Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nangis di Depan Hakim, Bupati Fadia Arafiq Ngaku Salah dan Tidak Pantas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Nangis di Depan Hakim, Bupati Fadia Arafiq Ngaku Salah dan Tidak Pantas

R. Izra
Last updated: September 10, 2026 7:36 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
MENANGIS--Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (10/9/2026). (bae)
MENANGIS--Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (10/9/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq menangis saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.

Ia mengaku bersalah dan menyesal, meski membantah sejak awal memiliki niat melakukan kesalahan.

“Saya mengakui, saya tahu kalau memang itu adalah salah dan tidak pantas untuk memimpin. Saya bersalah sangat,” ucap Fadia sambil menangis, Kamis (10/9/2026).

Fadia juga membantah berniat memperkaya keluarganya melalui jabatan sebagai bupati. Ia mengatakan banyak proyek di Pekalongan, tetapi tidak pernah memberikan satu pun proyek kepada keluarganya.

Bacaaja: Bupati Fadia Arafiq Ngaku Kaya Sejak Lahir, Lha Kok Korupsi?
Bacaaja: Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: “Saya Pedangdut, Bukan Birokrat”

“Kalau saya mau memperkaya keluarga saya, proyek di Pekalongan banyak. Tidak ada, demi Allah, satu PL (proyek penunjukan langsung) pun tidak ada saya kasih kepada keluarga,” ujarnya.

Tangis Fadia pecah saat berbicara tentang keluarganya. Ia mengaku terpukul karena harus berpisah dengan anak-anaknya selama menjalani proses hukum.

“Anak saya masih kecil, malah tinggal sama pembantu,” kata Fadia.

Fadia mengatakan dirinya menjadi bupati karena ingin mengabdi dan membangun Pekalongan. Ia mengaku bekerja dengan sepenuh hati dan cinta untuk daerah tersebut.

“Saya benar-benar bekerja dengan sepenuh hati saya. Dengan sepenuh cinta saya kepada Pekalongan bahwa saya ingin menjadi pemimpin yang baik,” tuturnya.

Ia kemudian mengaku pasrah dan menerima proses hukum yang dijalaninya. Fadia berharap bisa segera pulang dan berkumpul dengan anak-anak serta ibunya yang disebut sedang sakit.

“Saya pasrah dan ikhlas semuanya, mungkin ini jalan kehendak Tuhan. Semoga saya bisa cepat ke rumah, Yang Mulia, berkumpul dengan keluarga, anak saya,” ujar Fadia. (bae)

You Might Also Like

Pemkot Jemput Warga Mudik Lebaran

“Kalau Mau Sukses, Muliakan Rakyat”, Pesan Ulama ke Gubernur

Polda Jateng Selidiki Kematian Calon Taruna Akpol

Izinnya Sih Kuliah, tapi Malah Buka Restoran! WN Afghanistan Dideportasi

Detik-detik Kecelakaan Moge Harley-Davidson di Kulon Progo, Istri Bos HS Meninggal Dunia

TAGGED:bupati pekalonganfadia arafiqheadlinenangisngaku salahpengadilan tipikor semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article DONOR DARAH - PLN Icon Plus menggelar donor darah yang diikuti karyawan PLN Group dan masyarakat dengan tema “Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya”. Donor darah digelar di Aula Kantor PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Semarang, Rabu (9/9/2026). PLN Icon Plus Hadirkan Program TJSL Donor Darah, Peduli Kemanusiaan dan Kesehatan Masyarakat
Next Article Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, saat memberi keterangan kepada awak media, Kamis (10/9/2026). (dul) Bagaimana Mekanisme Penanganan Laporan Keracunan MBG di Dinkes Jateng? Begini Kata Heri

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pinjaman Rp800 Ribu Berujung Tagihan Rp25 Juta

Mahasiswa UB Jatuh dari Lantai 6, Polisi Selidiki Motif

Nama Sultan Dicatut, Video AI Promosi Jasa Keuangan

SIDANG VONIS--Eks Direktur Utama PT Rumpun Sari Antan, Andhi Nur Huda, berdiri usai divonis bersalah dalam kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Alirkan Uang Haram Korupsi BUMD Cilacap ke Jenderal TNI, Andhi Hanya Dihukum 1 Tahun Penjara

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, saat memberi keterangan kepada awak media, Kamis (10/9/2026). (dul)

Bagaimana Mekanisme Penanganan Laporan Keracunan MBG di Dinkes Jateng? Begini Kata Heri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PERIKSA SISA MAKANAN - Petugas memeriksa sisa MBG yang diduga jadi pemicu keracunan siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jumat (31/7/2026).
Info

BGN Bekukan Operasional SPPG Karangturi, Buntut 707 Siswa-Guru SMKN 6 Semarang Keracunan

Agustus 3, 2026
Info

Semarang Masuk Smart City ASEAN, Agustina: Jangan Kebanyakan Aplikasi, Warga Malah Bingung

Juni 21, 2026
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Mei 5, 2026
Info

Rayakan Anniversary Perdana, BacaAja Pilih Villa Inessya Jadi Titik Kumpul

Agustus 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nangis di Depan Hakim, Bupati Fadia Arafiq Ngaku Salah dan Tidak Pantas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?