Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

R. Izra
Last updated: November 2, 2026 5:22 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)
MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Semarang yang semestinya menjadi fasilitas keselamatan justru banyak ditinggalkan warga. Tangga terjal, kondisi bangunan yang rusak, hingga minimnya penerangan membuat pejalan kaki enggan menggunakannya.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai persoalan JPO di Semarang tidak sekadar berkaitan dengan perawatan, tetapi juga cara pemerintah memandang kebutuhan pejalan kaki.

Menurutnya, pembangunan JPO selama ini kerap lebih berorientasi menjaga kelancaran kendaraan bermotor dibanding memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berjalan kaki.

“Pejalan kaki cenderung memilih rute paling efisien secara energi dan waktu,” demikian pandangan Djoko dalam catatannya.

Sejumlah JPO, seperti di kawasan Pasar Bulu, Jalan Pemuda, Jalan Jenderal Sudirman hingga Kagok, disebut menghadapi persoalan kerusakan fisik.

Lantai berlubang, material berkarat, anak tangga aus hingga atap yang bocor atau lepas berpotensi membahayakan pengguna.

Kondisi tersebut diperparah dengan desain yang belum ramah bagi semua kalangan. Tangga yang tinggi dan terjal menyulitkan lansia, ibu hamil, anak-anak serta penyandang disabilitas. Sebagian besar JPO juga belum dilengkapi ramp landai maupun lift.

Di sisi lain, minimnya penerangan dan keberadaan baliho besar yang menutup pandangan turut memengaruhi rasa aman pengguna, terutama saat malam hari.

Djoko menilai, JPO seharusnya terhubung langsung dengan trotoar dan halte transportasi umum. Tanpa konektivitas yang baik, warga harus memutar atau kembali turun ke badan jalan untuk mencapai tujuan.

Ia mendorong Pemkot Semarang melakukan perbaikan fisik, meningkatkan penerangan, memasang kamera pengawas, serta memastikan akses JPO terintegrasi dengan halte Trans Semarang.

Namun, menurutnya, tidak semua JPO harus dipertahankan. Pemerintah perlu mengevaluasi fasilitas yang sepi pengguna dan mempertimbangkan penyeberangan sebidang seperti pelican crossing jika kondisi jalan memungkinkan.

“Efektivitas penyeberangan jalan tidak lagi diukur dari seberapa cepat kendaraan melintas, melainkan seberapa aman dan mudah manusia berpindah tempat,” menjadi prinsip yang perlu dikedepankan dalam pembenahan fasilitas pejalan kaki.

Djoko menegaskan, pembenahan JPO membutuhkan komitmen pemerintah, termasuk menyelesaikan persoalan kepemilikan aset dan pemeliharaan.

Dengan begitu, fasilitas penyeberangan tidak sekadar berdiri sebagai infrastruktur, tetapi benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. (dul)

You Might Also Like

Wali Kota Nggak Pilih-Pilih Warga

Keluarga Jambret Gak Ridho Dunia-Akhirat, Komisi III Hentikan Kasus Hogi Minaya Sleman

Asyik Joget Dangdut, Motor Dibawa Kabur

Warisan di Tengah Duka, Ikrar Raja Baru Bergema Lagi

BGN Ngotot MBG Tetap Jalan saat Libur Sekolah, Siapa yang Makan?

TAGGED:headlineinfrastruktur inklusifjembatan penyeberangan orangjpomangkrakSemarangtak ramah difabel
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BAHAS BENCANA: Pejabat BPBD Kota Semarang dan berbagai pihak sedang koordinasi lintas sektor membahas antisipasi bencana. (ist) Masuk Musim Hujan, BPBD Semarang Siap Antisipasi Banjir dan Longsor
Next Article BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae) Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi hujan deras.

Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wabug Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung Gradhika Kota Semarang, Senin (2/11/2026). (dul)

Gus Yasin Minta Penanganan Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Berjalan Transparan

BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae)

Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

BAHAS BENCANA: Pejabat BPBD Kota Semarang dan berbagai pihak sedang koordinasi lintas sektor membahas antisipasi bencana. (ist)

Masuk Musim Hujan, BPBD Semarang Siap Antisipasi Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menyampaikan pernyataan publik kepada wartawan. (ist)
Info

Wali Kota Semarang Akui Jalur Silayur Tak Layak Dilintasi Truk Besar

April 12, 2026
Daerah

DPRD dan Pemprov Jateng Siap Kawal Pemekaran Brebes Selatan ke Pusat

Oktober 14, 2026
SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)
Nasional

PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop

Oktober 16, 2026
Viral

Viral Bayi di Bulukumba Meninggal Kelaparan, Saking Miskinnya Diduga Gak Makan & Minum Susu 10 Hari

Oktober 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?