Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Obesitas Anak Bisa Bikin Mata Ikutan Bermasalah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Obesitas Anak Bisa Bikin Mata Ikutan Bermasalah

Nugroho P.
Last updated: Agustus 21, 2026 10:23 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
obesitas pada anak.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Selama ini, berat badan berlebih pada anak lebih sering dikaitkan dengan masalah jantung, metabolisme, atau risiko penyakit kronis. Tapi ternyata, urusannya bisa merembet ke kesehatan mata. Sebuah riset menemukan anak dengan kelebihan berat badan dan obesitas punya risiko lebih tinggi mengalami astigmatisme atau mata silinder.

Contents
Riset Libatkan 22 Ribu Lebih AnakBerat Badan Naik, Risikonya Ikut NaikKenali Tanda Mata Silinder pada Anak

Temuan ini tentu bukan berarti setiap anak dengan berat badan berlebih pasti bakal mengalami mata silinder. Namun, hasil penelitian tersebut memberi sinyal agar kesehatan mata anak juga ikut diperhatikan, terutama jika berat badannya berada di atas kisaran normal.

Astigmatisme sendiri terjadi ketika bentuk kornea atau lensa mata tidak melengkung secara sempurna. Akibatnya, pandangan bisa terlihat kabur atau kurang fokus, baik saat melihat benda dekat maupun jauh.

Riset Libatkan 22 Ribu Lebih Anak

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan di Canadian Journal of Ophthalmology. Peneliti menganalisis data 22.130 anak berusia 6 sampai 10 tahun yang mendapat layanan kesehatan dari Maccabi Healthcare Services di Israel.

Data pemeriksaan mata itu dikumpulkan dalam rentang 2012 hingga 2022. Para peneliti kemudian mengelompokkan anak berdasarkan status berat badan dan memantau kondisi mereka selama rata-rata 62,9 bulan.

Status berat badan ditentukan menggunakan indeks massa tubuh atau BMI yang disesuaikan dengan usia serta jenis kelamin anak.

Hasilnya cukup menarik. Astigmatisme ringan sampai sedang ditemukan pada 30,7 persen anak dengan berat badan kurang, 29,8 persen anak dengan berat badan normal, 32,1 persen anak yang kelebihan berat badan, dan 35,1 persen anak dengan obesitas.

Untuk astigmatisme berat, angkanya juga menunjukkan pola serupa. Kasus ditemukan pada 0,7 persen anak dengan berat badan kurang, 1,1 persen pada kelompok berat badan normal, 1,6 persen pada anak dengan kelebihan berat badan, dan 2 persen pada anak yang mengalami obesitas.

Berat Badan Naik, Risikonya Ikut Naik

Dari analisis tersebut, peneliti menemukan anak dengan kelebihan berat badan punya kemungkinan lebih tinggi mengalami astigmatisme dibandingkan anak dengan berat badan normal.

Hubungan itu terlihat makin kuat pada kelompok anak dengan obesitas. Meski begitu, peneliti menekankan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan, bukan bukti bahwa obesitas secara langsung menyebabkan mata silinder.

Dalam perhitungannya, kelebihan berat badan dan obesitas diperkirakan berkontribusi terhadap 4,3 persen kasus astigmatisme ringan hingga sedang dan 13,4 persen kasus astigmatisme berat pada populasi penelitian.

Artinya, masih ada banyak faktor lain yang bisa berperan dalam munculnya gangguan penglihatan tersebut. Jadi, orangtua tidak perlu langsung panik ketika anak memiliki berat badan berlebih.

Kenali Tanda Mata Silinder pada Anak

Astigmatisme pada anak bisa muncul lewat sejumlah tanda yang kadang dianggap sepele. Anak misalnya sering menyipitkan mata saat melihat sesuatu, mengeluh pandangan kabur, atau merasa matanya cepat lelah.

Keluhan sakit kepala juga bisa muncul, terutama setelah anak membaca, belajar, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus penglihatan cukup lama.

Jika anak sering kesulitan melihat tulisan di papan, mendekatkan benda ke wajah, atau mengeluhkan penglihatan yang tidak jelas, pemeriksaan mata layak dipertimbangkan.

Peneliti pun menyarankan pemeriksaan mata dan pemantauan yang lebih intensif bagi anak dengan BMI tinggi. Langkah ini diharapkan bisa membantu menemukan gangguan refraksi lebih cepat sehingga dapat segera dikoreksi.

Pada akhirnya, menjaga berat badan anak tetap sehat bukan cuma soal mencegah penyakit jantung atau gangguan metabolisme. Kesehatan mata juga jangan sampai luput dari perhatian, apalagi ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda penglihatan yang bermasalah. (*)

You Might Also Like

Dari Pesantren ke Kampus Dunia

Bikin Naik Bus Makin Praktis, Pemprov Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Trans Jateng

Soal Hantavirus, Puan Minta Pemerintah Transparan

Belum Wisuda, Sudah Dilirik Industri: 90 Persen Alumni SMK di Jateng Langsung Kerja

PSIS Tarik Bayu Fiqri Pulang, Miftahul Hamdi Ikut Merapat

TAGGED:kesehatan anakkesehatan mataobesitas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul) Peluang Karier Difabel Ada, tapi Akses Informasi dan Rekrutmen Masih Jadi Kendala
Next Article SAKSI SIDANG--Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, berjalan ke luar ruangan usai bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, Jumat (21/8/2026). (bae) Wakil Ketua DPRD Pekalongan Terseret Kasus Fadia, Pernah Jadi Wadir Perusahaannya Fadia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bidik Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bongkar Joki Skripsi di Banyak Kampus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Enam Tim Tampil di Piala Presiden 2025, Dua Klub Asing

Juni 14, 2025
Info

Cerita Keluarga Sahita Menjahit Hidup dari Dua Gaji Buruh

November 13, 2025
Pendidikan

Stand Indonesia Diserbu di Yordania: dari Wayang sampai Es Cendol, Semua Laris Manis!

April 23, 2026
Politik

Pilkada Tak Langsung Dinilai Perkuat Dominasi Koalisi di Bawah Gerindra

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Obesitas Anak Bisa Bikin Mata Ikutan Bermasalah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?