Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lingkaran Dalam yang Menyempit dan Sikap Prabowo yang Hanya Percaya Orang Dekatnya Sendiri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Lingkaran Dalam yang Menyempit dan Sikap Prabowo yang Hanya Percaya Orang Dekatnya Sendiri

Redaktur Opini
Last updated: September 3, 2026 9:16 am
By Redaktur Opini
9 Min Read
Share
SHARE

Made Supriatma, peneliti di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura.

Prabowo mungkin sedang terjerat dalam jaring-jaring yang dia tenun sendiri. Sudaryono mungkin bukan penyelesaian. Dia adalah juga jaring yang ditenun oleh Prabowo sendiri.

Hari ini kita mendengar keracunan MBG. Kali ini terjadi di Sidoarjo. Ada ribuan murid dari 19 sekolah, salah satunya adalah pesantren, keracunan makanan. Lama kelamaan ini menjadi rutin. Program yang dimaksudkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto sebagai pemenuhan kesejahteraan rakyat ini seringkali berujung bencana. Padahal, hal yang sama tidak terjadi di program-program yang lain. Bahkan ada yang mempertanyakan, mengapa makanan di penjara tidak pernah menimbulkan kasus keracunan?

Kita tidak tahu kondisi yang sebenarnya. Mungkin saja ada yang keracunan di penjara tapi kita tidak tahu. Anda tahu bahwa lembaga yang mengelola MBG, Badan Gizi Nasional (BGN), sedang mengalami krisis. Orang yang bertanggungjawab mendesain program MBG ini dan sekaligus menjadi ketua BGN pertama, Dadan Hindayana, akhirnya terjerat kasus korupsi dan harus mundur dari posisinya. Dadan digantikan oleh seorang loyalis Prabowo, Nanik S. Deyang. Namun, ia hanya menjabat selama enam minggu. Nanik mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Kita tidak tahu alasan sesungguhnya. Namun, seperti Dadan, Nanik juga bukan seorang ahli gizi.

Baik Dadan maupun Nanik tidak pernah berpengalaman di pemerintahan sebelumnya. Dadan adalah seorang profesor ahli entologi (serangga). Dia tidak pernah mengelola organisasi besar sebelumnya. Nanik kita kenal sebagai mantan wartawan tabloid. Satu-satunya pengalaman dia berorganisasi adalah menjadi komisaris perusahan. Singkatnya, BGN mengalami krisis kepemimpinan. Prabowo akhirnya mendudukkan seorang loyalis, yang dia didik sendiri, untuk duduk di kursi kepemimpinan BGN. Dia adalah Sudaryono.

Sudaryono masih sangat muda. Umurnya baru 41 tahun. Dia berasal dari Grobogan, Jawa Tengah. Biografinya sangat mengesankan. Dia lahir dari keluarga sederhana. Dia mendapat beasiswa belajar di sekolah elit SMA Taruna Nusantara. Ini adalah sebuah sekolah yang sering di anggap sebagai sekolah persiapan masuk ke Akademi Militer, yang letaknya juga tidak jauh dari lokasi TN. Namun, Sudaryono gagal masuk Akmil.

Saat hendak ujian, ketika berangkat ke Jakarta dan sampai di terminal Pulogadung, Sudaryono beli tiga arem-arem. Dua dia makan. Dan ketika dimakan yang ketiga, dia baru sadar bahwa arem-arem itu basi. Dia kena tipes. Dan, kita tahu ujung cerita ini, Sudaryono gagal masuk Akmil. Dia menangisi nasibnya itu. Namun, tidak lama, kakak kelasnya di SMA Taruna Nusantara, Sugiono (sekarang jadi menteri luar negeri) membawanya menemui Prabowo.

Pertemuan itu mengubah nasib Sudaryono. Dia kemudian disekolahkan ke Akademi Pertahanan Nasional di Jepang. Setelah selesai, pada 2010 sampai 2015, Sudaryono menjadi asisten pribadi Prabowo. Dia mengaku bahwa dia mendapat banyak dari Prabowo. Mulai dari belajar bisnis hingga politik.

