Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Catur Semarang Naik Kelas, Tapi Yunior Putri Masih Jadi PR
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Catur Semarang Naik Kelas, Tapi Yunior Putri Masih Jadi PR

Catur di Semarang mulai keluar dari papan yang itu-itu saja. Pertandingannya kini merambah hotel, mal, sampai venue yang lebih ramai. Klub makin aktif, kampus ikut turun tangan, tapi ada satu pekerjaan rumah yang belum selesai: mencari dan menumbuhkan lebih banyak pemain yunior, terutama putri.

T. Budianto
Last updated: September 13, 2026 4:44 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PANITIA KEJURKOT: Ketua Percasi Kota Semarang, Eko Budi Santoso memimpin rapat panitia kejurkot catur antarklub se-Kota Semarang di Bakmi 410, Semarang, Jumat, (11/9/2026). (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Olahraga catur di Kota Semarang pelan-pelan mulai naik kelas. Kalau dulu pertandingan lebih sering identik dengan sekolah atau balai kelurahan, kini olahraga adu strategi ini mulai berani masuk ke hotel, mal, hingga tempat yang lebih ramai.

Perubahannya bukan cuma soal lokasi pertandingan yang makin keren. Di balik papan catur, ada upaya memperkuat kompetisi sekaligus membangun regenerasi pemain.

Ketua Pengkot Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Semarang, Eko Budi Santoso mengatakan, pembinaan pemain masih menjadi perhatian utama. Terutama untuk kelompok yunior dan putri.

Salah satu cara yang diterapkan adalah lewat kompetisi antarklub dengan aturan komposisi pemain. Dalam satu tim, klub wajib memiliki setidaknya satu pemain yang merupakan murid dari klub lokal. Sementara pemain dari luar klub yang dipinjam dibatasi maksimal dua orang.

Baca juga: Cakti Rajasa Juara Turnamen Catur Hardiknas Tingkat SD di Blora

Aturan ini justru membuat persaingan antarklub semakin hidup. “Dengan komposisi itu, klub-klub akhirnya berlomba mendatangkan pemain. Di situ ada transfer knowledge,” kata Eko yang juga dosen Unnes ini.

Bukan hanya kemampuan bermain yang ikut berpindah. Pemain dari luar Semarang bisa semakin dikenal, sementara pemain lokal mendapat kesempatan menyerap pengalaman dan strategi dari pemain yang sudah lebih dulu punya jam terbang.

Kompetisi catur di Semarang juga mulai membuka pintu lebih lebar. Bukan cuma klub konvensional, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) catur dari perguruan tinggi juga boleh ikut bertanding.

Eko menyebut sejumlah kampus memiliki potensi pemain yang cukup bagus, di antaranya Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). “UKM boleh ikut. Jadi bukan hanya klub, tetapi UKM kampus juga bisa,” ujarnya.

Klub Catur

Saat ini ada sekitar 19 klub catur yang telah terverifikasi di Kota Semarang. Dari jumlah tersebut, 16 klub sudah memastikan ambil bagian dalam kompetisi antarklub yang akan berlangsung pada Minggu, (13/9/2026) di Verve Bistro & Coffe Bar, semarang. Sisanya masih dalam tahap konfirmasi.

Bagi Percasi, turnamen bukan sekadar ajang mencari pemenang. Pertandingan menjadi semacam rapor untuk melihat sejauh mana hasil latihan pemain. Sebab, kemampuan yang diasah saat latihan perlu diuji di papan pertandingan. “Tanpa turnamen, pembinaan itu kita tidak bisa melihat hasilnya,” katanya.

Meski geliat catur mulai terasa, Percasi Kota Semarang masih punya pekerjaan rumah yang cukup serius, terutama soal regenerasi pemain yunior dan putri. Rencananya, Percasi akan membuat turnamen khusus yunior putri pada 2027.

Penjaringan pemain juga akan dilakukan dengan menggandeng sekolah-sekolah. Masalahnya, masuk ke lingkungan sekolah ternyata tidak semudah memindahkan bidak kuda.

