BACAAJA, DEMAK- Aula Balai Desa Banjarejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jumat (7/8/2026) siang, mendadak berubah menjadi ruang kreasi.
Sebanyak 20 siswa kelas VI SD Negeri 1 Banjarejo sibuk memilih daun dan bunga, menyusunnya di atas totebag, lalu memukulnya perlahan menggunakan palu.
Bukan sembarang kegiatan memukul. Dari tangan anak-anak itu, daun pepaya, daun singkong, kenikir, bougenville hingga berbagai jenis bunga perlahan meninggalkan jejak warna dan bentuk di atas kain.
Aktivitas tersebut merupakan bagian dari pelatihan ecoprint menggunakan teknik pounding yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 87 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, melalui Divisi Ekonomi Kreatif.
Baca juga: 6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Kendal, 4 Ditemukan Meninggal
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 16.00 WIB itu tidak hanya mengajak siswa membuat kerajinan. Mereka juga diperkenalkan pada cara sederhana memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar untuk menghasilkan karya yang menarik dan ramah lingkungan.
Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN terlebih dahulu mengenalkan apa itu ecoprint. Siswa diberi pemahaman bahwa warna dan bentuk pada daun maupun bunga dapat dipindahkan ke kain menggunakan teknik tertentu.
Setelah itu, siswa langsung diajak mencoba teknik pounding. Caranya cukup sederhana, daun atau bunga diletakkan di atas totebag, kemudian dilapisi plastik sebelum dipukul menggunakan palu hingga pigmen alami dari tanaman berpindah ke permukaan kain.
Mudah Ditemukan
Beragam tanaman yang mudah ditemukan di sekitar digunakan dalam kegiatan tersebut, seperti daun pepaya, daun singkong, daun kenikir, daun bougenville, bunga sepatu, bunga madu, hingga bunga kencana ungu. Sementara peralatan yang digunakan antara lain totebag, plastik pelapis, palu, serta larutan tawas untuk membantu mengunci warna.
Pemateri pelatihan, Ahmad Riski mengatakan, ecoprint dapat menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan anak-anak pada potensi alam di sekitar mereka.
“Program pelatihan ecoprint ini kami gagas untuk mengasah keterampilan, kreativitas, dan jiwa seni anak-anak. Melalui kegiatan ini, mereka belajar memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar menjadi karya bernilai sehingga sejak dini dapat tumbuh rasa cinta terhadap lingkungan,” ujarnya. Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: Beda Nasib Ormawa Fakultas UIN Semarang dan UIN Jogja
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN Posko 87 UIN Walisongo Semarang, Muhammad Andika Shukron Makmun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja yang dirancang untuk menggabungkan kreativitas dengan edukasi lingkungan.
“Pelatihan ecoprint ini kami rancang agar anak-anak mengenal kerajinan ramah lingkungan melalui kegiatan yang menyenangkan. Teknik pounding dipilih karena mudah dipahami oleh peserta dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkreasi sesuai imajinasi masing-masing. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal keterampilan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” katanya. (dul)

