Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online

T. Budianto
Last updated: November 4, 2026 9:19 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
CEGAH IRET: Para narasumber foto bersama dalam kegiatan Advokasi Cegah IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme) Gen-Z di Ruang Digital yang digelar di Kantor Dindikpora Kabupaten Temanggung, Rabu (4/11/2026). (Foto: fahmi)
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG – Anak-anak pada kondisi tertentu rentan bahkan menjadi target utama perekrutan kelompok radikal melalui media sosial. Sebab itu, memberikan narasi-narasi pengetahuan bagaimana mengidentifikasi agar kemudian anak punya mitigasi sendiri, menjadi perlu dilakukan.

Hal itu diungkap saat kegiatan Advokasi Cegah IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme) Gen-Z di Ruang Digital kerja bareng antara Bacaaja.co-Satgaswil Jateng Densus 88/Antiteror-Polres Temanggung dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung.

Kegiatan yang didukung Bank Mandiri ini juga melibatkan perwakilan pelajar SMP se-Kabupaten Temanggung di Kantor Dindikpora setempat, Rabu (4/11/2026).

Kepala Tim Idensos Satgaswil Jateng Densus 88/Antiteror, Ipda Ferry memaparkan, anak-anak jadi target utama perekrutan karena dalam fase pencarian jati diri, labil mudah terbawa suasana, literasi digital rendah dan mudah terpengaruh media sosial ataupun gim online hingga merasa ingin diakui bahkan ingin “dianggap hebat.

Baca juga: Densus 88 Sikat 11 Terduga Teroris di 6 Provinsi

“Pada kondisi seperti ini anak menjadi lebih mudah direkrut kelompok radikal teror,” ungkap Ferry di depan ratusan anak SMP se-Kabupaten Temanggung. Ferry menyebut, bullying yang dialami anak-anak membuat risiko terekrut kelompok tersebut menjadi meningkat.

“Jadi perlu kerja sama, bagaimana membuat anak-anak paham dengan risiko tersebut, sekaligus bagaimana mengidentifikasi sekaligus memitigasinya,” sambungnya.

Dia mengimbau jika menemukan konten berbau kekerasan, kebencian, di media sosial agar diblokir dan dilaporkan, screenshoot buktinya, termasuk melaporkan ke guru dan orangtua sekaligus ke pihak berwenang.

“Di Jateng, anak terpapar radikalisme dan terorisme juga terjadi, termasuk secara nasional juga terjadi tersebar di berbagai provinsi. Kami bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan pencegahan ini,” lanjut dia.

Hidup Berdampingan

Psikolog Soegijapranata Catholic University (SCU), Kuriake Kharismawan menyebut anak-anak perlu dipahamkan hidup berdampingan dengan berbagai perbedaan sebagai hal yang harus dirawat. “Apalagi sekarang dunia digital bikin semuanya masuk ke HP (ponsel) kita,” kata Kak Ake, sapaannya. 

Kepala Satuan Intelijen Keamanan Polres Temanggung, AKP Tanu Eko Putro juga menjadi salah satu pemateri pada kegiatan tersebut. Dia mengamini perkembangan dunia digital punya dampak positif, salah satunya memudahkan berkomunikasi secara cepat termasuk memperoleh informasi.

“Tetapi di sisi lain, di ruang digital itu juga masif sekali konten-konten negatif, seperti pornografi, ujaran kebencian hingga informasi palsu,” paparnya.  Dia mengingatkan agar tidak gampang membagikan foto pribadi hingga aktivitas pribadi kepada orang yang tak dikenal di media sosial.

Termasuk pula mengingatkan agar tak melakukan perundungan alias bullying digital karena memberikan dampak negatif.  “Jika menemukan yang negatif di media sosial, bisa di-screenshoot untuk alat bukti, nanti dari unsur kepolisian yang akan melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya. Karena basic kita pelajar, fokuslah belajar, mencapai keinginan kedua orangtuamu,” pesannya. 

Baca juga: Wow! 39 Anak Jateng Terpapar Radikalisme di Ruang Digital, Tim Gabungan Bergerak

Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang PSM Dindikpora Kab. Temanggung, Isro Hendar Saputro yang memberikan materi, menyampaikan pengaruh digital yang negatif jika tidak dimitigasi dengan baik bisa menyebabkan kenakalan di kalangan pelajar.

Kepala Dindikpora Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyo mengapresiasi kegiatan kolaborasi semacam ini. Dia menyebut Indonesia adalah negara yang prural, kaya dengan perbedaan suku, bahasa hingga keyakinan.

“Hari ini anak-anak kita diberi pehamanan bagamana cara melihat Indonesia dengan segala perbedaannya,” ungkapnya sembari menyebut kolaborasi serupa perlu dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga masa depan anak-anak.  (eks)

You Might Also Like

Kapolri Gaspol, 32 Dapur Gizi Polri di Jateng Resmi Beroperasi!

MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia

Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis

Eks Karyawan RS Soewondo Menangis saat Rapat Pansus Pemakzulan Bupati Pati

Kemarau Belum Puncak, Pemprov Sudah Guyur 3,2 Juta Liter Bantuan Air Bersih

TAGGED:bacaaja.coDensus 88headlineiret
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jelang Penetapan UMP-UMK 2027, Buruh Curhat ke Ahmad Luthfi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online

Jelang Penetapan UMP-UMK 2027, Buruh Curhat ke Ahmad Luthfi

DWS Soroti Penyadapan Prabowo, Sebut Mengarah ke Makar jika Unsur Pidana Terpenuhi

Ilustrasi upah buruh yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak (KHL).

Buruh Jateng Desak Perubahan Kebijakan 2027: Upah Layak Bukan Bonus!

Kader Posyandu Diminta Bantu Deteksi Stunting dan Anak Putus Sekolah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Kemendagri Belum Terima Laporan Ormas Terlibat Kekerasan

September 1, 2026
Ekonomi

Minyakita “Menghilang” di Pasar Bintoro Demak

Maret 10, 2026
Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Hukum

KPK Bongkar Obrolan Ketua DPRD Pati dan Sudewo

Februari 25, 2026
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)
Info

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

Oktober 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?