Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Viral Lagi di TikTok, Nasib Dosen Cabul UIN Walisongo Ada di Tangan Kemenag
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Viral Lagi di TikTok, Nasib Dosen Cabul UIN Walisongo Ada di Tangan Kemenag

R. Izra
Last updated: September 2, 2026 12:08 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Walisongo, Nur Hasyim. (ist)
Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Walisongo, Nur Hasyim. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kasus dosen UIN Walisongo terduga pelaku pencabulan dan kekerasan seksual kembali viral di jagat maya. Khususnya di platform media sosial (medsos) TikTok.

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang dosen UIN Walisongo Semarang kembali menjadi perbincangan di media sosial. Video mengenai kelanjutan kasus tersebut kembali viral setelah diunggah akun TikTok @uinwsproblematik pada 18 Agustus 2026 dan mendapat banyak respons dari warganet.

Menanggapi kembali ramainya pembahasan kasus tersebut, pihak UIN Walisongo memastikan penanganan di tingkat kampus telah selesai. Saat ini, proses penjatuhan sanksi terhadap terduga telah berada di Kementerian Agama (Kemenag).

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Walisongo, Nur Hasyim, mengatakan kampus tidak pernah menghentikan proses penanganan kasus tersebut.

Bacaaja: Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan
Bacaaja: Kasus UI Jadi Alarm Keras! UIN Walisongo Gas Penyadaran Kolektif Cegah Kekerasan Seksual

“UIN Walisongo sudah melakukan upaya-upaya yang diperlukan. Mulai dari Satgas PPKS yang melakukan proses investigasi hingga kemudian proses pemeriksaan,” ujarnya kepada bacaaja.co saat di hubungi via telpon, Selasa (2/9/2026).

Ia menjelaskan, Satgas PPKS telah menyelesaikan proses investigasi dan menyerahkan hasilnya kepada Rektor UIN Walisongo pada 10 Juni 2026.

Setelah menerima laporan tersebut, Rektor membentuk Tim Penanganan Kekerasan Seksual UIN Walisongo. Tim ini mulai bekerja pada 18 Juni 2026 dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor maupun terlapor.

Proses tersebut kemudian menghasilkan laporan serta rekomendasi sanksi yang diserahkan kepada Rektor pada 22 Juli 2026.

Menurut Nur Hasyim, seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara hati-hati agar proses penanganan berjalan sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Proses ini mulai dari Satgas sampai kemudian Tim Penanganan Kekerasan Seksual dilakukan sangat hati-hati agar pemeriksaannya benar secara prosedur dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Namun, setelah mempelajari rekomendasi dari tim penanganan, UIN Walisongo tidak dapat langsung menjatuhkan sanksi sebagaimana yang direkomendasikan.

Hal itu karena terduga dalam kasus tersebut berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS), sementara bentuk pelanggaran disiplin dan jenis sanksi yang direkomendasikan berada dalam kewenangan Menteri Agama.

Karena itu, Rektor UIN Walisongo meneruskan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tersebut ke Kementerian Agama.

“Kalau dari UIN sudah selesai. Satgas investigasi sudah selesai, tim pemeriksa juga sudah selesai. Sekarang prosesnya sedang berjalan di Kementerian Agama,” jelasnya.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo, Dr. Kurnia Muhajarah, M.SI, juga membenarkan bahwa hasil investigasi dan rekomendasi dari internal kampus telah diteruskan ke pusat.

Menurut dia, setelah proses penanganan dilakukan oleh Satgas PPKS dan PSGA, hasil investigasi diserahkan kepada Tim Penanganan Kekerasan Seksual yang dibentuk Rektor. Selanjutnya, laporan dan rekomendasi disampaikan kepada Rektor untuk diteruskan ke Kementerian Agama.

“Rektor mengirimkan hasil laporan dan rekomendasi kepada Kemenag Pusat dan mengutus dua pimpinan untuk mengawal berkas,” katanya.

Kini, pihak kampus menunggu keputusan Kementerian Agama terkait rekomendasi sanksi yang telah disampaikan.

Sementara proses di tingkat kementerian berjalan, UIN Walisongo memastikan terduga telah dibebaskan dari seluruh tugas tridarma perguruan tinggi sejak awal kasus mencuat.

Pembebasan tugas tersebut mencakup kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik di fakultas tempat terduga bertugas maupun di program pascasarjana.

Nur Hasyim menegaskan, kembali viralnya kasus tersebut tidak berarti proses penanganan berhenti. Menurut dia, seluruh proses pemeriksaan di tingkat kampus telah rampung dan kini UIN Walisongo terus mengawal proses yang berada dalam kewenangan Kementerian Agama.

“Komitmen UIN adalah tidak mendiamkan kasus ini. Pimpinan UIN berkomitmen untuk mengawal kasus ini sampai selesai,” tegasnya. (dul)

You Might Also Like

Fakta Ledakan Rumah di Semarang: dari Bubuk Petasan hingga Siswa SD Tewas

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

PON Beladiri Bakal Jadi Agenda Rutin Tiap Dua Tahun

Fahmi Kampiun Ceqiu 10 Ball Tournament

Biksu Thudong Disambut Hangat di Genuk

TAGGED:dosen cabulheadlinekemenaguin walisongo semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BERLATIH DIVING--Warga Karimunjawa Jepara mengikuti pelatihan diving yang digelar Bandara Ahmad Yani Semaramg. (ist) Dilatih Standar PADI, Warga Karimunjawa Didorong Jadi Pemandu Wisata Selam Profesional
Next Article SAKSI AHLI--Guru Besar Fakultas Hukum Unair, Prof Nur Basuki diambil sumpah saat menjadi ahli meringankan sidang terdakwa Bupati Pati, Sudewo, Rabu (2/9/2026). (bae) Bupati Sudewo Hadirkan Guru Besar FH Unair jadi Ahli Meringankan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ayo Kenalan dengan Nara, Lawang, dan Semar, Trio Harimau Benggala Warga Baru Semarang Zoo

WARNET JUDI: Tim Ditressiber Polda Jawa Tengah menyidak Warnet Strix Cyber Arena, Jalan Suyudono, Kota Semarang yang jadi lokasi judi online. (ist)

Zaman Gini Warnet Masih Laku di Semarang, Polisi Bilang Ada Indikasi untuk Judol

Irigasi Dikeruk, Petani Berharap Panen Tak Cuma Sekali Setahun

Bupati Ngawi: Regulasi Tak Cukup Sah, Harus Bermanfaat Bagi Rakyat

Banyak Peluang, Nol Gol! Penyelesaian Akhir Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Kamu Salah! Gak Semua Negara Rayain Tahun Baru pada 1 Januari

Januari 1, 2026
Fokus

16 Duta Quran Semarang Siap Tempur di MTQ

September 10, 2026
Pendidikan

Pergeseran Arah Anggaran Pendidikan 2026: Alokasi Daerah Dipangkas, MBG Digas Pol

Januari 24, 2026
Wali Kota Solo, Respati Ardi, turun langsung memimpin kerja bakti massal di kawasan Pasar Gedhe hingga bantaran Sungai Kalipepe, Senin (9/2/2026).
Info

Pimpin Kurvei Pasar Gedhe Solo, Respati Sorot Buruknya Manajemen Sampah

Februari 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Viral Lagi di TikTok, Nasib Dosen Cabul UIN Walisongo Ada di Tangan Kemenag
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?