BACAAJA, SEMARANG- Unggul jumlah pemain, tetapi tetap gagal membawa pulang poin. PSIS Semarang punya peluang untuk bangkit saat menghadapi PSMS Medan, namun rapatnya pertahanan tuan rumah membuat Laskar Mahesa Jenar kesulitan mencari jalan menuju gol.
Pelatih PSIS Widodo Cahyono Putro mengakui timnya kesulitan membongkar pertahanan kompak PSMS dalam laga pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (25/10) malam. PSIS akhirnya menyerah dengan skor 1-2.
Widodo mengatakan, PSMS tampil disiplin dengan pertahanan rapat dan sesekali mengandalkan serangan balik. Berbagai cara telah dicoba PSIS, mulai dari membangun serangan melalui sisi sayap, menembus tengah, mengirim umpan silang, hingga memainkan kombinasi bola pendek dan panjang.
“PSMS Medan menunjukkan permainan compact defend, sekali-kali untuk counter. Itu membuat tim kami sedikit kesulitan,” kata Widodo seusai pertandingan. Ia mengakui pertahanan PSMS sangat kuat sehingga upaya PSIS dari berbagai skema serangan belum cukup efektif.
Baca juga: Widodo C Putro: Pokoknya Nyerang!
Situasi sebenarnya sempat menguntungkan PSIS setelah striker PSMS Javier Siverio Toro mendapat kartu merah pada menit ke-37 usai wasit meninjau VAR atas pelanggaran keras terhadap Fabiano Beltrame. Namun, keunggulan jumlah pemain itu tak mudah dimanfaatkan karena PSIS sudah tertinggal dua gol.
“Memang kami menang jumlah orang, tapi kedudukan kami sudah 0-2 sehingga kami berusaha mengejar ketertinggalan,” ujar Widodo. PSIS sempat mencetak gol melalui Hari Nur Yulianto pada menit ke-87. Namun, gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjukkan posisi offside.
Gol Balasan
Gol balasan akhirnya tercipta pada menit 90+8 melalui Fitra Ridwan yang memanfaatkan bola rebound, tetapi tak cukup untuk menyelamatkan PSIS dari kekalahan.
Soal kepemimpinan wasit Ridwan Pahala, Widodo memilih tidak terburu-buru berkomentar. Ia menilai perlu melihat rekaman pertandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. “Wasit itu sebenarnya bukan ranah saya. Saya juga harus lihat video-video dulu, nanti baru bisa komentar,” katanya.
Widodo memastikan evaluasi akan dilakukan, terutama untuk memperbaiki pola serangan dan penyelesaian akhir. Menurutnya, PSIS harus mampu membangun peluang serta mencetak gol sejak awal pertandingan, bukan baru menemukan gol pada menit-menit terakhir.
“Banyak yang harus dievaluasi, mungkin dari kombinasi passing atau kombinasi finishing, meski sebenarnya itu sering kami lakukan. Tapi memang compact defend PSMS sangat kuat,” ujarnya.
Baca juga: Widodo C Putro Apresiasi Mental Bertanding
Pemain PSIS Fitra Ridwan juga mengakui kekecewaan tim karena gagal memenuhi target membawa pulang poin dari Medan. Ia berharap tim segera bangkit dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. “Pemain kecewa karena target kami ambil poin di sini. Ke depan, kami harus fokus di laga home, insyaallah kita menang,” kata Fitra.
PSIS kini harus menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan pembenahan sebelum menjamu Persikad Depok pada pekan kedelapan. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (1/11/2026).
Sebab, dalam sepak bola, menguasai peluang dan unggul jumlah pemain saja tidak cukup. Jika penyelesaian akhir masih tumpul, dominasi di lapangan bisa berakhir tanpa tambahan poin di klasemen. (tebe)

