Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Widodo Akui PSIS Buntu Hadapi Tembok PSMS
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Widodo Akui PSIS Buntu Hadapi Tembok PSMS

T. Budianto
Last updated: Oktober 26, 2026 2:28 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BEREBUT BOLA: Pemain PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto berebut bola di udara dengan pemain PSMS Medan pada laga pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (25/10/2026) malam. (Foto: PSIS Official)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Unggul jumlah pemain, tetapi tetap gagal membawa pulang poin. PSIS Semarang punya peluang untuk bangkit saat menghadapi PSMS Medan, namun rapatnya pertahanan tuan rumah membuat Laskar Mahesa Jenar kesulitan mencari jalan menuju gol.

Pelatih PSIS Widodo Cahyono Putro mengakui timnya kesulitan membongkar pertahanan kompak PSMS dalam laga pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (25/10) malam. PSIS akhirnya menyerah dengan skor 1-2.

Widodo mengatakan, PSMS tampil disiplin dengan pertahanan rapat dan sesekali mengandalkan serangan balik. Berbagai cara telah dicoba PSIS, mulai dari membangun serangan melalui sisi sayap, menembus tengah, mengirim umpan silang, hingga memainkan kombinasi bola pendek dan panjang.

“PSMS Medan menunjukkan permainan compact defend, sekali-kali untuk counter. Itu membuat tim kami sedikit kesulitan,” kata Widodo seusai pertandingan. Ia mengakui pertahanan PSMS sangat kuat sehingga upaya PSIS dari berbagai skema serangan belum cukup efektif.

Baca juga: Widodo C Putro: Pokoknya Nyerang!

Situasi sebenarnya sempat menguntungkan PSIS setelah striker PSMS Javier Siverio Toro mendapat kartu merah pada menit ke-37 usai wasit meninjau VAR atas pelanggaran keras terhadap Fabiano Beltrame. Namun, keunggulan jumlah pemain itu tak mudah dimanfaatkan karena PSIS sudah tertinggal dua gol.

“Memang kami menang jumlah orang, tapi kedudukan kami sudah 0-2 sehingga kami berusaha mengejar ketertinggalan,” ujar Widodo. PSIS sempat mencetak gol melalui Hari Nur Yulianto pada menit ke-87. Namun, gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjukkan posisi offside.

Gol Balasan

Gol balasan akhirnya tercipta pada menit 90+8 melalui Fitra Ridwan yang memanfaatkan bola rebound, tetapi tak cukup untuk menyelamatkan PSIS dari kekalahan.

Soal kepemimpinan wasit Ridwan Pahala, Widodo memilih tidak terburu-buru berkomentar. Ia menilai perlu melihat rekaman pertandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. “Wasit itu sebenarnya bukan ranah saya. Saya juga harus lihat video-video dulu, nanti baru bisa komentar,” katanya.

Widodo memastikan evaluasi akan dilakukan, terutama untuk memperbaiki pola serangan dan penyelesaian akhir. Menurutnya, PSIS harus mampu membangun peluang serta mencetak gol sejak awal pertandingan, bukan baru menemukan gol pada menit-menit terakhir.

“Banyak yang harus dievaluasi, mungkin dari kombinasi passing atau kombinasi finishing, meski sebenarnya itu sering kami lakukan. Tapi memang compact defend PSMS sangat kuat,” ujarnya.

Baca juga: Widodo C Putro Apresiasi Mental Bertanding

Pemain PSIS Fitra Ridwan juga mengakui kekecewaan tim karena gagal memenuhi target membawa pulang poin dari Medan. Ia berharap tim segera bangkit dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. “Pemain kecewa karena target kami ambil poin di sini. Ke depan, kami harus fokus di laga home, insyaallah kita menang,” kata Fitra.

PSIS kini harus menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan pembenahan sebelum menjamu Persikad Depok pada pekan kedelapan. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (1/11/2026).

Sebab, dalam sepak bola, menguasai peluang dan unggul jumlah pemain saja tidak cukup. Jika penyelesaian akhir masih tumpul, dominasi di lapangan bisa berakhir tanpa tambahan poin di klasemen. (tebe)

You Might Also Like

Liverpool Bakar Uang Rp3,7 Triliun Demi Bangun Tim Anyar Jelang Musim Panas

295 Pemain Muda Berebut Tiket Soekarno Cup

Gelandang Langganan Timnas Merapat

Nasib PSIS Ada di Tangan Tim Lain

Laga Hidup Mati di Jatidiri

TAGGED:liga 2 championshipMahesa Jenarpanser biruPSISsnex
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina Sambut 7.999 Atlet Porprov: Semarang Raya Siap Jadi Tuan Rumah yang Ramah
Next Article Porprov Jateng 2026 Bikin Dompet Warga Semarang Ikut “Bertanding”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kangsantri, Marketplace untuk Dongkrak Kemandirian Pesantren di Ngawi

Krisis Air dan Kebakaran Gunung Lawu Jadi Sorotan, HKN Ngawi Turun Bantu Warga

Porprov Jateng 2026 Bikin Dompet Warga Semarang Ikut “Bertanding”

Widodo Akui PSIS Buntu Hadapi Tembok PSMS

Agustina Sambut 7.999 Atlet Porprov: Semarang Raya Siap Jadi Tuan Rumah yang Ramah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Kontra Persipura Jadi Penentu Nasib Mahesa Jenar

April 12, 2026
DaerahSepak Bola

Pulang ke Rumah, Rio! PSIS Panggil Lagi Bek Andalan Lama

Januari 21, 2026
Sepak Bola

Piala Dunia 2026: 17 Negara Sudah Lolos, Asia Bawa Dua Debutan

September 7, 2025
Sepak Bola

Main di Kandang, Serasa Tandang: Jafri Sastra Kecewa Berat

Januari 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Widodo Akui PSIS Buntu Hadapi Tembok PSMS
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?