BACAAJA, SEMARANG– Bertanding boleh ngotot, mengejar medali boleh habis-habisan, tetapi urusan keramahan tuan rumah jangan sampai ketinggalan.
Itulah pesan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menyambut ribuan atlet yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.
Kota Semarang bersama Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Demak menyatakan siap menjadi tuan rumah yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh kontingen.
Sebanyak 7.999 atlet dan 1.910 ofisial dari 35 kabupaten/kota bakal meramaikan persaingan di 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan.
Baca juga: Porprov Jateng 2026, Momentum Mendulang Manfaat Ekonomi
“Atas nama Pemerintah Kota Semarang dan seluruh warga Kota Semarang, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh atlet, ofisial, pengurus, dan insan olahraga dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kami siap menjadi tuan rumah yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta,” ujar Agustina dalam sambutan pembukaan Porprov Jateng XVII, Senin (26/10/2026).
Bagi Agustina, Porprov bukan sekadar urusan siapa paling banyak membawa pulang medali. Ajang ini menjadi tolok ukur pembinaan atlet sekaligus jalan untuk menyiapkan talenta terbaik Jawa Tengah menuju kompetisi yang lebih tinggi, termasuk PON 2028.
Karena itu, ia meminta para atlet tampil percaya diri, menghormati lawan, mematuhi aturan, dan menjaga sportivitas. Menang harus lewat perjuangan yang jujur, sementara kekalahan semestinya menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk mencari kambing hitam.
Pesan serupa ditujukan kepada wasit, juri, dan seluruh petugas pertandingan. Mereka diminta bekerja profesional, adil, dan bertanggung jawab agar kompetisi berlangsung sesuai prinsip fair play.
Misi Luas
Agustina juga mengingatkan bahwa olahraga punya misi lebih luas daripada mengejar podium. Disiplin, ketangguhan, kesehatan, dan kemampuan menghargai perbedaan merupakan nilai yang perlu tumbuh bersama prestasi.
Semangat persatuan itu disimbolkan melalui api Porprov yang bersumber dari Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan. Sebelum tiba di Semarang, api dibawa melalui kirab dan estafet melintasi Kabupaten Demak, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal.
Perjalanan tersebut menjadi simbol kebersamaan antardaerah. Harapannya, persaingan di lapangan tidak menghapus semangat persaudaraan di luar arena.
Kepada kontingen Kota Semarang, Agustina berpesan agar para atlet memberikan kemampuan terbaik dan menjaga nama baik daerah. Namun, di tengah semarak kompetisi, ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya atlet asal Kabupaten Jepara dalam rangkaian Porprov.
Baca juga: Api Mrapen Tiba di Semarang, Agustina Bidik Juara Umum Porprov Jateng 2026
Wali Kota berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Agustina berharap Porprov tahun ini berjalan aman, lancar, dan sportif, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
Sebab, menjadi tuan rumah bukan cuma soal menyiapkan arena dan menyambut tamu. Keramahan, keamanan, dan keadilan juga harus terasa nyata.
Medali memang bisa dibawa pulang, tetapi pengalaman sebagai tuan rumah yang baik akan menjadi penilaian tersendiri. Jangan sampai slogan sportivitas harga mati hanya berlaku di lapangan, sementara di luar arena justru tinggal tulisan di spanduk. (tebe)

