BACAAJA, SEMARANG – Dua atlet meninggal dunia saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Tak hanya itu, puluhan atlet juga harus mendapatkan penanganan medis hingga dirujuk ke rumah sakit akibat cedera dan gangguan kesehatan selama pertandingan.
Kondisi tersebut menjadi evaluasi serius bagi Pengurus Besar (PB) Porprov. Ketua Umum PB Porprov sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan akan dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Dua atlet yang meninggal yakni Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet selam asal Jepara, pada Minggu (25/10/2026), serta Ayudiah Rivana Tridiandinita, atlet pencak silat asal Kota Semarang, pada Rabu (28/10/2026).
Gus Yasin mengatakan, pihaknya masih perlu menelusuri lebih lanjut penyebab meninggalnya atlet pencak silat tersebut. Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, cedera jari tangan yang dialami korban telah mendapatkan penanganan medis melalui operasi.
“Kalau kita melihat kejadian yang kedua, lukanya atau cedera di jari dan sudah dilakukan operasi dengan baik. Kejadiannya, orang tuanya juga tidak ada kendala, bahkan malamnya itu juga tenang-tenang saja, sehat-sehat saja. Nah, ini yang perlu kita sampaikan,” ujarnya saat ditemui di Mapolda Jateng, Jumat (30/10/2026).
Selain dua kejadian tersebut, data PB Porprov mencatat 157 atlet menjalani rawat jalan, 14 atlet diobservasi, dan 22 atlet harus dirujuk ke rumah sakit selama 20-30 Oktober 2026.
Menurut Gus Yasin, banyaknya atlet yang membutuhkan penanganan medis menjadi catatan penting bagi penyelenggara untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan dan keamanan pertandingan.
“Pada prinsipnya, kami atas nama Porprov mengucapkan belasungkawa dan akan mengevaluasi kegiatan-kegiatan Porprov ke depan supaya ini tidak berulang,” tegasnya. (dul)