Prabowo memang “melatih” banyak anak muda sebagai kader politiknya. Mereka dikenal sebagai “Jedi,” sebutan yang meniru ksatria film Star Wars. Tempo pernah menulis anak-anak muda ini, seperti Sugiono, Sudaryono, dan Dirgayuza Setiawan. Yang terakhir sekarang menjadi penulis pidato Prabowo dan adalah anak dari Kol. dr. Setiawan, kawan karib Prabowo.

Sudaryono kemudian menjadi pebisnis. Perjalanan karir politiknya meningkat setelah dia menjadi ketua DPD Gerindra Jawa Tengah. Ketika pencalonan gubernur Jawa Tengah pada 2024 lalu, Sudaryono digadang-gadang oleh Gerindra untuk menjadi calon gubenur Jawa Tengah. Namun, Jokowi mengangkatnya menjadi wakil menteri pertanian. Karena Jokowi punya calon sendiri, yakni Komjen Pol. Ahmad Luthfi, yang kemudian terpilih menjadi gubernur.

Jabatan wakil menteri tetap disandang Sudaryono pada masa Prabowo. Namun, itu berubah setelah Prabowo mengangkatnya menjadi Kepala BGN.  Ini sebuah lompatan besar. Kalau saja Sudaryono masuk Akmil maka dia akan menjadi bagian lulusan 2006. Cohort Akmil 2006 saat ini pangkat tertingginya adalah Letnan Kolonel. Sebagian besar mereka saat ini menjadi Komandan Batalyon atau Komandan Kodim tipe B. Misalnya, Letkol Inf. Imam Buchori, lulusan terbaik Akmil 2006, saat ini menjadi Dandim 0623/Cilegon.

Sekarang Sudaryono memimpin BGN. Ini adalah lembaga yang mengelola dana APBN terbesar (Rp268 triliun). Bahkan lebih besar dari anggaran pertahanan RI (Rp187,10 triliun). Sehingga, jabatan yang dipegang Sudaryono sekarang ini sesungguhnya adalah jabatan dengan nilai strategis yang sangat besar dari segi anggaran dan organisasi.

Mengapa ini terjadi? Saya menulis sebuah artikel yang dipublikasi minggu ini. Saya melihat pola yang sama dari gaya pemerintahan Prabowo, khususnya ketika menghadapi krisis. Prabowo akan menaruh orang-orang di lingkaran dalamnya untuk menangani krisis atau di posisi yang menjadi perhatian utamanya. Ini adalah orang-orang yang dikenalnya secara pribadi. Dengan bertindak seperti itu, dia seakan-akan mendudukkan dirinya senditi untuk mengontrol organisasi itu.

Untuk posisi menteri luar negeri, ia mendudukkan Sugiono, salah satu “Jedi”-nya. Ini adalah orang yang secara personal sangat dekat dengan dirinya. Untuk sekretaris negara, dia mendudukkan Prasetyo Hadi. Demikian juga dengan sekretaris kabinet, yang mendapatkan peran jauh lebih besar dari jabatannya karena berperan sebagai gate keeper presiden, dia mendudukkan Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya.

Hal yang sama terjadi ketika terjadi krisis. Ketika meletus kerusuhan akhir Agustus 2025, dia mencopot Menko Polkam, Budi Gunawan, seorang yang dekat dengan PDIP yang tidak bergabung dengan pemerintahan Prabowo. Prabowo menggantikannya dengan seorang mantan jendral yang sudah sangat senior, Letjen Purn. Djamari Chaniago. Djamari dulu masuk ke dalam Dewan Kehormatan Perwira yang pada 1998 memberhentikan Prabowo dari dinas militer. Namun, dalam perkembangan kemudian dia bergabung dengan Gerindra, partai besutan Prabowo. Ketika Garuda Airlines merugi, dia memasukkan sahabat karibnya, Mayjen Purn. Glenny Kairupan, sebagai direktur utamanya.

Kecenderungan untuk memegang komando terpusat membuat Prabowo memilih orang-orang lingkaran dekat yang dia sangat percayai. Dan lingkaran ini semakin sempit. Ada kecenderungan Prabowo tidak mempercayai orang-orang dengan spesifikasi keahlian teknis. Juga tidak percaya pada teknokrat. Ini terlihat sangat kentara saat menanggulangi kebakaran hutan.

