BACAAJA, SEMARANG- Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang menjadi momen berbeda bagi Papua Tengah. Untuk pertama kalinya, provinsi tersebut ikut ambil bagian dalam gelaran MTQ tingkat nasional dan membawa puluhan peserta ke tengah kemeriahan pawai, Sabtu (12/9/2026).
Sebanyak 98 anggota kafilah Papua Tengah ikut berjalan bersama rombongan dari 38 provinsi lainnya. Mereka menyusuri rute dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jateng.
Bagi Papua Tengah, keikutsertaan kali ini bukan sekadar meramaikan pawai. Ada target yang ingin dibawa pulang, salah satunya mencatat prestasi di tengah persaingan kafilah dari seluruh Indonesia.
Baca juga: Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ
Perwakilan Papua Tengah, Evi Titin Indrawati mengatakan, pihaknya berharap kehadiran perdana Papua Tengah di MTQ XXXI bisa berbuah prestasi sekaligus seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
“Harapannya mudah-mudahan tentunya Papua Tengah bisa menjuarai MTQ minimal satu cabang. Kemudian mudah-mudahan acara berjalan dengan lancar, keberhasilan maksudnya acara sukses,” ujarnya setelah mengikuti pawai, Sabtu (12/9/2026).
Cukup Besar
Jumlah peserta yang dibawa Papua Tengah terbilang cukup besar untuk sebuah debut. Sebanyak 98 orang menjadi bagian dari kafilah yang tampil dalam rangkaian MTQ XXXI di Semarang.
Kehadiran mereka pun menambah warna pawai yang sejak pagi dipenuhi beragam identitas daerah. Setiap provinsi datang membawa ciri khas masing-masing, sementara Papua Tengah hadir membawa semangat sebagai peserta baru.
Pawai tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi dengan masyarakat Semarang sebelum memasuki rangkaian kompetisi MTQ.
Baca juga: MTQ Nasional Bukan Sekadar Soal Lomba
Di tengah barisan kafilah yang bergerak menuju Gubernuran, Papua Tengah menunjukkan bahwa debut tak harus datang dengan banyak suara. Cukup dengan langkah pertama, membawa harapan untuk pulang dengan prestasi.
Namanya juga debut. Belum perlu pasang target jadi juara umum. Satu piala dulu, yang penting jangan pulang cuma bawa oleh-oleh lunpia. (dul)

