BACAAJA, SEMARANG – Setiap pembangunan menyimpan sisi gelap. Pembangunan seperti sekeping mata uang yang menyimpan dua wajah.
Pembangunan Jalan Majapahit Kota Semarang bakal menjadikan akses jalan lebih bagus. Aspal lama perlahan diganti beton. Pekerjaan pengecoran sudah berjalan sekitar satu bulan.
Buat pengendara, perbaikan ini tentu jadi kabar baik. Jalan yang sebelumnya bergelombang dan penuh lubang diharapkan lebih kuat dan aman.
Bacaaja: Perbaikan Jalan Kalipancur Dikebut
Bacaaja: Jalan Rusak: Ujian Keseriusan Tata Kelola Infrastruktur Daerah
Namun, di balik itu ada cerita pedagang kaki lima (PKL) yang harus turut menanggung beban. Aktivitas jualan mereka ikut terdampak.
Didik Sujarwanto (46), warga yang membuka jasa tambal ban di sekitar Jalan Majapahit, mengatakan kondisi jalan sebelum diperbaiki memang cukup parah.
Aspalnya bergelombang. Lubang juga sering muncul. Bahkan, menurut Didik, beberapa pengendara sempat terjatuh karena kondisi tersebut.
“Lebih bagus diperbaiki daripada tidak diperbaiki. Sebelumnya aspal bergelombang, banyak lubang, hanya ditambal-tambal. Kalau sekarang dicor seperti ini, lebih baik dan lebih kuat,” ujar Didik, Selasa (11/8/2026).
Masalah mulai terasa ketika proyek berjalan. Ruas jalan yang sedang dikerjakan membuat kendaraan besar seperti mobil dan truk tidak lagi leluasa berhenti di pinggir jalan.
Padahal, kendaraan yang berhenti itulah yang selama ini menjadi salah satu sumber pelanggan bagi PKL makanan. Akibatnya, sejumlah pedagang memilih menutup lapaknya sementara.
“Dampaknya ke PKL pasti ada. Penghasilan berkurang karena mobil dan truk tidak bisa parkir di jalan,” kata Didik.
Berbeda dengan pedagang makanan, usaha tambal ban masih bisa bertahan. Pengendara tetap bisa datang ketika membutuhkan jasa perbaikan.
Meski begitu, omzet Didik tetap ikut turun. Ia memperkirakan pendapatannya berkurang sekitar 30 persen dibanding sebelum proyek dimulai.
“Omzet menurun, sekitar 30 persen,” ujarnya.
Meski pendapatan turun, Didik tidak sepenuhnya mengeluhkan proyek tersebut. Menurutnya, kondisi jalan memang sudah waktunya diperbaiki.
Aspal yang berkali-kali ditambal justru kembali rusak. Apalagi saat terkena air.
“Sering ada yang jatuh karena banyak lubang. Sudah ditambal, kena air, nanti berlubang lagi,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap pengecoran bisa segera selesai. Jalan yang lebih mulus diharapkan bisa membuat perjalanan lebih aman. Aktivitas warga dan pedagang juga bisa kembali normal.
Hal serupa disampaikan Fatur Iskandar (30), pengemudi ojek online yang biasa melintas di Jalan Majapahit.
Menurutnya, proyek memang membuat perjalanan lebih ribet karena lalu lintas menjadi macet. Tapi ia tetap melihat sisi positifnya.
“Kalau untuk jalan yang lebih baik tentu bagus. Memang saat pembangunan ini lalu lintas menjadi macet, tapi kalau sudah selesai semoga jalannya lebih nyaman dan aman,” kata Fatur.
Pengecoran Jalan Majapahit sampai sekarang masih berlangsung. Dari beberapa jalur yang direncanakan, pengerjaan baru menyentuh salah satu jalur.
Proyek diperkirakan masih berlangsung hingga Desember mendatang. Buat pengendara, ada kemacetan yang harus dilewati.
Buat PKL, ada pelanggan yang sementara hilang. Tapi di ujung proyek, mereka sama-sama berharap satu hal.
Jalan lebih awet, perjalanan lebih aman, dan aktivitas ekonomi kembali ramai. (dul)