Baca juga: Porwakos 2026 Dibuka, Agustina: Menang Itu Bonus, Persaudaraan yang Juara

Percasi sudah lama memikirkan cara mendekatkan catur dengan dunia pendidikan. Namun, urusan birokrasi terkadang membuat langkah tersebut harus dilakukan pelan-pelan.

Karena itu, tantangannya bukan sekadar menemukan anak yang bisa bermain catur. Lebih jauh, bagaimana membuat mereka tertarik dan merasa catur bukan permainan yang membosankan. “Memang harus sabar. Bagaimana supaya catur itu menarik dan digemari,” ujar Eko.

Dengan kompetisi yang mulai merambah berbagai ruang, klub yang makin aktif, hingga kampus yang ikut turun tangan, catur Semarang punya modal untuk berkembang. Tinggal bagaimana papan catur itu tidak hanya diisi pemain lama, tetapi juga wajah-wajah baru.

Catur memang mengajarkan satu hal: jangan asal melangkah. Semarang pun sedang menyusun langkahnya. Hotel sudah, mal mulai, kampus ikut. Tinggal satu langkah penting: jangan sampai pion-pion mudanya kehabisan jalan sebelum sempat jadi ratu. (tebe)

You Might Also Like

Jadwal Timnas Indonesia U-23 vs Laos U-23: Kickoff, Live Streaming, dan Prediksi Line-up

Stefano Lilipaly Kembali Dipanggil Timnas

Karateka Seluruh Indonesia Siap Adu Skill di KASAL Cup

2.700 Pelari dari 14 Negara Serbu Merbabu Skyrace 2026

Asia Auto Login Penonton! 16 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap

TAGGED:caturpercasi kota semarangPorprov Jateng 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat memberi keterangan kepada awak media, Sabtu (12/9/2026). (dul) Bukan Cuma Seremoni, Agustina Ajak Warga Semarang Ramai-ramai Nyanyikan Mars MTQ
Next Article Debut Papua Tengah di MTQ, Bawa 98 Kafilah ke Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAMPAIKAN KETERANGAN - Muhammad Zainudin selaku Wakil Ketua Panitia Porprov Cabor Pencak Silat menjelaskan duduk perkara cedera atlet Semarang, Rabu (28/10/2026). (bae)

Kesaksian Panitia Insiden Atlet Silat Porprov Meninggal: Awalnya Cedera Jari Kiri dan Masih Sadar

ATLET SEMARANG MENINGGAL - Jenazah almarhum dibawa dari rumah sakit menuju rumah duka.

Kronologi Atlet Pencak Silat Semarang Meninggal: Jari Cedera saat Bertanding, Sempat Jalani Operasi

Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Dorong Kolaborasi Pencegahan

KABAR DUKA - Atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026), setelah sempat menjalani operasi akibat cedera saat bertanding.

Atlet Pencak Silat Semarang Meninggal setelah Pertandingan Porprov Jateng, Sempat Jalani Operasi

Pantura Mulai Tenggelam, Sastra Pertunjukan Harus Menyuarakan Persoalan Krisis Lingkungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mohamed Salah penyerang Liverpool merayakan gol semata wayangnya ke gawang Burnley. Hingga pekan ke-4 Premier League 2025-2026, The Red masih kokoh dipuncak klasemen dengan nilai sempurna.
Sepak Bola

Liverpool Ngacir, Arsenal Ngejar! Awal Musim EPL 2025 Yang Memanas

September 15, 2025
Olahraga

Atlet Porwanas Jateng Borong Gelar di Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2025

Oktober 9, 2025
Sepak Bola

PSIS Tatap Musim Baru, Arhan sampai Fortes Masuk Radar

Mei 13, 2026
Timnas Indonesia U-23 gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Korea Selatan di Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (9/9).
Sepak Bola

Gagal ke Piala Asia U-23, Timnas Indonesia U-23 Takluk 0-1 dari Korea Selatan di Sidoarjo

September 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Catur Semarang Naik Kelas, Tapi Yunior Putri Masih Jadi PR
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?