Ketika Kapolri mengatakan bahwa tepung bisa mengatasi kebakaran, Prabowo langsung menyambar, produksi tepung ubi besar-besaran! Pernyataan Kapolri itu belum teruji, tidak datang dari ahli, dan sangat amatiran. Hal semacam ini tidak terjadi sekali-sekali. Namun, sudah menjadi rutin. Gaya ini juga bertautan dengan meningkatnya orang-orang yang menjilat. Para penjilat atau sycophant ini menjadi dominan dalam pemerintahan ini. Apa pun dilakukan demi membuat Prabowo senang. Dan Prabowo menerimana dengan senang hati. Sehingga tidak heran bila dia selalu mendapat “laporan” … yang pada akhirnya menjadi bahan tertawaan.

Apakah pengangkatan Sudaryono, seorang loyalis yang secara personal sangat dekat dengan presiden, akan membereskan persoalan-persoalan di BGN? Sayangnya tidak. Sudaryono mungkin seorang yang pintar. Dia punya masa depan politik yang cerah. Namun, jabatan Kepala BGN ini terlalu besar untuknya. Ini adalah jabatan dengan level jendral senior. Sudaryono belum levelnya.

Persoalan MBG adalah persoalan struktural. Desain lembaga ini, yang mendistribusikan kesejahteraan kepada masyarakat lewat kontraktor swasta, tidak berjalan sesuai dengan misinya. Para kontraktor swasta itu adalah kontraktor! Motif mereka adalah untung rugi. Sehingga, tidak heran bila kasus keracunan makanan ini terus menerus terjadi. Problem utama MBG adalah para pemburu rente.

Sudaryono mungkin tahu itu tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Nanik S. Deyang mundur karena kabarnya tidak tahan dengan ancaman para “investor” yang terancam SPPG-nya ditutup. Kantor BGN diberitakan ditembak orang tidak dikenal. Para pemilik berdemo karena penutupan SPPG ini. Jadi sesungguhnya Prabowo mungkin sedang terjerat dalam jaring-jaring yang dia tenun sendiri. Sudaryono mungkin bukan penyelesaian. Dia adalah juga jaring yang ditenun oleh Prabowo sendiri. (*)

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Siswa SD di Ngada Bundir, Ganjar: Ini Bukan Tragedi Personal, tapi Jeritan Sunyi Generasi

Tragedi Al-Khoziny: Bukan Takdir, tapi Alarm Sistem Pesantren Kita

Melepaskan Belenggu Validasi di Media Sosial

Mereka yang Diam-Diam Mendukung Pelaku Kekerasan Seksual

Dari Bayangan Luhut ke Menteri Keuangan: Purbaya Si Anak Buah Kini Jadi Bos

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi dapur MBG. 237 Siswa Agam Terdampak MBG, Dapur Ditutup
Next Article PENUMPANG KERETA--Penumpang KA Kaligung turun dari kereta usai menyelesaikan perjalanan di wilayah Daop 4 Semarang. (ist) KAI Semarang Tambah Kapasitas KA Kaligung untuk Dukung MTQ Nasional

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIALOG PUBLIK - Civitas akademika UIN Walisongo Semarang menggelar dialog publik terkait maraknya aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus setempat, Senin (11/5/2026). (dul)

Tak Mau Kasus Kekerasan Seksual Terulang, Apa yang Dilakukan UIN Walisongo?

PENUMPANG KERETA--Penumpang KA Kaligung turun dari kereta usai menyelesaikan perjalanan di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

KAI Semarang Tambah Kapasitas KA Kaligung untuk Dukung MTQ Nasional

Lingkaran Dalam yang Menyempit dan Sikap Prabowo yang Hanya Percaya Orang Dekatnya Sendiri

Ilustrasi dapur MBG.

237 Siswa Agam Terdampak MBG, Dapur Ditutup

Kemenag Soroti Pengawasan MBG Usai Santri Keracunan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Mahasiswa Jawa dan Cara Inklusif Berteman ala “Jawakarta”

Februari 6, 2026
Opini

Desa yang Diminta Mandiri, Tetapi Dikunci dari Luar

Agustus 11, 2026
Opini

Ketika Manusia Dipandang Sebatas Angka

Maret 4, 2026
Opini

Efek Tinju “Low Blow” Amien Rais

Mei 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lingkaran Dalam yang Menyempit dan Sikap Prabowo yang Hanya Percaya Orang Dekatnya Sendiri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?