anak, mulai dari fasilitas ramah anak di tempat kerja, dukungan buat pegawai yang punya bayi, sampai ikut menguatkan program Posyandu Plus.
“Kami dorong perusahaan ikut mendukung Posyandu Plus, terutama pendampingan psikolog. Soalnya masih banyak PR soal pola asuh dan kesehatan mental,” jelasnya.
Dari pihak APSAI, Wakil Ketua I Wahyu Haryanto menegaskan komitmen mereka buat terus jalan bareng Pemkot. Menurutnya, urusan Kota Layak Anak bukan cuma tugas pemerintah, tapi tanggung jawab semua pihak.
“Kami di lingkungan perusahaan siap berkontribusi supaya Solo benar-benar jadi Kota Layak Anak,” ujarnya.
Wahyu juga mengakui, banyak catatan penting dari Respati, salah satunya soal bahaya dunia digital buat anak. Selama ini, perhatian sering fokus ke fisik dan kegiatan langsung, padahal ancaman dari internet justru makin nyata.
“Kalau anak nggak dibekali edukasi, konten di dunia maya bisa berdampak buruk ke pola pikir mereka. Ini yang harus kita seriusin bareng,” bebernya.
Ke depan, APSAI Surakarta bakal lanjut koordinasi dengan dinas-dinas terkait buat ngejar indikator KLA. Harapannya satu: Solo jadi kota yang aman, nyaman, dan ramah buat anak-anak—bukan cuma di atas kertas, tapi beneran terasa. (*)

