Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Belum Wisuda, Sudah Dilirik Industri: 90 Persen Alumni SMK di Jateng Langsung Kerja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Belum Wisuda, Sudah Dilirik Industri: 90 Persen Alumni SMK di Jateng Langsung Kerja

Di tengah perdebatan klasik “kuliah dulu atau kerja dulu”, banyak lulusan SMK di Jateng justru sudah keburu direkrut industri. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut sekitar 90 persen alumni SMK di provinsinya langsung terserap dunia kerja. Sisanya bukan kalah saing, melainkan sebagian masih belum cukup umur untuk resmi bekerja.

T. Budianto
Last updated: Maret 12, 2026 8:04 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KUNJUNGI SMK: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mendampingi Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi salah satu SMK di Kudus, Kamis (12/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng menyebut lulusan SMK di Jateng diminati oleh dunia industri. Hampir 90 persen langsung diterima kerja begitu lulus sekolah. Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso ke sejumlah sekolah vokasi di Kudus, Kamis (12/3/2026).

Ada tiga sekolah yang disambangi rombongan, yakni SMK Raden Umar Said, SMK NU Banat Kudus, dan SMK Wisudha Karya Kudus. Kunjungan itu juga didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris serta Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton. Rombongan melihat langsung proses pembelajaran hingga berbagai karya yang dihasilkan para siswa.

Baca juga: Kuota Terbatas, 93 Ribu Calon Siswa Tak Tertampung di SMA/SMK Negeri di Jateng

Di SMK Raden Umar Said, para tamu dibuat kagum dengan karya animasi buatan siswa. Beberapa di antaranya bahkan sudah menembus pasar internasional seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Sementara di SMK NU Banat Kudus, para siswa menampilkan karya di bidang fashion dan kewirausahaan. Mulai dari peragaan busana hingga berbagai produk kreatif yang siap dipasarkan.

Sedangkan di SMK Wisudha Karya Kudus, fokus pembelajaran diarahkan ke bidang pelayaran untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor maritim.

Menurut Ahmad Luthfi, keberagaman jurusan itu menjadi bukti bahwa sekolah vokasi di Jawa Tengah memang dirancang untuk mencetak tenaga kerja yang siap langsung terjun ke dunia industri.

“Ini bukti bahwa anak-anak muda kita sudah siap bekerja di berbagai sektor industri,” ujarnya. Karena itu, pemerintah provinsi terus mendorong penguatan pendidikan vokasi, termasuk memperbanyak Balai Latihan Kerja (BLK) serta membuka peluang investasi padat karya di berbagai daerah.

Kemampuan Berkembang

Salah satu siswa SMK Raden Umar Said, Haidar mengaku, kemampuan animasinya berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut, meski saat ini ia masih duduk di kelas XI. Ia berharap suatu saat bisa menjadi animator profesional di industri kreatif.

Menariknya, para siswa di sekolah tersebut sudah terbiasa mengerjakan proyek langsung dari industri. Dengan begitu, mereka sudah punya pengalaman kerja bahkan sebelum benar-benar lulus sekolah.

Hal serupa disampaikan siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri. Menurutnya, para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk yang siap dijual. “Semester ini kami sedang mengembangkan produk seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah siap membantu membuka akses pasar internasional bagi produk kreatif yang dihasilkan siswa, termasuk karya animasi.

Baca juga: DPR RI: SMKN Jateng Jadi Prototipe Pendidikan

Menurutnya, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang bisa membantu mempromosikan produk Indonesia ke pasar global. “Kalau ada jasa animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” kata Budi.

Saat banyak orang masih sibuk debat soal “kuliah dulu atau kerja dulu”, sebagian siswa SMK di Jawa Tengah malah sudah punya klien dari luar negeri. Jadi mungkin rumus masa depan sekarang bukan lagi: lulus lalu cari kerja tapi belajar skill, bikin karya lalu dunia yang cari kita. (tebe)

You Might Also Like

Nggak Jadi Pakai Jembatan, Jalur Semarang-Purwodadi Langsung Dicor

Pengurus Korpri Jateng Dilantik, Sekda Ingatkan Soal Integritas

Apakah Keputihan Membatalkan Wudhu? Ini Jawaban Ulama

Luthfi Tepati Janji, Beri Bantuan untuk Mahasiswa Korban Banjir Sumatera

Anak Zaman Scroll Harus Waras

TAGGED:dinas pendidikan jatengm sekolah vokasiheadlinepemprov jatengSMK jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Luthfi Dampingi Mendag Sidak Pasar di Kudus, Pastikan Harga Sembako Stabil
Next Article Pemprov Pasang Wifi Gratis di 382 Titik Buat Pemudik

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PSIS Selamat dari Zona Panas, Rival Kepeleset di Detik Terakhir

Ilustrasi oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) alias polisi.

Siti Mawarni Meledak, Respons Polda Sumut Jadi Sorotan

Viral Dari Kampung, Siti Mawarni Bikin Bandar Narkoba Gerah

Lagu Siti Mawarni Viral Sumut Bikin Heboh, Liriknya Ngena Banget

Daycare Little Aresha di Kota Jogja. Tempat penitipan anak yang berubah menjadi camp penyiksaan balita.

Berkat Sang Mantan! Kisah Terbongkarnya Tragedi Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo, Respati Ardi mendampingi Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi melakukan tinjauan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates-Indonesia (KEI), Kamis (29/1/2026).
Info

Solo Gaspol Health Tourism! Respati Pastikan Proses Take Over RS KEI Tanpa Drama

Januari 29, 2026
Bripda Rio bersama tentara bayaran Rusia lainnya.
Hukum

Nasib Bripda Rio Eks Brimob Aceh setelah Gabung Tentara Bayaran Rusia, Menkum Buka Suara

Januari 19, 2026
Ilustrasi sertifikat tanah sengketa.
Info

Penting! Dokumen Tanah Girik sampai Letter C Nggak Berlaku Lagi Mulai 2026

Desember 29, 2025
Berbagai macam dagangan tertata rapi di sebuah toko kelontong di Kota Semarang, Senin (6/4/2026). Harga plastik naik drastis membuat pedagang kecil kelimpungan. (dul)
Info

Harga Plastik Naik hingga 50 Persen, Pedagang Kecil di Semarang Kelimpungan

April 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Belum Wisuda, Sudah Dilirik Industri: 90 Persen Alumni SMK di Jateng Langsung Kerja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?