Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Delapan WNI Disebut Direkrut Militer Rusia, Gajinya Menggiurkan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Delapan WNI Disebut Direkrut Militer Rusia, Gajinya Menggiurkan

Nugroho P.
Last updated: September 1, 2026 1:44 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Tentara Rusia.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Cerita soal delapan warga negara Indonesia (WNI) yang disebut masuk ke militer Rusia kembali bikin perhatian tertuju ke kasus perekrutan tentara asing. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut ada modus menggiurkan yang dipakai untuk menarik calon pekerja asal Indonesia.

Menurut Dasco, tawaran awal yang diberikan tidak langsung menyebut soal pekerjaan militer. Para WNI disebut ditarik lewat iklan pekerjaan seperti petugas keamanan atau tenaga administrasi, lengkap dengan janji penghasilan yang cukup besar.

Informasi tersebut, kata Dasco, berasal dari otoritas intelijen Indonesia. Perekrutan juga disebut dilakukan melalui negara ketiga sehingga tawaran pekerjaan yang muncul di awal terlihat seperti lowongan kerja biasa.

“Yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi, yang diiming-imingi oleh gaji yang besar,” kata Dasco dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Selasa (1/9/2026).

Dasco mengatakan perekrutan WNI tersebut diduga dilakukan dengan pola tertentu. Negara pihak ketiga disebut menjadi perantara untuk menawarkan pekerjaan kepada calon tenaga kerja Indonesia.

“Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga,” ujar Dasco.

Ia menambahkan, calon pekerja awalnya mendapat informasi mengenai pekerjaan sebagai satuan pengamanan maupun tenaga administrasi. Tawaran tersebut kemudian dibuat makin menarik dengan iming-iming gaji tinggi.

Namun, informasi Dasco ini berbeda dengan pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sehari sebelumnya. Sjafrie mengatakan belum menerima laporan intelijen terkait delapan WNI yang disebut bergabung dengan militer Rusia.

“Tidak ada. Saya tidak menerima laporan ini. Tidak ada informasi,” kata Sjafrie saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (31/8/2026).

Isu mengenai delapan WNI itu sebelumnya mencuat dari laporan Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Sluzhba zovnishn’oyi rozvidky Ukrayiny (SZRU). Laporan tersebut dipublikasikan melalui laman resmi lembaga itu pada 27 Agustus 2026.

Intelijen Ukraina mengklaim memiliki dokumen mengenai sedikitnya delapan warga Indonesia yang direkrut menjadi bagian dari militer Rusia. Mereka disebut direkrut untuk terlibat dalam perang Rusia-Ukraina.

Dalam laporannya, SZRU bahkan menyebut para WNI tersebut sebagai “cannon fodder” atau “serdadu umpan meriam”. Istilah itu merujuk pada pasukan yang ditempatkan di area pertempuran dengan risiko sangat tinggi.

Menurut SZRU, Rusia disebut terus mencari personel asing untuk memperkuat militernya dalam perang melawan Ukraina. Indonesia diklaim termasuk salah satu negara yang menjadi sumber perekrutan tersebut.

Lembaga intelijen Ukraina itu juga menyebut sejumlah tawaran diberikan kepada warga asing. Mulai dari gaji tinggi, pekerjaan yang diklaim tidak berhubungan langsung dengan pertempuran, sampai janji percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia.

Selain itu, ada pula tawaran berupa tunjangan sosial. Pola serupa disebut pernah digunakan untuk merekrut warga dari sejumlah negara lain, termasuk Nepal, Kuba, Kenya, dan India.

SZRU mengeklaim sebagian warga asing yang direkrut akhirnya justru dikirim ke garis depan. Bahkan, ada yang disebut masuk medan perang tanpa mendapatkan pelatihan memadai.

Beberapa orang yang direkrut juga diklaim tewas hanya dalam hitungan pekan setelah berada di medan tempur. Klaim tersebut menjadi bagian dari laporan intelijen Ukraina mengenai pola perekrutan personel asing oleh Rusia.

Di Indonesia, informasi soal delapan WNI ini kini masih menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Luar Negeri juga disebut sedang mengecek informasi yang muncul dari pihak Ukraina tersebut untuk memastikan kebenarannya.

Perbedaan informasi antara Dasco dan Menhan Sjafrie membuat status delapan WNI tersebut masih perlu diklarifikasi lebih lanjut. Pemerintah pun perlu memastikan identitas, proses perekrutan, serta aktivitas yang dilakukan para WNI itu sebelum mengambil kesimpulan.(*)

You Might Also Like

Bupati Kepahiang Rela Terbang Jauh ke Temanggung, Mau Bongkar Rahasia Kopi!

Emas Batangan 74 Kg Tiba di Polda Metro Jaya, Rantis Baracudda Dikawal Ketat Brimob Bersenjata

Modus Nikah Siri Bermodal Rp100 Ribu, Pengasuh Ponpes Dibui

Jangan Asal Klik, Modus Penipuan Lewat DANA Makin Beragam

Inovatif! Petani Klaten Usir Tikus Pakai TBS, Panen Padi Aman Lagi

TAGGED:Gaji menggiurkanmiliter rusiarusiawni
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Survei: TNI Masih Jadi Juara Kepuasan, DPR Paling Buncit
Next Article Kemendagri Belum Terima Laporan Ormas Terlibat Kekerasan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

DPR Tantang Prabowo Buka 52 Perusahaan Terkait Karhutla

ISPA Karhutla Tembus 283 Ribu, DPR Desak KLB Nasional

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jateng Juara Urusan Tanah Wakaf, 73 Persen Sudah Bersertifikat

Juni 16, 2026
DIALOG PUBLIK - Civitas akademika UIN Walisongo Semarang menggelar dialog publik terkait maraknya aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus setempat, Senin (11/5/2026). (dul)
Info

UIN Walisongo Akui Sosialisasi Penanganan Kekerasan Seksual Masih Kurang

Mei 12, 2026
Pendidikan

Agustina Ajak Anak Semarang Berani Bersuara dan Lawan Perundungan

Juli 30, 2026
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Info

Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru

Juni 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Delapan WNI Disebut Direkrut Militer Rusia, Gajinya Menggiurkan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?