Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jelang Lebaran, Harga Versi Pemkot dan Pasar Berbeda Jauh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jelang Lebaran, Harga Versi Pemkot dan Pasar Berbeda Jauh

Jelang Lebaran, drama klasik muncul lagi: harga kebutuhan pokok versi “resmi” vs realita di pasar beda jauh. Di atas kertas sih adem, tapi pas belanja… dompet langsung panas. Warga Semarang pun mulai ngerasain gap yang makin nggak santai ini.

T. Budianto
Last updated: Maret 19, 2026 3:39 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Seorang pembeli tengah berbelanja di salah satu lapak di Pasar Johar. Rabu (18/3/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Perbedaan mencolok antara data resmi dan kondisi di lapangan mulai terlihat menjelang Hari Raya Idulfitri. Harga bahan pokok yang dirilis pemerintah melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang tidak sepenuhnya mencerminkan harga riil yang ditemui masyarakat di pasar.

Berdasarkan data resmi, harga sejumlah komoditas di Pasar Johar Semarang masih tergolong stabil. Misalnya, bawang merah tercatat di kisaran Rp28.000 per kilogram, sementara komoditas lain seperti minyak goreng dan beras juga relatif terkendali.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Siap Gelar Pasar Murah

Namun hasil pantauan langsung di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Harga cabai rawit justru melonjak hingga Rp98.000 per kilogram. Bawang merah berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp58.000 per kilogram, hampir dua kali lipat dari data resmi. Sementara itu, bawang putih dijual sekitar Rp35.000 per kilogram.

Dari observasi di Pasar Johar, aktivitas jual beli terlihat tetap ramai meskipun harga mengalami kenaikan. Seorang pembeli tampak memilih sayuran dengan lebih selektif, menyesuaikan dengan kondisi harga yang terus berubah. Pedagang juga terlihat menata berbagai kebutuhan dapur seperti sayuran segar, bumbu dapur, hingga bahan pokok lainnya yang menjadi incaran menjelang Lebaran.

Lonjakan Harga

Seorang pedagang mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. “Kalau di data mungkin belum kelihatan naik, tapi di lapangan sudah naik. Apalagi cabai sama bawang, itu cepat sekali berubah,” ujarnya. Rabu (18/3/2026).

Kondisi ini turut dirasakan pembeli yang harus mengatur ulang pengeluaran. Tidak sedikit yang mengurangi jumlah belanja atau mengganti komoditas tertentu agar tetap sesuai dengan anggaran.

Fenomena selisih harga ini menjadi perhatian, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Warga berharap adanya pembaruan data yang lebih cepat dan langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga.

Baca juga: Jaga Harga Sembako, Pemprov Gelar Ratusan Pasar Murah

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam berbelanja, sementara pemerintah diharapkan dapat memperkuat pengawasan agar perbedaan antara data resmi dan kondisi lapangan tidak semakin melebar.

Akhirnya, jelang Lebaran bukan cuma soal nahan lapar pas puasa, tapi juga nahan kaget pas lihat harga di pasar. Di data sih masih “aman”, tapi di dompet… realitanya beda level. (dul)

 

You Might Also Like

Jaga Harga Sembako, Pemprov Gelar Ratusan Pasar Murah

Jangan Sampai Kehabisan! Ramadan Belum Mulai, KAI Udah Mulai Jual Tiket Mudik Lebaran

Waroeng Semawis Comeback! Kuliner Malam Pecinan Semarang Bikin Wali Kota Ikut Jajan

UMKM Jepara Diminta Naik Kelas

Penerbangan Solo-Bandung & Solo-Surabaya Comeback

TAGGED:lebaran 2026pasar tradisionalstok sembako
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lebaran di Balai Kota: Shalat Bareng Warga, Sekalian Ngobrol Sama Wali Kota? Gas!
Next Article Unwahas Bareng Forum Internasional Bakal Gelar Dialog Sukseskan MBG

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mau Pindah ke Mobil Listrik? Jateng Bilang: Pajaknya Tetap Nol

BACAAJA.CO GOES TO SCHOOL - Bacaaja.co berkolaborasi dengan SCU Semarang dan SMKN 5 Semarang menggelar "Bacaaja.co Goes to School: Cegah IRET Kalangan Gen-Z di Ruang Digital", yang digelar di kampus SCU, Kamis (18/6/2026). (dul)

Waspada! Densus: Selain Medsos, Game Online Jadi Pintu Masuk Paham Radikal

Getas Bersiap Jadi Desa BRILiaN, KKN-T 136 Undip Turun Bawa Jurus Kopi, Kambing, dan Wisata

Jateng Ngebut Soal Integritas ASN

SUARA KRITIS - Mahasiswa HMI Jateng-DIY menaruh poster berisi tuntutan dan suara kritis terkait kondisi bangsa, dalam aksi demonstrasi di depan kantor BI Jateng, Kamis (18/6/2026). (dul)

HMI Demo di Kantor BI Jateng: Rupiah Menguat, tapi Kesejahteraan Rakyat Menguap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) kritik keras subsidi motor listrik yang dianggap tak tepat sasaran di tengah krisis daya beli.
Ekonomi

Subsidi Motor Listrik Dinilai Salah Sasaran, MTI Desak Pemerintah Alihkan Dana ke Angkutan Umum

September 10, 2025
PIMPINAN DEWAN - Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh. (ist)
Ekonomi

Ekonomi Jateng Tumbuh Positif, M Saleh: Iklim Investasi Dijaga, Jangan Sampai Kendur

Mei 13, 2026
Ekonomi

Menaker: UMP 2026 Wajib Kelar Sebelum Malam Natal

Desember 17, 2025
Ekonomi

Wuih..Gula Kelapa Purbalingga Go Internasional, Tembus Amerika dan Eropa!

September 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jelang Lebaran, Harga Versi Pemkot dan Pasar Berbeda Jauh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?