Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis

Bus Trans Semarang bukan sekadar kendaraan yang mengantar warga dari satu titik ke titik lain. Bagi Pemkot Semarang, moda transportasi ini diposisikan sebagai layanan publik yang harus tetap berjalan meski hitung-hitungan bisnis tidak selalu menguntungkan.

T. Budianto
Last updated: September 19, 2026 8:21 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
JADI PEMBICARA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menjadi pembicara dalam Urban Climate Forum 2026 di Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

SEMARANG– Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan komitmennya mempertahankan Trans Semarang sebagai moda transportasi berbasis layanan masyarakat, bukan semata-mata mengejar keuntungan.

Hal itu disampaikan Agustina saat menjadi pembicara dalam Urban Climate Forum 2026 di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Menurutnya, keberadaan transportasi publik merupakan bagian dari kebutuhan mobilitas warga sekaligus pembangunan kota dalam jangka panjang.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui alokasi anggaran operasional minimal 5 persen dari APBD Kota Semarang. Ketentuan itu tercantum dalam Pasal 140 Perda Kota Semarang Nomor 11 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Baca juga: Sebelas Armada Trans Semarang Dicek Satu-satu

“Perda ini menegaskan posisi Trans Semarang sebagai sebuah layanan, bukan bisnis,” terang Agustina. Ia menyebut tarif resmi Trans Semarang sebenarnya ditetapkan Rp3.500 untuk pembayaran nontunai dan Rp4.000 untuk pembayaran tunai. Namun, Pemkot Semarang beberapa kali memberikan pembebasan tarif. Sementara itu, pelajar, mahasiswa, penyandang disabilitas, warga lanjut usia di atas 60 tahun, hingga veteran mendapat tarif khusus Rp1.000.

Trans Semarang sendiri mulai beroperasi sejak 2009 dengan dukungan awal dari pemerintah pusat. Dalam perjalanannya, layanan tersebut terus dibenahi, mulai dari keselamatan, rute hingga kondisi armada.

Agustina mengatakan pembenahan transportasi publik tidak bisa dilakukan pemerintah daerah sendirian. Pemkot juga melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan armada.

Pihak Ketiga

Menurutnya, sebagian besar bus merupakan milik pihak ketiga yang sebelumnya tergabung dalam perhimpunan Organda Kota Semarang.

Pemkot kemudian memfasilitasi skema kerja sama dengan menjadi penjamin bagi pihak ketiga ketika mengajukan modal ke perbankan. Perhitungan nilai kontrak mengacu pada formulasi investasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Di sisi lain, standar armada juga diperketat. Bus yang berusia lebih dari 10 tahun pada 2026 dan tidak diremajakan oleh pengelola tidak akan diperpanjang masa kontraknya.

Baca juga: Elektrifikasi Trans Semarang Dipuji, Agustina: Langkah Nyata Menuju Transportasi Hijau

“Ikon Kota Semarang itu sempat dijuluki cumi-cumi darat karena kumpulan asap hitam yang keluar dari bus-bus berusia lebih dari 10 tahun. Ada 132 bus berusia di atas 10 tahun yang akan kami ganti, dan dua di antaranya disiapkan menggunakan bus listrik,” ungkapnya.

Penggantian armada tua juga diarahkan pada penggunaan bus listrik. Selain mengurangi emisi, desain armada baru diharapkan lebih ramah bagi seluruh pengguna transportasi.

“Kami terus dorong agar armada pengganti untuk bus berusia di atas 10 tahun ini menggunakan bus listrik. Selain ramah lingkungan, kami memastikan desain pintu dan fasilitasnya ramah bagi penyandang disabilitas sehingga Trans Semarang menjadi transportasi publik yang inklusif bagi seluruh warga,” pungkas Agustina.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Urban Climate Forum 2026 bertema “Penguatan Tata Kelola Mobilitas untuk Kota yang Berkelanjutan dan Berketahanan Iklim” yang dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.

Forum tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Kalimantan Selatan, dan Wali Kota Surakarta.

Bagi Semarang, tantangannya kini bukan cuma menambah jumlah bus. Transportasi publik juga dituntut tetap terjangkau, aman, ramah lingkungan, dan bisa digunakan semua kalangan. Sebab, kalau namanya layanan publik, yang dihitung bukan cuma pemasukan di loket, tetapi juga berapa banyak warga yang terbantu sampai tujuan. (tebe)

You Might Also Like

Penting! Dokumen Tanah Girik sampai Letter C Nggak Berlaku Lagi Mulai 2026

JK Geram Tanahnya Diserobot, Menteri ATR Ngaku BPN Salah Fatal

Bos Rokok HS Disebut Terima Sleeping Fee Rp9,5 M di Kasus Korupsi DJKA

Kepala Rumah Tangga Eks-Jampidsus Febrie Tewas Misterius, Sengaja Dihabisi?

Diterpa Isu Perselingkuhan, Pratama Arhan Ternyata Sudah Gugat Cerai Anaknya Andre Rosiade

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist) DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang
Next Article Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memberi sambutan saat penutupan penutupan MTQ Nasional ke-31, Sabtu (19/9/2026). (dul) Penutpan MTQ Nasional, Gubernur Jateng Sampaikan Pesan Ini kepada Kafilah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online

Jelang Penetapan UMP-UMK 2027, Buruh Curhat ke Ahmad Luthfi

DWS Soroti Penyadapan Prabowo, Sebut Mengarah ke Makar jika Unsur Pidana Terpenuhi

Ilustrasi upah buruh yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak (KHL).

Buruh Jateng Desak Perubahan Kebijakan 2027: Upah Layak Bukan Bonus!

Kader Posyandu Diminta Bantu Deteksi Stunting dan Anak Putus Sekolah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Lurah Jangan Main-Main! Ada Jaga Desa, Salah Ketik Anggaran Bisa Ketahuan

Februari 19, 2026
Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah.
Info

Meet & Greet SMAN 6 Semarang, Densus: 22 Pelajar Jateng Terpapar Paham Radikal, Banyak dari Medsos

Februari 10, 2026
Info

Aria Bima Soroti Alih Fungsi Lahan Solo Raya

Mei 25, 2026
Info

Tiga Hari Hilang, Nenek Wakijem Ketemu Lemas di Hutan

Januari 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?