BACAAJA – Pemerintah menaikkan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Naiknya kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bikin warga lega dan bisa hemat pengeluaran.
Namun, kabar gembira ini berlaku untuk warga Malyasia. Pemerintah Negeri Jiran resmi mengerek kuota subsidi BBM dalam program Budi Madani.
Subsidi bensin RON95 yang sebelumnya dibatasi 200 liter per bulan, kini naik menjadi 300 liter. Sementara subsidi Budi Diesel juga ikut naik. Dari 300 liter menjadi 400 liter per bulan.
Bacaaja: Isi BBM Sekarang Dibatasi, Motor Boleh cuma Rp50 Ribu
Bacaaja: Akademisi SCU: Subsidi BBM Lebih Tepat untuk Transportasi Umum
Kebijakan ini sudah mulai berlaku pada Senin (31/8/2026). Pengumuman tersebut disampaikan langsung Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam pidato Amanat Perdana Hari Kebangsaan 2026 di Putrajaya International Convention Centre (PICC).
Kenaikan kuota BBM subsidi ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Buat pekerja yang tiap hari harus berkendara, tambahan kuota tentu cukup terasa.
Furzani Ahmad (24), misalnya. Pekerja sektor swasta ini mengaku kuota 300 liter cukup membantu biaya transportasinya. Setiap hari, ia harus menempuh perjalanan hampir 30 kilometer.
Menurutnya, dengan tambahan subsidi tersebut, sebagian uang transportasi bisa dialihkan untuk kebutuhan lain.
Hal serupa dirasakan Darwisy Khairudin (23). Jarak rumah dan tempat kerjanya sekitar 20-25 kilometer. Namun, pekerjaannya kadang mengharuskannya bepergian ke luar kantor. Karena itu, tambahan kuota BBM membuatnya lebih tenang.
Bukan cuma pekerja kantoran yang merasakan manfaatnya. Pelaku usaha kecil juga ikut terbantu. Abdul Manan (63), pedagang buah yang menggunakan kendaraan diesel untuk mengangkut barang, mengatakan kenaikan kuota bisa membantu menekan biaya operasional.
Apalagi, ia terkadang harus mengambil stok buah dari lokasi yang cukup jauh. Dengan biaya bahan bakar yang lebih ringan, modal untuk logistik bisa ditekan.
Dampaknya juga bisa terasa ke konsumen. Harga buah diharapkan tetap terjangkau tanpa harus ikut naik karena biaya distribusi.
Subsidi lebih tepat sasaran
Program Budi Madani merupakan kebijakan pemerintah Malaysia untuk menyalurkan subsidi BBM kepada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan.
Dengan penambahan kuota ini, pemerintah Malaysia ingin memastikan masyarakat tetap mendapat dukungan di tengah kebutuhan biaya hidup dan operasional yang terus berjalan.
Buat warga yang setiap hari bergantung pada kendaraan, tambahan kuota BBM jelas bukan sekadar angka. Pengeluaran lebih terkendali, perjalanan tetap jalan, dan isi dompet sedikit lebih aman. (*)

