Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Minta Semua Suara Warga Didengar: Jangan Cuma yang Paling Keras!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Agustina Minta Semua Suara Warga Didengar: Jangan Cuma yang Paling Keras!

T. Budianto
Last updated: November 1, 2026 3:24 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PEMBICARA TLD: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memaparkan prinsip-prinsip tata kelola kebijakan publik yang inklusif di hadapan mahasiswa dalam acara Training Legislatif Dasar (TLD) 2026 di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, belum lama ini. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Katanya pemerintah hadir untuk semua warga. Tapi, benarkah semua suara sudah didengar? Jangan-jangan yang masuk radar justru mereka yang paling lantang, sementara warga yang punya kebutuhan berbeda malah luput dari perhatian.

Pesan itulah yang dibawa Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat berbicara dalam Training Legislatif Dasar (TLD) 2026 Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), baru-baru ini.

Mengusung tema “Implementasi Prinsip Inklusivitas dalam Tata Kelola Kebijakan Publik”, Agustina mengingatkan calon pemimpin bahwa membangun kota bukan sekadar membagikan bantuan atau menjalankan program yang sudah masuk daftar anggaran.

Pemerintah, menurutnya, harus mau turun, berdialog, dan memahami kebutuhan warga secara langsung. Sebab, orang dengan kondisi ekonomi yang sama belum tentu membutuhkan bantuan serupa.

“Apakah orang yang berada di desil 1, 2, 3 itu pasti semuanya butuh sembako, butuh anaknya disekolahkan, dan butuh rumah tidak layak huni? Benarkah begitu? Belum tentu,” ungkapnya.

Baca juga: DPRD Serahkan Aspirasi Warga ke Pemkot Semarang

Artinya, kebijakan tidak bisa dibuat dengan pola pikir seragam. Data memang penting, tetapi mendengar langsung suara masyarakat juga tak kalah menentukan.

Agustina mencontohkan Rumah Inspirasi, fasilitas yang disiapkan untuk mendukung penyandang disabilitas dan keluarganya. Layanannya mencakup pendidikan, kegiatan privat, pelatihan orang tua, hingga makan siang.

Namun, pemerintah juga harus terbuka jika ada keluarga yang merasa anaknya tidak nyaman mengikuti kegiatan di sana. Jangan sampai program dipaksakan hanya karena fasilitas dan anggarannya sudah tersedia.

“Setiap warga harus diberi hak untuk terlibat secara aktif. Suara sekecil apa pun itu dihitung secara bermakna dan tidak boleh ada sekat-sekat identitas,” tegasnya.

Kegiatan PKK

Ia juga menyinggung kegiatan PKK. Menurutnya, partisipasi warga semestinya tidak berubah menjadi beban. Ada orang yang punya pekerjaan, mengurus anak, atau kesibukan lain sehingga tidak selalu bisa mengikuti kegiatan lingkungan.

Agustina mencontohkan kewajiban pengumpulan sampah, minyak jelantah, hingga penggunaan seragam yang disertai denda di sejumlah lingkungan. Semangat gotong royong memang baik, tetapi pelaksanaannya perlu menghormati kesediaan dan kondisi warga. “Ketika sebuah gerak partisipatif kemudian menjadi birokratis dan wajib, proses perubahan ini kemudian yang mengganggu,” jelasnya.

Agustina juga mengajak mahasiswa melihat Semarang sebagai kota yang tumbuh dari perjumpaan berbagai kelompok masyarakat. Pecinan, Kampung Melayu, hingga Kampung Pekojan menjadi gambaran keberagaman yang telah lama hidup di kota ini.

Tradisi Dugderan, misalnya, mempertemukan banyak kelompok masyarakat dalam perayaan menyambut Ramadan. Partisipasi tumbuh karena kesadaran dan rasa memiliki, bukan lantaran paksaan.

Baca juga: Ribuan Mahasiswa Semarang Raya Kepung Gubernuran, Sampaikan Panca Tuntutan Rakyat

Ia turut mencontohkan TPU Pancasila yang disiapkan untuk mengakomodasi berbagai agama dan kepercayaan. Dalam pengelolaannya, Pemkot melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Bagi Agustina, pemerintahan inklusif setidaknya bertumpu pada tiga hal: kesetaraan suara tanpa prasangka, keterbukaan terhadap partisipasi masyarakat, serta tata kelola yang legal dan akuntabel.

Di hadapan mahasiswa, ia juga mengingatkan bahwa calon legislator tak cukup hanya jago menyusun aturan. Mereka harus mampu mengambil keputusan berdasarkan hukum sekaligus menjelaskan keputusan itu kepada publik.

Ujungnya, pemimpin bukan orang yang paling berhak menyuruh semua warga mengikuti kemauannya. Justru, pemimpin harus mau mendengar bahkan ketika suara yang datang tidak sesuai rencana pemerintah.

Sebab, kota inklusif bukan kota yang hanya ramah kepada warga yang mudah diatur, punya banyak waktu, atau cocok dengan program pemerintah. Kalau semua harus seragam agar dianggap berpartisipasi, jangan-jangan yang sedang dibangun bukan inklusivitas, melainkan keseragaman berjubah kebijakan. (tebe)

You Might Also Like

Duel Sesama Pejuang: PSIS vs Persipal, Siapa Kabur dari Zona Merah?

Truk Triplek Nyungsep di Silayur, Bikin Warga Makin Cemas: Kok Terulang Lagi

Viral Keluhan Pasien BPJS Ditanggapi Sadis Dokter hingga Korban Meninggal, RSUP dr Sardjito Buka Suara

KPK Bidik Dugaan Markup Sepatu Sekolah Rakyat: Kita sedang Pelajari

Ray Redondo-Widodo C Putro Punya Misi Besar di PSIS

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangTLD FH Undip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jangan Abaikan! Ini 5 Perubahan Payudara Kena Kanker
Next Article Kalah di Perak, Kota Semarang Harus Puas Jadi Runner-up Xiangqi Porprov 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi hujan deras.

Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wabug Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung Gradhika Kota Semarang, Senin (2/11/2026). (dul)

Gus Yasin Minta Penanganan Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Berjalan Transparan

BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae)

Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

BAHAS BENCANA: Pejabat BPBD Kota Semarang dan berbagai pihak sedang koordinasi lintas sektor membahas antisipasi bencana. (ist)

Masuk Musim Hujan, BPBD Semarang Siap Antisipasi Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Ekraf Jangan Cuma Festival, Samuel Wattimena Tagih Data Produk Unggulan Daerah

Oktober 17, 2026
Info

Agustina Ajak Ormas Naik Kelas: “Jangan Cuma Ramai Kegiatan, Tapi Harus Berdampak”

Juli 20, 2026
Hukum

Tujuh Pejabat Cilacap Dipanggil KPK, Kasus Eks Bupati Melebar

April 13, 2026
Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Hukum

Sudewo Tersangka Dobel Kasus di KPK: Gak Cukup Terjerat OTT, Kena Suap Proyek Kereta Juga

Januari 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Minta Semua Suara Warga Didengar: Jangan Cuma yang Paling Keras!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?