Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 153 Juta Data SIM Warga Dijual, FBI Bergerak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Teknologi

153 Juta Data SIM Warga Dijual, FBI Bergerak

Nugroho P.
Last updated: September 8, 2026 6:52 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi hacker (ist).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kabar soal data pribadi warga Amerika Serikat dan Kanada yang beredar di dark web bikin geger. Jumlahnya bukan sedikit, ada klaim lebih dari 153 juta data Surat Izin Mengemudi (SIM) yang ditawarkan untuk dijual oleh sebuah situs bernama Nexus.

Kasus ini mencuat setelah pakar keamanan siber sekaligus jurnalis independen Brian Krebs menemukan penawaran tersebut. Yang bikin situasinya makin serius, sejumlah pemilik SIM yang datanya muncul di situs itu mengaku dokumen yang ditampilkan memang milik mereka.

FBI pun tak tinggal diam. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat menyatakan tengah menindaklanjuti laporan tersebut, meski belum memastikan apakah seluruh 153 juta data SIM yang diklaim Nexus benar-benar berasal dari pencurian.

Laporan mengenai keberadaan data tersebut pertama kali diungkap Krebs melalui blog Krebs on Security. Reuters kemudian melaporkan temuan itu pada 2 September 2026.

Krebs menemukan Nexus setelah situs tersebut dipromosikan lewat sebuah forum kejahatan siber berbahasa Rusia. Dalam promosinya, pengelola situs bahkan menawarkan data SIM milik Krebs sendiri sebagai sampel gratis.

Tak berhenti di situ, Krebs mencoba mengecek apakah data yang ditawarkan benar-benar valid. Ia menghubungi sedikitnya sembilan orang yang SIM-nya tercantum dalam database Nexus.

Hasilnya cukup bikin merinding. Kesembilan orang tersebut mengonfirmasi bahwa dokumen yang dipajang di Nexus merupakan SIM asli mereka.

Selain data SIM, Nexus juga disebut menawarkan jutaan kartu identitas serta berbagai dokumen perjalanan. Situs itu bahkan dikabarkan memiliki ratusan ribu rekam medis yang ikut ditawarkan.

FBI kemudian menyatakan sedang menangani laporan terkait dugaan kebocoran tersebut. Namun, lembaga penegak hukum AS itu belum mau membuka detail lebih jauh karena penyelidikan masih berjalan.

FBI juga belum mengonfirmasi bahwa seluruh 153 juta SIM yang disebut-sebut tersedia di Nexus memang telah dicuri. Artinya, angka tersebut untuk sementara masih sebatas klaim dari pihak yang mengoperasikan situs tersebut.

Peneliti ancaman siber dari perusahaan keamanan Infoblox, Zach Edwards, menilai skala kasus ini sangat besar. Menurut dia, kejadian semacam ini belum pernah terlihat dalam ukuran sebesar itu jika dikaitkan dengan kebocoran data SIM.

Edwards juga menemukan data SIM miliknya sendiri dalam daftar yang ditawarkan Nexus. Ia memperingatkan, jika situs tersebut benar-benar terus mendapatkan data baru, dampaknya bisa jauh lebih serius.

Terlebih, data SIM bukan sekadar nomor identitas. Informasi di dalamnya bisa menjadi bahan bagi pelaku kejahatan untuk melakukan penipuan, pencurian identitas, hingga berbagai aksi kriminal lainnya.

Kekhawatiran makin besar karena database Nexus disebut tampak diperbarui secara real time. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa data yang dijual bukan cuma hasil kebocoran lama, tetapi mungkin masih terus mengalir dari sumber tertentu.

Meski begitu, asal muasal data tersebut sampai sekarang belum terungkap. Krebs menduga salah satu kemungkinan sumbernya adalah perusahaan penyedia layanan verifikasi identitas IDScan.net yang berbasis di Louisiana.

IDScan.net diketahui menyediakan layanan verifikasi identitas bagi sejumlah organisasi besar. Perusahaan tersebut mengatakan kepada Krebs bahwa mereka sedang menyelidiki persoalan tersebut.

Reuters juga telah meminta tanggapan IDScan.net terkait dugaan kebocoran itu. Namun, perusahaan tersebut belum memberikan jawaban atas sejumlah permintaan komentar.

Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, Nexus justru mendadak menghilang dari dark web. Situs yang sebelumnya menawarkan tumpukan data SIM tersebut dilaporkan sudah tidak bisa diakses tidak lama setelah laporan Krebs dipublikasikan.

Hilangnya situs tersebut belum otomatis menjawab pertanyaan besar soal sumber data. FBI dan pihak terkait masih harus mengurai dari mana informasi itu berasal, bagaimana data bisa terkumpul, serta apakah masih ada data baru yang berpotensi bocor.

Jika klaim 153 juta data tersebut terbukti benar, kasus ini bisa menjadi salah satu kebocoran data identitas terbesar yang pernah mencuat. Dampaknya pun berpotensi panjang karena informasi SIM dapat berkaitan langsung dengan identitas seseorang.

Untuk saat ini, penyelidikan FBI masih berjalan. Publik pun masih menunggu kepastian apakah angka 153 juta itu benar-benar mencerminkan jumlah data yang dicuri atau hanya klaim untuk menarik perhatian di pasar gelap digital. (*)

You Might Also Like

Google Bikin Keyboard Muter, Ngetik Tinggal Tunggu Tombol

WhatsApp Uji Chat Rahasia, Cuma Bisa Dibuka di HP Utama

Laptop Gaming Murah, Game Berat Masih Bisa Dilibas?

Jangan Asal Klik, Modus Penipuan Lewat DANA Makin Beragam

RatHat Mengintai Android, PIN dan OTP Bisa Dibobol

TAGGED:dark webdata warganexusSIM
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pesawat berjejer di landasan Bandara Ahmad Yani Semarang. (ist) 3.420 Penumpang Pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang Terdampak, 29 Penerbangan Dibatalkan
Next Article Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan. (Ist) BPBD Jateng Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Aktivitas Warga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tak Cuma Jago Ngaji! Darul Amanah Juara Football Santri 2026

Dicari, Komisioner KI  yang Bukan Sekadar Pintar tapi juga Bisa Kerja Bareng

Seluruh Jalur Pendakian Gunung di Jateng Diminta Tutup Sementara

KHUSYUK - 1.328 hafiz dan hafizah menggelar khataman Alquran bareng di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonosobo pada puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini mengantarkan Wonosobo raih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Keren! Wonosobo Raih Rekor MURI pada HSN 2026, 1.328 Hafiz dan Hafizah Khataman Alquran Bareng

LATIHAN TANGANI INSIDEN: Petugas Bandara Ahmad Yani Semarang sedang latihan menangani insiden kebakaran pesawat. (ist)

Bandara Ahmad Yani Latihan Tangani Kecelakaan Pesawat dan Kebakaran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Teknologi

Data 38 Ribu Pegawai FBI Diklaim Dicuri Hacker

Oktober 4, 2026
Viral

Perpanjang SIM Dubai Lebih Cepat Dari Masak Mie Instan

November 22, 2025
Teknologi

Bonggol Jagung Sumut Tembus Jepang, Nilainya Rp1 Miliar

September 1, 2026
Teknologi

Agustina Ajak Anak Muda Semarang Garap IP Kreatif

September 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 153 Juta Data SIM Warga Dijual, FBI Bergerak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?