BACAAJA, SEMARANG – Kawasan Kaligawe dan Genuk, Kota Semarang, pernah mengalami banjir besar pada 2024. Genangan bahkan bertahan hampir dua bulan dan berdampak pada ribuan warga di sejumlah kelurahan.
Memasuki musim hujan akhir 2026 hingga awal 2027, banjir di kawasan tersebut diprediksi tidak separah musim sebelumnya. Sejumlah proyek infrastruktur pengendali banjir kini telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto, mengatakan salah satu infrastruktur yang diharapkan mengurangi dampak banjir adalah peninggian Jalan Kaligawe.
Bacaaja: Tiga Orang Meninggal karena Banjir Semarang
Bacaaja: Jalur Pantura Semarang Lumpuh Diterjang Banjir
Menurutnya, kondisi ini berbeda dibandingkan dua tahun lalu ketika banjir besar melanda wilayah Genuk. Saat itu, air relatif tidak surut selama hampir dua bulan dan merendam sejumlah kelurahan.
“Dengan adanya peninggian jalan Kaligawe, ya, itu diharapkan untuk wilayah sana itu nanti juga tidak seperti separah dua tahun yang lalu,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Selain itu, crossing sodetan di kawasan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) juga sudah aktif. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya memotong aliran air untuk mengatasi persoalan banjir di jalur Kaligawe-Pantura.
Kesiapan pompa air di kawasan Terboyo juga menjadi perhatian. BPBD berharap pompanisasi di wilayah tersebut bisa terus beroperasi secara optimal untuk membantu mengendalikan genangan ketika hujan deras terjadi.
Meski sejumlah infrastruktur telah tersedia, kesiapan menghadapi banjir tetap diperlukan.
BPBD Kota Semarang juga terus memantau perkembangan cuaca dan menyiapkan personel serta logistik untuk mengantisipasi kemungkinan bencana hidrometeorologi selama musim hujan. (bae)

