Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kapolri Siapkan Poliran, Penganggur Bakal Dilatih Kerja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kapolri Siapkan Poliran, Penganggur Bakal Dilatih Kerja

Nugroho P.
Last updated: Oktober 30, 2026 7:06 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pengangguran kini menjadi perhatian Polri. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar bisa kembali produktif sekaligus menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Contents
Bhabinkamtibmas Ajak Warga Ikut PelatihanMantan Pengguna Narkotika Ikut Jadi Sasaran

Program ini bakal melibatkan sejumlah kementerian hingga Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah. Para pencari kerja nantinya akan mendapat pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, sehingga punya bekal lebih baik saat mencari pekerjaan.

Suyudi mengungkapkan rencana tersebut seusai bertemu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Mabes Polri, Jumat, 30 Oktober 2026. Menurut dia, persoalan pengangguran bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga perlu mendapat perhatian dari sisi keamanan.

“Kemudian kita ada kegiatan namanya Poliran (Polisi Peduli Pengangguran). Kenapa kita memiliki kepedulian terhadap pengangguran? Karena pengangguran ini berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Suyudi.

Bhabinkamtibmas Ajak Warga Ikut Pelatihan

Dalam pelaksanaannya, Polri akan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk menjangkau warga yang belum bekerja, terutama di wilayah pedesaan. Polisi yang bertugas di tingkat desa dan kelurahan tersebut akan mengajak para penganggur mengikuti program pelatihan yang disiapkan bersama instansi terkait.

Polri juga membuka peluang melibatkan pendamping desa untuk membantu menjaring peserta. Dengan begitu, warga yang membutuhkan pekerjaan bisa lebih mudah mendapatkan informasi dan akses terhadap pelatihan.

“Kita akan mengaktifkan masyarakat kita yang pengangguran, polanya adalah merekrut para Bhabinkamtibmas kita, mungkin nanti dibantu oleh para pendamping desa,” ujar Suyudi.

Program ini akan dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian. Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan termasuk instansi yang telah diajak bekerja sama dalam menyiapkan pelatihan bagi masyarakat.

Materi pelatihan akan mencakup kemampuan nonteknis atau soft skill. Bekal ini diharapkan membantu peserta meningkatkan kesiapan diri untuk masuk ke dunia kerja maupun kembali menjalani aktivitas produktif.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja, Sosial, dan Kesehatan, kita latihkan secara soft skill, sehingga masyarakat kita yang pada hakikatnya berkebutuhan dalam hal pekerjaan, bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi. Nah ini prinsip daripada Poliran,” kata Suyudi.

Mantan Pengguna Narkotika Ikut Jadi Sasaran

Poliran tidak hanya menyasar masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Program ini juga dirancang untuk membantu orang-orang yang telah menjalani rehabilitasi ketergantungan narkotika, tetapi masih kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan proses pemulihan.

Suyudi menilai, persoalan pekerjaan bisa menjadi salah satu tantangan bagi mantan pengguna narkotika untuk mempertahankan kondisi mereka setelah rehabilitasi. Ketika kembali ke lingkungan masyarakat tanpa memiliki aktivitas atau pekerjaan, risiko menggunakan narkotika lagi atau mengalami kekambuhan perlu menjadi perhatian.

Karena itu, Polri berharap pelatihan dan pendampingan melalui program tersebut dapat membuka kesempatan bagi mereka untuk kembali produktif. Akses terhadap pekerjaan diharapkan membantu proses pemulihan sekaligus mendukung mereka membangun kehidupan yang lebih baik.

“Saat ini sedang kita persiapkan dan harapan kita masyarakat yang pengangguran tadi termasuk orang-orang yang ketergantungan terhadap narkotika, setelah dia direhabilitasi, nah sering kali balik lagi, relapse lagi. Karena apa? Karena tidak mendapatkan pekerjaan. Nah ini yang kita harapkan,” ujar Suyudi.

Kapolri yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menegaskan bahwa Poliran saat ini masih dalam tahap persiapan. Melalui kolaborasi dengan kementerian dan pendamping di daerah, program tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang belum bekerja mendapatkan keterampilan tambahan dan kesempatan untuk kembali mandiri. (*)

You Might Also Like

Program BERDAYA PLN Icon Plus Hadir di SLB B Yakut Purwokerto, Kenalkan Dunia Industri dan Teknologi Telekomunikasi

Bupati Kena OTT, Gubernur: Layanan Publik Harus Tetap Jalan

Soal Program 3 Juta Rumah, Jateng Dianggap Paling Siap

Enam Lokasi Terkuak, Kasus YTR dan Taufik Makin Bikin Miris

Bekasi Bukan Sekali Ade Koswara Saja, Lha ini Jejak Kepala Daerah Masuk Radar KPK

TAGGED:kapolri poliranpengangguran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS). Ihwal Relokasi 535 KK Terdampak Bendungan Karangnongko, DWS: Kami Kawal hingga Pusat
Next Article YLKI Minta Pajak Pembalut Disetop, Ini Alasannya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TERIMA PENGHARGAAN: Petugas operator alat berat (baju batik) menerima penghargaan dari Wali Kota Agustina. (ist)

Dua Operator Alat Berat Dapat Penghargaan, Berdedikasi Bantu Tangani Kebakaran TPA Jatibarang

Empat Anak Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Ini Cara Pulihnya

Sultan HB X Sentil Pembawa Sajam di Demo Yogya

YLKI Minta Pajak Pembalut Disetop, Ini Alasannya

Kapolri Siapkan Poliran, Penganggur Bakal Dilatih Kerja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BAYI KRITIS: Bayi bernama Alena masih dalam kondisi kritis di RS dr. Soetomo Surabaya. (ist)
Info

Bayi Usia 24 Hari Kritis, Diduga Gara-Gara Dicekoki Nenek Telur Mentah

Oktober 11, 2026
Hukum

COD Emas Batangan Rp250 Juta Berujung Perampokan di Kediri

Oktober 13, 2026
Ekonomi

Luthfi Dampingi Mendag Sidak Pasar di Kudus, Pastikan Harga Sembako Stabil

Maret 12, 2026
Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.
Politik

Sah! Prabowo Tetapkan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

November 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kapolri Siapkan Poliran, Penganggur Bakal Dilatih Kerja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?