Menurut keterangan petugas, truk melaju dari Jakarta menuju kawasan industri di Semarang. Saat sampai di tanjakan, kendaraan diduga nggak kuat nanjak.
“Sudah sempat diganjal, tapi tetap nggak kuat, akhirnya mundur dan terguling,” ujar Aipda Eko Sulis dari Polsek Ngaliyan.
Bacaaja: KNKT Minta Jalur Alternatif Agar Truk Industri Tak Lewat Silayur, Gimana Progresnya?
Bacaaja: Rencana Jalan Lingkar Gagal, Gak Ada Solusi Lain: Kendaraan Besar Terpaksa Tetap Lewat Silayur
Di lokasi kejadian, kondisi jalan yang gelap dan sempat basah karena hujan bikin proses evakuasi nggak gampang. Truk terlihat rebah di sisi jalan, sementara muatan triplek berserakan sampai ke bahu jalan.
Petugas dibantu warga langsung berusaha mengamankan area sambil nunggu mobil derek datang.
Kabar baiknya, sopir dan kernet selamat tanpa luka. Tapi kerugian materi diperkirakan cukup besar, dari kendaraan rusak sampai muatan yang tumpah.
Dugaan sementara, ada masalah teknis di truk. Padahal sopir disebut sudah sering melewati jalur ini.
Warga kian resah
Kecelakaan di Silayur, bukan yang pertama. Sudah sangat sering terjadi kecelakaan di jalur itu. Warga semakin resah dan cemas. Kurnia (34), warga sekitar, bilang rasa cemas itu makin nyata.
“Belum sebulan sudah ada kejadian lagi. Walaupun nggak ada korban, tapi sampai kapan kita ngerasa aman?” ujarnya.
Jalur Silayur memang dikenal ekstrem—tanjakan curam, turunan tajam, dan sering dilalui kendaraan berat dengan muatan penuh. Kombinasi ini bikin risiko kecelakaan tinggi, apalagi kalau kondisi kendaraan nggak prima.
Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dan arus lalu lintas sempat tersendat, meski masih bisa lewat bergantian.
Kejadian ini jadi pengingat keras: cek kendaraan sebelum jalan itu wajib, bukan opsional.
Dan buat warga? Mereka cuma minta satu hal, bukan janji, tapi solusi nyata biar kejadian kayak gini nggak terus berulang. (dul)

