Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tak Mau Kasus Kekerasan Seksual Terulang, Apa yang Dilakukan UIN Walisongo?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tak Mau Kasus Kekerasan Seksual Terulang, Apa yang Dilakukan UIN Walisongo?

R. Izra
Last updated: September 3, 2026 11:43 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
DIALOG PUBLIK - Civitas akademika UIN Walisongo Semarang menggelar dialog publik terkait maraknya aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus setempat, Senin (11/5/2026). (dul)
DIALOG PUBLIK - Civitas akademika UIN Walisongo Semarang menggelar dialog publik terkait maraknya aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus setempat, Senin (11/5/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kasus dugaan kekerasan seksual yang sempat mencuat dan kembali ramai diperbincangkan di media sosial menjadi momentum evaluasi bagi UIN Walisongo Semarang untuk ‘bersih-bersih’.

UIN Walisongo tak ingin kasus yang mencoreng nama baik kampus kembali teruang. Karena itu, pihak kampus kini tidak hanya berfokus pada penanganan kasus yang telah berjalan, tetapi juga memperkuat sistem pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo, Dr. Kurnia Muhajarah, M.SI, mengatakan kasus tersebut menjadi pembelajaran penting bagi seluruh elemen kampus.

Menurutnya, perhatian tidak boleh berhenti pada penanganan setelah kasus terjadi. Pencegahan harus diperkuat agar potensi kekerasan seksual dapat dikenali dan ditangani sejak dini.

Bacaaja: Viral Lagi di TikTok, Nasib Dosen Cabul UIN Walisongo Ada di Tangan Kemenag
Bacaaja: Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

“Bagi kami di PSGA, kasus ini tentu menjadi pembelajaran penting. Bukan hanya soal bagaimana kasus ditangani ketika sudah terjadi, tetapi juga bagaimana ke depan kita bisa memperkuat pencegahannya,” kata Kurnia kepada bacaaja.co saat dihubungi, Rabu (2/9/2026).

PSGA bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) akan memperkuat edukasi, sosialisasi, mekanisme pelaporan, pendampingan, hingga koordinasi dan pengawasan di lingkungan kampus.

“Harapannya, setiap potensi kekerasan seksual bisa dikenali dan ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Upaya pencegahan juga mulai ditekankan kepada mahasiswa baru. Nur Hasyim dari Satgas PPKS UIN Walisongo mengatakan pimpinan kampus memberikan perhatian serius melalui sosialisasi mengenai kekerasan seksual, bentuk-bentuknya, dampak, hingga langkah yang harus dilakukan ketika mengetahui atau mengalami peristiwa tersebut.

“Bagaimana setiap orang itu bisa melakukan sesuatu ketika mengetahui bahwa terjadi kekerasan seksual,” kata Nur Hasyim.

Sosialisasi diberikan dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) serta orientasi santri baru Ma’had UIN Walisongo.

Selain mahasiswa, Satgas PPKS dan PSGA juga mendorong pimpinan fakultas memberikan penyadaran kepada dosen dan tenaga kependidikan. Menurut Nur Hasyim, pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada Satgas PPKS dan PSGA.

Meski demikian, UIN Walisongo masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari peningkatan kapasitas anggota Satgas PPKS dan tim pemeriksa hingga penyediaan ruang konsultasi dan ruang aman bagi korban.

“Kita juga punya banyak PR untuk membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual,” ujarnya.

Kurnia menegaskan seluruh langkah tersebut bertujuan menjadikan UIN Walisongo sebagai lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.

“Kami ingin memastikan UIN Walisongo menjadi ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual bagi seluruh sivitas akademika,” katanya. (dul)

You Might Also Like

Ratusan ASN Semarang Diajak Move On dari Trauma Korupsi

Tiket Kereta Flat Cuma Rp 80 Ribu, Buruan Cek Jadwal Flash Sale KAI!

BNPT Masukkan Perlindungan Saksi dan Korban dalam RAN PE 2025-2029

Kemenkes Gerak Cepat Edukasi Imunisasi di Pesawaran, Ada Talkshow hingga Dongeng Anak

Kisruh Tambang Kendeng: Gunretno Dipanggil Polisi, Alam Tetap Jadi Korban

TAGGED:kekerasan seksualpelecehan seksualpsga uin walisongosatgas ppksuin walisongouin walisongo semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PENUMPANG KERETA--Penumpang KA Kaligung turun dari kereta usai menyelesaikan perjalanan di wilayah Daop 4 Semarang. (ist) KAI Semarang Tambah Kapasitas KA Kaligung untuk Dukung MTQ Nasional
Next Article Saat Air Jadi Barang Mewah, PTPN I Kirim 132 Ribu Liter ke Pemalang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Ajak Warga Ikut “Nostalgia” di Festival Kota Lama 2026

Saat Air Jadi Barang Mewah, PTPN I Kirim 132 Ribu Liter ke Pemalang

DIALOG PUBLIK - Civitas akademika UIN Walisongo Semarang menggelar dialog publik terkait maraknya aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus setempat, Senin (11/5/2026). (dul)

Tak Mau Kasus Kekerasan Seksual Terulang, Apa yang Dilakukan UIN Walisongo?

PENUMPANG KERETA--Penumpang KA Kaligung turun dari kereta usai menyelesaikan perjalanan di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

KAI Semarang Tambah Kapasitas KA Kaligung untuk Dukung MTQ Nasional

Lingkaran Dalam yang Menyempit dan Sikap Prabowo yang Hanya Percaya Orang Dekatnya Sendiri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pengamat politik Undip, M Yulianto.
Politik

Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang

Januari 18, 2026
Ilustrasi pelecehan dan kekerasan seksual. (grafis/tera).
Hukum

Berawal MiChat, Pria di Banyumas Kini Jadi Tersangka

Juli 26, 2026
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Rabu, 25 Juni 2025. (BPMI Setpres)
Info

Atap Seng Gak Indah, Prabowo Gulirkan ‘Gentengisasi’ di Penjuru Indonesia, Duit Siapa?

Februari 3, 2026
Hukum

Janji Vonis Ringan Berujung Duit Rp140 Juta? Oknum Jaksa Rembang Disorot

April 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tak Mau Kasus Kekerasan Seksual Terulang, Apa yang Dilakukan UIN Walisongo?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?