BACAAJA, MEDAN – Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut) naik ke tahap penyidikan. Siapa bakal jadi tersangka?
Polres Karo resmi menaikkan penanganan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. Polisi menyebut sudah menemukan dugaan tindak pidana dalam kasus yang bikin 353 siswa keracunan itu.
Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan perkembangan tersebut.
Bacaaja: Korban Keracunan MBG di Berastagi Alami Gangguan Saraf Otak, 3 Korban Dirujuk ke Medan
Bacaaja: Kasus Keracunan MBG 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Selesai? Kepala SPPG Minta Maaf
“Benar, sudah naik sidik,” kata Pedoman, Jumat (11/9/2026).
Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak. Mulai dari guru, siswa, hingga dokter yang menangani para korban.
Setelah pemeriksaan saksi dianggap lengkap, polisi berencana melakukan gelar perkara.
“Saksi-saksi sudah diperiksa, seperti guru, murid, dokter RS yang menangani. Mungkin kalau sudah lengkap akan digelar perkara,” ujarnya.
Meski begitu, polisi belum membeberkan secara detail dugaan tindak pidana yang ditemukan maupun pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban.
353 siswa terdampak
Kasus ini bermula pada 13 Agustus 2026. Ratusan siswa mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan MBG.
Total ada 353 siswa yang dilaporkan terdampak. Mereka berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, SMP Swasta Bersama, dan SMP Negeri 3 Kabanjahe.
Sebagian korban bahkan harus mendapat perawatan di fasilitas kesehatan hingga dirujuk ke rumah sakit di Medan.
Sebelumnya, investigasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan Sumatera Utara menemukan adanya pelanggaran dalam pengelolaan makanan di SPPG.
Salah satu temuan berkaitan dengan penyimpanan bahan baku ikan yang akan digunakan sebagai lauk. Ikan tersebut disebut disimpan di luar freezer.
Akibat temuan itu, dapur SPPG dikenai sanksi penutupan. Kepala SPPG juga dicopot dari jabatannya dan mendapat sanksi disiplin.
Dapur yang menyediakan makanan tersebut diketahui berada di wilayah Kodim 0205/Tanah Karo dan dikelola Yayasan Manunggal Kartika Jaya.
Hampir sebulan, 15 siswa masih dirawat
Meski kejadian sudah hampir sebulan berlalu, persoalan kesehatan para korban belum sepenuhnya selesai.
Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat 15 siswa kembali menjalani rawat inap. Keluhan yang paling banyak dirasakan adalah nyeri perut.
Selain penanganan medis, pemerintah juga memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa yang masih mengalami keluhan.
Dinkes Kabupaten Karo bahkan menyiapkan call center untuk menerima laporan dari korban yang masih merasakan gangguan kesehatan.
Kepala BGN Sumut diganti
Di tengah penanganan kasus ini, Kepala BGN Sumatera Utara Agung T Kurniawan juga telah diganti. Pergantian tersebut berlaku sejak 31 Agustus 2026 dan posisinya kini diisi Yoga Arizanto.
Namun, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pergantian tersebut. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah pergantian Kepala BGN Sumut berkaitan langsung dengan kasus keracunan MBG di Karo.
Kini polisi masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap dugaan tindak pidana di balik kasus yang membuat ratusan siswa jatuh sakit tersebut. (*)

